close

Debut Album dari Kolaborasi Alami Mooner

 

Proyek kolaborasi memiliki tingkat kesenangan yang bermacam rupa. Menjadi obat penghilang penat di tengah kesibukan bersama proyek utama sekaligus melepaskan kreasi yang mungkin tertahankan. Hal tersebut nyatanya dipahami betul oleh Mooner, kuartet heavy-rock asal Bandung.

Melalui debut album bertajuk Tabiat, Mooner berupaya membuktikan bahwa keberadaan mereka adalah sebuah hasil kolaborasi yang terlahir secara alami. Bermula dari jamming iseng antara Absar (The Slave), Tama (Sigmun) dan Rekti (The Sigit) yang berkegiatan dalam lingkungan musik dan skateboard yang sama. Proses pembuatan album memakan waktu selama 1 tahun dengan memanfaatkan waktu luang di Red Studio Bandung dan dikerjakan dengan suasana santai. Hasilnya yakni 12 (duabelas) lagu bernuansa heavy-rock laiknya band-band rilisan Vertigo dan Akarma Records, hingga AKA dan juga Panbers.

Kendati demikian, Tabiat jauh dari kesan mereplikasi influence mereka. Absar membuat sebagian besar musik dalam album ini menggunakan gitar. Masih kental dengan warna stoner-rock yang menjadi ciri khasnya saat masih tergabung dalam The Slave. Namun kali ini pemilihan nada dalam riff ciptaannya sarat dengan nuansa ‘ketimuran’ yang berakar dari tanah kelahirannya di kota Padang.

Tama bermain sangat lepas menghantam drum tanpa beban, yang menjadi salah satu unsur pembawa suasana dalam setiap lagu yang terdapat di dalam album ini. Irama lagu dibawa cepat dan pelan sesuai dengan interpretasi dirinya terhadap riff gitar buatan Absar.

Walaupun memilih tidak bernyanyi dan sembunyi di balik suara distorsi gitar menggunakan bass, Rekti masih mencoba memberikan kontribusi yang berarti melalui lirik dalam bahasa Indonesia untuk kali pertama. Ia juga bertanggung jawab dalam proses mixing dengan bantuan Avedis Mutter dari Rebuilt 40124 Studio.

Salah satu hal yang menonjol dalam album Tabiat adalah balutan suara Marshella Safira (Sarasvati). Seolah menjadi benang merah bagi keragaman gubahan musik yang ada. Misal, lagu yang berirama cepat seperti pada “Seruh” terdengar begitu merdu sekaligus menghentak. Sedangkan dalam lagu yang pelan dan kelam seperti “Ingkar”, suara Marshella dapat mengimbangi heaviness dari musik latar tanpa harus kehilangan keindahan suaranya yang lembut.

Tabiat akan menarik untuk disimak karena masing-masing personil menghadirkan sesuatu yang berbeda dari apa yang mereka pernah lakukan dalam habitatnya. Rilisan ini akan tersedia dalam format CD dan digital (iTunes, Spotify, Google Play, dan yang lain). Format kaset dibuat dalam jumlah yang terbatas dan hanya bisa didapatkan melalui bundling package (berisi CD, kaos dan kaset). [WARN!NG/Muhammad Faisal]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response