close

Doggy House Records Day, Panjang dan Memuaskan!

fstvlst5

Cukup satu kalimat untuk mendeskripsikan sebuah konser yang berlangsung selama enam jam dengan sembilan line-up yang diadakan untuk merayakan rilisnya 13 lagu dalam kompilasi V/A Doggy Barks #1 kemarin: Panjang dan Memuaskan!

DPMB fet heruwa  © Warningmagz
DPMB fet heruwa © Warningmagz

Konser launching kompilasi pertama Doggy House Records yang diberi tajuk Doggy House Records Day (DHRD) sukses dibanjiri penonton. Tidak, bukan semata-mata karena venue konser ini menyusup di tengah kemeriahaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY26) hari itu (04/09). Saya kira walaupun diadakan di puncak langgeran pun, konser rilis ini akan tetap ramai penonton.

Bagaimana tidak, Doggy House Records dengan perkasanya mengumpulkan band-band ciamik asal Jogja, tidak hanya dalam satu keping CD, tapi juga dalam satu panggung. Hebatnya lagi, walaupun memainkan musik dalam genre yang berbeda-beda, tensi pertunjukkan bisa dibilang stabil. Sepanjang konser yang berlangsung dari sore sampai cukup malam itu, penonton tetap meriah, venue tetap penuh, euphoria tetap membara.

Irama pop renyah yang ear catchy dari Summer in Vienna mengawali line-up panjang konser ini dengan membawakan 5 nomor. Diantaranya adalah “Marshmallow Cheeks”, “Malas”, dan juga “Squirrels” yang masuk ke dalam kompilasi. Setelah itu, “They Day You Went Away” versi Morning Horny mengawali enam nomor di setlist mereka. Di CD kompilasi, Morning Horny urun satu nomor berjudul “Masih Muda”. Keriaan panggung sore hari diakhiri oleh Indigo Moon yang langsung menampilkan “Somewhere In The Bottom”. “Day Break” mengakhiri setlist mereka, disusul sautan adzan maghrib dari masjid-masjid sekitar.

Tak berapa lama, masih dalam suasana surup, muncul duo yang namanya kerap dihubung-hubungkan dengan klenik dan semacamnya, Rabu. Nomor-nomor seperti “Dru”, “Baung”, dan “Semayam” menyuara dalam sorot lampu merah dan kepulan asap smoke gun, dilatari reruntuhan istana Taman Sari yang horor dan megah sekaligus. Malam itu Rabu juga menampilkan cover “Panggilan dari Gunung” milik dedengkot folk Indonesia –Wednes menyebutnya begitu—, Iwan Fals. Untuk kompilasi ini, Rabu urun lagu “Doa Renjana”, nomor yang merapalkan harapan dari barisan yang sia-sia.

Gelap langit malam di atas Ngasem yang baru saja hadir kemudian disambut Gerap Gurita. Band beraliran irish punk ini membuka penampilan dengan tembang “Nenek Moyangku (Perompak)”. Gerap Gurita cukup menarik perhatian dengan alat musik mereka yang menarik. Sayang sekali ajakan vokalis kepada penonton untuk berdiri tidak mendapat tanggapan. “Flaming Day” menutup setlist mereka.

Rampung dengan irish punk, raungan mebahana dari pawang macan lokal mendapat giliran. Seperti yang kita semua sudah tahu, “In To The Row” adalah awal dan “Tong Setan” adalah akhir yang sudah saklek, seperti takbir dan salam dalam sholat. Diantara itu, ada “Hotel Berhala”, “Sangkakala” dan “KANSAS” yang masuk dalam V/A Doggy Barks #1. Sayang sekali, absennya Rudy Atjeh hari itu membuat keliaran Sangkakala terasa sangat berkurang.

Kerumunan festivalist segera meriuh setelah itu. FSTVLST naik dan langsung memainkan “Tanah Indah Untuk Para Terabaikan, Rusak dan Ditinggalkan” yang baru saja dirilis malam harinya –yang juga masuk kompilasi. Farid Stevy malam itu sukses sekali menjadi pemandu koor masal di hampir semua nomor yang mereka mainkan. Di tengah nomor “Menangisi Akhiri Pekan”, musik sempat dihentikan demi memberi ruang seluas-luasnya untuk kerumunan memamerkan suara mereka. “Ayun Buai Zaman” dan “Menantang Rasi Bintang” menyuara setelah itu. Di nomor terakhir “Mati Muda”, bahkan dua buah microphone yang ada di panggung dihadapkan ke penonton, dan FSTVLST mengiringi koor masal yang khusyuk itu. “Jika harus mati, maka matilah…”

Sampailah penonton di sesi hip hop bersama D.P.M.B. yang malam itu membawakan 3 nomor. Khusus di nomor “Team Armageddon”, D.P.M.B menggandeng Heruwa dari Shaggy Dog untuk ikut bernyanyi. Di titik inilah penonton akhirnya terbujuk untuk berdiri dan ikut bergoyang-goyang. Tak dibiarkan duduk lagi, Something Wrong langsung naik memainkan “Matamu Sempal”. Salah satu dedengkot band punk Jogja ini menyertakan “Ora Wedi Getih” di album kompilasi Doggy Barks #1 ini. Total ada 6 nomor dibawakan yang dipungkasi dengan “Satpol Keple”. Sempat terjadi kerusuhan kecil tengah crowd, beruntung segera dihentikan dan konser sukses lancar sampai akhir.

Selain kesembilan band yang tampil hari itu, ada beberapa nama lain yang ada di songlist V/A Doggy Barks #1, yaitu: Shaggy Dog, EveryDay band, WVLV, dan Serigala Malam. Secara keseluruhan, kompilasi ini bisa dibilang adalah rangkuman yang cukup komplit tentang band-band Jogja yang patut didengarkan. Namun CD kompilasi ini hanya dicetak dalam format CD sejumlah 500 keping saja, jadi selamat berburu! [Warn!ng/Titah Asmaning]

Event By: Doggy House Records & Festival Kesenian Yogyakarta

Date: 4 September 2014

Venue: Plasa Pasar Ngasem

Man of The Match: tensi konser stabil dari awal sampai konser berakhir

Warning Level: !!!. 

Photo Gallery, check ->Doggy House Records Day   

DPMB  © Warningmagz
DPMB © Warningmagz
sangkakala  © Warningmagz
sangkakala © Warningmagz
fstvlst © Warningmagz
fstvlst © Warningmagz

 

 

Tags : dpmbfkyfstvlstsangkakalashaggydog
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response