close

[Album Review] Deadsquad – Profanatik

dead squad
Dead Squad - Profanatik
Dead Squad – Profanatik

 

Armstretch Records

Watchful Shot : Ode Kekekalan Pusara Patriot Moral Prematur

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Penantian panjang usai sudah, lahirlah jua kitab kedua dari salah satu dewa death metal Indonesia, the Almighty Deadsquad. Bertajuk Profanatik, mereka mencoba memuaskan hasrat para pasukan mati yang haus akan darah karya baru.

Masih mengusung genre technical death metal, mereka memanjakan telinga penikmatnya dengan musik secepat peluru yang merasuk rapih berjajar berurutan. Dibuka dengan single terbaru mereka “Ode Kekekalan Pusara”, kita akan digiring menuju sembilan ikat tatanan notasi yang dikandung dalam ayat-ayat kitab Profanatik. Lagu ini dibuka dengan petikan gitar yang gelap ditandem dengan violin yang menyayat, membangun sinergi menghantar hentakan drum Ghorust yang melesat menyeret notasi yang kaya nada. Dengan lirik tentang kematian, ode ini dibangun untuk persembahan dua kawan, Joni Kobra dan Rio Rottrevore, yang meninggal menuju kekekalan.

Bulir lagu ketiga dilayangkan dengan intro potongan yang menggoda. Bertahta nama “Natural Born Nocturnal”, lagu ini sepertinya dibangun untuk menyambung kesuksesan “Manufaktur Replika Baptis” yang menyisipkan clean guitar dan nada cantik di tengah lagu. Petikan gitar solo Joppie Item sebagai gitaris tamu mencoba membangun nuansa manufaktur yang sedikit gagal tanding. Band yang pernah diperkuat seorang gadis cantik sebagai gitaris ini pun tak lupa memberikan kejutan dalam album terbarunya, yaitu lagu dari Jimi Hendrix berjudul “Fire” yang  digubah dengan gaya Deadsquad yang mematikan, semakin membakar album ini.

Sedikit kritik, dalam album ini tampaknya vokalis Daniel Mardhany, yang didaulat menuliskan ayat-ayat doa dalam kitab, sedikit kehilangan sentuhannya. Kalimat-kalimat panjang yang (hampir) lengkap, dengan semiotika yang kurang dalam, membuat album ini sedikit asing ketika berkaca pada Horror Vision. Ayat-ayat itupun tampak sedikit dipaksakan untuk masuk ke dalam lagu, hal ini sedikit banyak membuat nada-nada yang dibangun dari empat personil lain seperti dilapisi suara sumbang yang kurang tepat waktu. Namun sedikit harapan muncul ketika “Patriot Moral Prematur” berkumandang. Lirik yang tampaknya masih tersentuh nuansa Horror Vision. Rentetan nada cepat rapih yang dibalut ayat dengan semiotika pendek namun dalam dan mematikan membuat nomor yang satu ini patut dijadikan panutan dalam membuat lagu ideal.

Di samping semua itu, lagu-lagu dalam materi album ini kurang lebih masih mengasyikan untuk dinikmati. Lirik-liriknya pun mengandung makna yang dalam dan menggugah pemikiran, ketika kita mampu menelisik lebih jauh. Suguhan death metal kelas atas dan tidak membosankan seperti ini nampaknya masih langka dan perlu dikembangkan dalam kancah musik metal di Indonesia. All hail, Indonesian Death Metal! In death we trust, in brutality we blast! [WARN!NG/Bayu Pratama]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.