close

Desmond Tutu Apresiasi Film Senyap

Desmond Tutu
Desmond Tutu

Setelah melihat film Senyap, Uskup Agung sekaligus penerima Nobel Perdamaian asal Afrika Selatan Desmond Tutu tergerak untuk menulis mengenai genosida di seluruh dunia sekaligus mengapresiasi film “Senyap” tersebut. Dalam tulisannya yang dimuat di Huffington Post dan sebuah laman web Thecommunity.com, Desmond mengapresiasi “Senyap” dan “Jagal”. Dua film tersebut merupakan karya Joshua Openheimer.

“Dua karya Joshua tersebut merupakan film yang berani. Bukan hanya karena mengungkap genosida lebih dari satu juta orang Indonesia pada 1965-1966, tetapi juga karena pembuat filmnya berani untuk yakin bahwa siapapun akan peduli mengenai kematian sekelompok “komunis” di belahan dunia lain yang terjadi pada saat banyak dari kita belum lahir,” ungkapnya dalam tulisan yang ditulis bersama Mary Wald tersebut.

Melihat situasi dunia pasca pembantaian massal 1965 di Indonesia melalui film Senyap, uskup kulit hitam pertama di Afrika Selatan tersebut juga berharap agar seluruh umat manusia harus berani untuk menguak tabir-tabir kebohongan sejarah yang tersimpan sejak lama.

“Pada saat kita dipenuhi rasa muak, kita harus mendorong diri kita untuk mengajukan pertanyaan, mencari kebenaran, dan bertindak saat kita bisa. Sementara, untuk menghentikan kegilaan massal di dunia ini akan menjadi jalan yang panjang, mengajukan pertanyaan-pertanyaan akan meletakkan kaki kita di jalan yang benar,” tutur Desmond dalam tulisan tersebut.

Senyap merupakan salah satu dari dua film karya Joshua Openheimer yang telah diakui oleh banyak pihak dan memenangkan banyak penghargaan termasuk penghargaan Festival Film Venice dan Berlin Internasional Film Festival. [WARN!NG-Prasetya Nandi]

 

Baca tulisan Desmond Tutu -> The Look of Silence: Finding our Humanity in the Face of Genocide

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.