close

Demajors di Java Jazz 2017

IMG-20170228-WA0000

 

Sebagai satu-satunya label yang setiap tahun menggelar panggung di Java Jazz Festival, tahun ini Demajors kembali hadir lewat #demajorstage. Tentunya dengan pengisi yang segar dan menarik. Di booth ini, seperti biasa akan ada meet and greet dari pengisi acara setiap harinya.

Pada hari Jumat tanggal 3 Maret, THE BFG (Nadine Adrianna, Raihan Ardisoma, Vico Wibowo, Sean Zufar) didapuk sebagai pembuka #demajorstage di Java Jazz Festival tahun ini. Kemudian ada Junior Soemantri yang telah merilis album Melaju (2016). Pernah menyatakan jatuh cinta terhadap musik pop era ‘50an-‘60an. Ini juga yang menyebabkan sering munculnya tembang lawas milik Oslan Husein, Bing Slamet dan lain-lain sebagai bagian dari song list-nya saat manggung. Dilanjutkan kemudian oleh Danilla, biduan yang mulai sedikit tenar setelah album hibrida menggairahkan antara pop, swing, dan jazz, Telisik (2014), ini sedang bersiap untuk merilis album solo keduanya. Lalu AHSP (Andre Harihandoyo and the Sonic People) yang baru saja merilis EP berjudul Time, termasuk lagu “Impostor Heart” yang menjadi ost. Headshot. Dan terakhir ada unit pop berlirik puitis, FOURTWNTY yang punya penggemar dari berbagai kalangan dan berbagai daerah ini siap membuat hati tenang sebagai penutup hari.

Tanggal 4 Maret, #demajorstage akan dibuka oleh Mahesa and Friends. Mahesa adalah sosok drummer yang telah malang melintang di dunia jazz Indonesia sejak berumur 8 tahun dengan banyak prestasi. Lalu Adinda Shalahita pengusung pop, R&B, dan soul yang segera merilis album solo kedua. Dilanjutkan oleh Mutiara, singer/songwriter muda berbakat ini meramu pop yang berbalut blues kental dan telah dirilis lewat EP bertajuk Gasebu (2016). Kemudian ada Keubitbit, unit pelestari unsur Aceh lewat fusion. Deredia yang bertemakan pop klasik Indonesia era ‘50an, telah merilis album Bunga & Miles (2016) tepat saat Java Jazz setahun yang lalu sebagai penutup #demajorstage hari itu.

Hari terakhir, 5 Maret, #demajorstage akan diisi oleh Sisitipsi yang beramunisikan nomor-nomor pop pemabuk sebagai pembuka. Lalu Asteriska, yang telah merilis Distance (2015) sebelum karirnya di BARASUARA melejit, sebagai performer berikutnya. Kemudian Grace Sahertian yang telah merilis album penuh warna dan eksplorasi bertajuk Hela (2016). Dilanjutkan oleh Dhira Bongs yang merilis album solo kedua berjudul Head Over Heels juga di tahun lalu. Dan I Know You Well Miss Clara penganut experimental dan progressive jazz yang telah menyebarkan album Chapter One (2013) ke seluruh dunia sebagai yang terakhir di #demajorstage Java Jazz Festival 2017. [WARN!NG/Muhammad Faisal]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.