close

Cinta & Persahabatan kepada Alam

Glenn_fredly_5

Polusi meningkat, bumi galau karena cinta manusia sudah semakin berkurang padanya, pepohonan di babat dan udara dicemari. Jika sekarang terjadi bencana alam dimana-mana siapa yang mengkhianati? Manusia? Atau bumi? Kira-kira perpaduan inilah yang paling cocok untuk dinyatakan dan dipertanyakan setelah menyaksikan konser Present Break. Acara yang dilaksanakan oleh Jurusan Teknologi Geologi UPN “ ini bertempat di Taman Budaya Yogyakarta(TBY) Rabu malam (24/04).

Present Break merupakan rangkaian dari peringatan Hari Bumi yang telah direncanakan oleh panitia sejak Bulan Oktober. Aman, Ketua Pelaksana, mengatakan konser ini merupakan penutup rangkaian dari enam acara peringatan hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April. “Sebelumnya ada opening di daerah Nol Kilometer, penghijauan di Gunung Kendil Wonosari, ada lomba essay se-Jogja sama se-Jateng, persembahan berupa maket Geologi, terus ada Seminar Nasional, dan yang terakhir itu closingnya ini di TBY”

Konser ini ditata dengan tema dan konsep yang menarik. Bintang tamu dengan aliran musik yang selaras membuat penonton dapat menikmati sajian musik sejak band pembuka. Dari awal, pesan-pesan untuk lebih memperhatikan bumi ditayangkan dalam bentuk video animasi yang menceritakan fakta-fakta dan resiko yang akan terjadi jika bumi terus dirusak seperti saat ini.

Batiga memulai konser pada pukul 19.30 dengan gubahan lagu OST Petualangan Sherina. Dengan aransemen yang apik, band yang memiliki kepanjangan Balada Hati Galau ini membuat kita mengingat masa kecil kembali. Setelah menyanyikan lagu-lagunya sendiri seperti “Percuma” dan “Berharap” band asal Jogja ini kembali menutup penampilannya dengan OST Petualangan Sherina yang berjudul “Persahabatan”. Di sela-sela penampilan bintang tamu yang hadir saat itu juga kembali diputar beragam video animasi yang mengingatkan kita bahwa pertumbuhan manusia dan teknologi perindustrian yang semakin cepat, akan semakin cepat pula membunuh bumi.

Band selanjutnya, Koala membuka penampilannya dengan video bumper buatan lotuscinema, berlatar pantai yang berisi perkenalan personilnya Monik (vokal), Uta (gitar), Dita (keyboard), Arya (bass), dan Ata (drum) yang merupakan alumni SMA 3 Yogyakarta. Pemain tambahan yakni Danu pada violin memberikan warna yang berbeda pada band ini. Selain menyanyikan lagu “Firasat” yang menjadi salah satu soundtrack film Rectoverso, Koala juga menghibur penonton dengan karya-karyanya, seperti single terbarunya “Have You” dan satu lagu lagi yang secara spesial, untuk pertama kali dirilis dan diperdengarkan langsung untuk para penggemarnya. Penampilan apik Koala ditutup dengan sebuah lagu yang sangat sesuai dengan tema hari bumi, lagu yang mengingatkan kita untuk hemat energi demi masa depan.

Teriakan para wanita mulai meninggi ketika nama seorang penyanyi bertubuh besar ini dipanggil. Ya, Tulus, penyanyi asal Bandung dengan setelan hitam-hitamnya sukses membuat riuh gedung berkapasitas seribu orang ini. Dibuka dengan lagu “Teman Pesta” dan “Jatuh Cinta” penyanyi yang sedang naik daun ini menyampaikan bahwa dia sangat ingin tampil di Jogja, “karena banyak lagu yang saya tulis disini”, ucapnya. Dilanjutkan dengan lagu yang juga dari album debutnya, Tulus mendendangkan kritiknya terhadap kedua temannya yang kemudian diberi judul “Tuan Nyonya Kesepian”. Setalah mennyanyikan lagu John Mayer “I’m Gonna Find Another You” dalam mode akustik, Tulus kembali menaikkan beat-nya dengan lagu “Diorama” yang dibuat saat ia berkunjung ke candi Prambanan dan “Kisah Sebentar” yang menceritakan cerita cinta yang tak bertahan lama. Tulus sempat mengajak sebuah keluarga ikut naik ke atas panggung, keluarga Pak Rono yang merupakan abdi dalem di kraton Yogyakarta yang juga masuk dalam klip “Teman Hidup”. Keluarga Pak Rono merupakan sebuah keluarga yang menurut Tulus membuatnya banyak belajar tentang kehidupan. Setelah menyanyikan “Teman Hidup” yang dipersembahkan spesial untuk keluarga Pak Rono, sebagai pamungkas lagu, “Sewindu” didaulat sebagai penutup penampilan Tulus. Encore ini diiringi dengan teriakan penonton yang hanyut dalam nuansa galau yang dilarutkan Tulus dengan suara khasnya.

Akhirnya bintang tamu utama yang dinanti-nanti pun datang, keriuhan semakin menjadi ketika Glenn Fredly tanpa basa-basi langsung menunjukkan kualitasnya. Didukung oleh band pengiring tetapnya, Bakuucakar, Glenn langsung menyanyikan tiga lagu sekaligus. Dimulai dengan satu nomor lawas dari “Chrisye “Kala Cinta Menggoda” ”yang dinyanyikan dengan sangat energik, dilanjutkan dengan “Cinta dan Luka” yang diiringi tiupan Saxophone yang indah oleh Nicky Manuputty, disambung dengan “”Belum Saatnya”” yang juga di aransemen dengan sangat atraktif, seakan menjatuhkan pernyataan bahwa lagu cinta harus mendayu-dayu dan cenderung ‘’letoy’’.

“Selamat malam Jogja? Piye kabare?”, sapa penyanyi yang sudah menelurkan 13 album ini disambut riuh para penonton. Lagu selanjutnya diangkat dari album terbaru Glenn Luka Cinta dan Merdeka yang diproduksi secara independen. “Sabda Rindu” menjadi pengantar yang tepat untuk lagu “Malaikat Juga Tahu” yang juga menjadi OST Rectoverso.

“Lagu yang dibuat dari hati pasti sampai ke hati” ucap Glenn. Seakan tak ingin penontonnya terlalu larut dalam suasana haru, penyanyi yang mendukung eksistensi Lokananta ini kembali membangkitkan gairah cinta dengan “Terpesona,” disusul dengan ”Terserah” dan “Salam Bagi Sahabat.” Penampilan atraktif Glenn tak terasa sudah mengalir selama satu jam. Ditutup dengan lagu “You’re My Everything” dan pelukan pada salah seorang fans wanita yang memberikan bunga padanya, sukses menciptakan momen yang membekas kepada penonton yang hadir malam itu. [Warning/Bahar]

Event by : Teknik Geologi UPN

Venue : Gedung Hall TBY

Date: April 24, 2013

Man of the match : Video Pesan Hari Bumi di jeda konser

Rating : ●●●

;

20130425-231203.jpg

;

Foto-foto konser ini bisa diakses disini

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response