close

Christabel Annora Lepas Album Perdana

TalkingDays ; Artworks (by hendisgorge)
talking days
talking days

Penyanyi dan pianis asal Malang, Christabel Annora, baru saja resmi meliris album perdananya yang bertajuk Talking Days di bawah naungan Barongsai Records. Album ini dilepas tak berselang sepekan sejak perilisan single perdana album ini, “Sunshine Talks”, di situs Rolling Stone Indonesia.

Talking Days adalah album yang menggambarkan perjalanan rasa dan pikiran kala menjalani hidup selama satu hari penuh. Christabel, melalui siaran pers, mengakui bahwa lagu-lagu di dalam album ini memang sudah diatur sedemikian rupa untuk menggambarkan suasana perjalanan seseorang sejak bangun tidur di pagi hari hingga kembali ke peraduan di malam hari. Hal ini sesuai dengan rangkaian tiga belas lagu dalam album ini yang dibuka oleh nomor “Early Reflections” dan ditutup oleh “Inside Your Unconscious Mind”.

“Secara umum, tema album ini memang berkutat pada perasaan dan pikiran yang biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Soal apa yang biasa kita lihat, pikirkan, dan rasakan selama hampir 24 jam,” urai Christabel Annora. “Di album ini saya menceritakan banyak hal. Semuanya berdasarkan pengalaman pribadi. Mulai dari rasa bersyukur atas hidup, menyadari sifat-sifat jelek, sampai pada hal-hal remeh seperti malas menonton acara televisi yang buruk, misalnya.”

Album ini digarap dalam kurun waktu dua tahun. Semua sesi rekaman dikerjakan secara bertahap di dua studio musik di Malang, yaitu Nero Studio oleh Bambang Iswanto (The Morning After) dan di Minorcubes Studio oleh Bie Paksi (Wake Up Iris!). Sebanyak 80% proses penciptaan lagu-lagu dalam album ini terjadi di bulan Desember, sehingga pendengar juga dapat mendengar Christabel mengkover lagu “Desember” milik Efek Rumah Kaca dalam album ini. Tentu saja, dengan komposisi piano yang lembut dan tenang.

 

Beberapa nama musisi asal kota Malang juga turut mengisi bagian-bagian tertentu dalam album ini. Seperti misalnya Octavianus Triangga (cello), Timotius Lalompoh (violin), dan Steffani BPM (glockenspiel) yang membantu Christabel di beberapa nomor. Selain itu, juga ada Iksan Skuter yang mengisi solo gitar pada “Rindu Itu Keras Kepala”, Oneding (SATCF) yang ikut menyanyi dan memainkan gitar akustik pada “Ini Sementara”, serta Bambang Iswanto (The Morning After) menyumbang ruang ambience lewat petikan gitarnya pada lagu “Lucid Dream”.

Kini album Talking Days sudah bisa didengar melalui gerai musik digital seperti iTunes, Spotify, Deezer, atau GooglePlay. Sementara versi cakram padatnya akan diedarkan oleh Barongsai Records pada outlet-outlet musik di seluruh Indonesia mulai akhir bulan Mei 2016. Lima puluh keping pertama CD Talking Days edisi spesial juga sesungguhnya telah dirilis dalam Folk Music Festival di Malang beberapa waktu lalu dan langsung habis dibeli penggemar.

Christabel Annora telah cukup lama berkecimpung dalam kancah musik independen di kota Malang. Ia pernah membentuk band bernama Get Panic, serta kerap membantu sejumlah band/musisi lokal di atas pentas maupun sesi studio rekaman – mulai dari The Morning After, Ajer, Folkapolka, Earth of Heaven, Silampukau, hingga kini ia juga didapuk sebagai live-session pianist untuk aksi panggung Payung Teduh. Dalam karir solonya, Christabel Annora sempat merilis satu singel berjudul “If These Walls Could Talk” yang dimuat dalam album Kompilasi Sepi rilisan Barongsai Records, dua tahun silam [contributor/ Oktaria Asmarani].

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response