close

Coldiac dan Upaya Penafsiran “Wreck This Journal”

#ColdiacWTJ Artwork
Dok. Coldiac

Dua tahun mungkin adalah umur yang sangat muda bagi sebuah band, namun band yang masih bisa dibilang baru ini telah membombardir khalayak muda penikmat musik dengan pelbagai propagandanya dalam mengenalkan karya mereka.

Coldiac, mungkin sebagian orang sudah terasa familiar dengan nama baru ini. Band yang identik dengan Sambadha Wahyadyatmika (vokal & gitar), Mahatamtama Arya Adinegara (vokal & gitar), Derry Rith Haudin (synth), Bhima Bagaskara (bas), dan Judha Widhita (drum) ini telah menelurkan album perdananya Heartbreaker bersama GZZ Records pada 10 Desember 2016 lalu. Coldiac dirasa cukup sukses mendulang publik dengan musikalitas dan estetika visual yang serba kuning sehingga menciptakan kesan melekat pada band asal Malang ini.

Setelah melewati 5 bulan pasca rilis, tepatnya pada tanggal 22 Juni 2017, Coldiac kembali dengan sebuah single baru di luar album Heartbreaker berjudul “Wreck This Journal.” Masih dengan hasutan nuansa pop, single ini dikemas dengan sangat hati-hati oleh Coldiac.

“Kami sangat menyakralkan “Wreck This Journal.” Lagu ini punya makna sangat dalam untuk masing-masing personil dan orang-orang yang pernah ada dalam kehidupan kami. Walaupun dengan lirik cukup lugas, namun justru kelugasan itulah yang mengartikan makna sesungguhnya dari lagu ini. Purity,” papar mereka dalam rilis pers yang diterima WARN!NG.

Judul pada single teranyar Coldiac ini memang terinspirasi dari sebuah buku yang juga berjudul Wreck This Journal karya Keri Smith. Bukan tanpa alasan, namun memang buku ini adalah sebuah simbol dalam kisah nyata yang dialami salah satu personil Coldiac.

Untuk menambah kesakralan lagu tersebut, Coldiac untuk pertama kalinya merilis karya musik bersamaan dengan pembuatan video musik.

“Kita memilih libur dulu dari jadwal manggung di bulan puasa, karena memang kita pengen fokus untuk menciptakan sebuah karya visual yang bisa ikut membangun mood seseorang ketika mendengarkan dan nonton music video ini,” tambah mereka.

Video musik “Wreck This Journal” hadir dengan konsep purity, semiotic, ataupun memories tentang kehadiran, kepergian, melepaskan, dan keterpaksaan untuk mengikhlaskan.

Selain itu, video “Wreck This Journal” dikemas dengan sesuatu yang berbeda dengan video musik pada umumnya dan belum pernah dilakukan Coldiac sebelumnya, yakni konsep portrait video. Konsep tersebut mempertegas karakter pemfiguran pada setiap talent dan memperkuat karakter estetika pada art property yang mendukung keseluruhan konsep dan pesan dalam video tersebut.

Video musik ini juga terinspirasi dari sebuah aksara yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jawa. Sebuah kalimat sastra jawa dalam aksara jawa yang berbunyi, “kadyo sonya lingsir wengi” atau yang bisa juga diartikan dengan “bagaikan kesunyian/sepi di sepertiga malam.”

Selama ini mungkin para personil Coldiac selalu tampil dengan dandanan “cool boys” dalam setiap penampilannya di panggung. Namun dalam video musik ini Titi Savitri sebagai fashion stylist berhasil merubah penampilan mereka dengan sangat kontras. Kesan theatrical pun sedikit banyak sangat terasa mendukung konsep secara keseluruhan. [WARN!NG]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.