close

Cloudburst, Mencabik Estetika Kecantikan Lewat Crying of Broken Beauty

img_0333
Cloudburst
Cloudburst

 

Dewasa ini, ranah musik kelas dua kian intens merampas perhatian dari pendengar dalam berbagai genre. Usai Warmouth, jagoan hardcore/grind/crust berhasil mengokupasi telinga pencinta musik berketukan cepat via Pariah, kini giliran rekan sejawatnya, Cloudburst yang sudah berancang-ancang meledakan debutnya, yakni Crying of Broken Beauty pada 29 Oktober 2016 mendatang melalui label Samstrong Records. Debut album dari unit hardcore/metal-punk asal Jogjakarta tersebut nantinya akan dirilis dalam format CD dengan jumlah yang sangat terbatas, 150 keping.

Dalam menyambut lahirnya Crying of Broken Beauty, akhir September lalu telah rilis single pertama berjudul “Restless Piledriver” melalui akun Bandcamp resmi Cloudburst. Band yang sering membakar panggung musik keras di Yogyakarta itu sebelumnya sudah merilis demo berjudul Dead pada 2014 silam; berisi tigabelas nomor bertempo cepat, penuh emosi nan destruktif. Criying of Broken Beauty bak sebuah diorama rasa sakit yang bersifat naratif; jarang dijumpai dalam kebanyakan album hardcore kebanyakan.

Gebukan drum yang meledak-ledak serta raung gitar yang menyayat bakal Cloudburst sajikan berdampingan dengan karakter vokal penuh amarah dalam debut penuhnya. Pendengar diajak memasuki dimensi mengerikan melalui naskah bernas dalam muatan lirik pembunuhan ganda; sarat akan kesan muram dan kejam. Manifestasi sadis tentang kisah seorang suami yang mengintai nyawa mantan istrinya sebelum menghabisi nyawanya sendiri direpresentasikan dalam muatan lirik sejatinya membuat rasa penasaran semakin tak tertahankan.

Album ini menggabungkan rasa urgensi, intensitas, kekacauan dan kemarahan yang dibangun secara rinci oleh J. Yudha (drum), Riddho N. (bass), Mahreza E. (gitar), dan A. Okta (vokal).  Mendengarkan Crying of Broken Beauty laksana sedang dipaksa menginjak pedal gas yang satu-satunya cara untuk menghentikannya tidak lain dengan menabrakkannya ke tebing batu di sisi jurang yang curam. Cepat dan beringas tapi tetap mampu mengartikulasikan amarah dalam melodi. Sebuah debut menjanjikan dari kuartet pemuda bengal kota Yogyakarta ini sangat patut untuk dinantikan. [WARN!NG/Reno Surya]

Trailer dari Crying of Broken Beauty bisa Anda simak di sini.

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.