close

[Album Review] Fadhalius – Lentera Jiwa

fdhalius lentera jiwa
Fadhalius – Lentera Jiwa

 

Self Released

Watchful Shot : The Children of Bajang

[yasr_overall_rating size=”small”]

Malang-melintang sejak tahun 1997 dan banyak melakukan pergantian formasi, akhirnya band yang awalnya memainkan black metal ini mengeluarkan sebuah EP berjudul Lentera Jiwa. Dengan rilisnya EP ini, Fadhalius berada dalam puncak formasi yang paling matang, mengubah arah musik mereka menjadi jauh lebih luas. Kini Fadhalius mencoba merambah ranah progressive, epic metal, jazz hingga avant-garde. Penggarapan album ini dikerjakan secara serius sejak tahun 2011 hingga 2012 di Watchtower Studio dan diproduseri oleh mereka sendiri.

EP ini sendiri memuat 3 lagu yang rata-rata berdurasi panjang, yaitu “Mefistopheles (What Are We In Between?)”, “Lentera Jiwa” dan “The Children of Bajang”. Materi yang berada di dalam EP ini telah mengalami perubahan drastis, tidak seperti yang ada pada demo mereka sebelumnya. Dibuka dengan track “Mefistopheles”, nomor ini merupakan yang paling melodius dan berdurasi paling panjang dengan membangun dinamika musik yang sangat cerdik, bagaikan membaca sebuah cerpen atau novel. Track ini ditutup dengan vokal Zuhdi yang memainkan spoken word dengan gaya vokal ala black metal. Nomor ke-2, “Lentera Jiwa”, dibuka dengan reversed riff gitar dan juga menampilkan beberapa nuansa balad dan solo gitar yang manis serta teknikal. Nomor terakhir, “Children Of Bajang”, menceritakan legenda sang Bajang yang berada di area pegunungan Dieng. Masih memainkan dan membangun dinamika musik seperti track pertama dan diisi solo gitar ala guitar hero seperti Steve Vai maupun Joe Satriani.

Secara keseluruhan, EP ini merupakan awal yang sangat baik atas kayanya musik yang dihadirkan. Mendengarkan EP ini mengingatkan kepada band seperti Epica maupun Nightwish yang diberi sedikit bumbu ala power metal serta kekuatan dan beratnya heavy metal, dan permainan dinamika struktur musik ala prog metal. Cerdasnya aransemen musik yang mereka ciptakan serta lirik-lirik bernuansa sastra menjadikan rilisan ini istimewa. Sayang, rilisan ini hanya memuat 3 lagu sehingga kita akan merasa tanggung. Seperti membaca sebuah novel yang bersambung saat sedang seru-serunya. Atau mungkin ini hanya sebatas peringatan awal dari Fadhalius bahwa mereka masih memiliki beberapa materi lain yang lebih berbahaya dan akan kembali dengan sekuelnya dalam waktu dekat ini? We’ll see[WARN!NG/Made Dharma]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response