close

Film Internasional Terbaik 2016 (5-1)

20170101115537 (1)

Back to:

Film Internasional Terbaik (10-6)

 

 

5. Elle

Director: Paul Verhoeven

Cast: Isabelle Huppert, Laurent Lafitte, Anne Consigny, Charles Berling, Virginia Efira

Sepertinya kita lupa mengingatkan Paul Verhoeven kalau masyarakat masa kini lebih mudah terprovokasi. Sehingga baiknya berpikir dua kali sebelum mengawali film terbarunya dengan adegan pemerkosaan brutal. Jujur saja, segala perbincangan yang dimulai dengan film ini akan berujung salah pada derajat tertentu. Sejak adegan pertama itu, Elle secara sporadis mengeksplorasi sekaligus mengeksploitasi Michele, yang diperankan dengan elegan oleh Isabelle Huppert.

Banyak yang mengkategorikan film ini sebagai psychological thriller. Tapi sejujurnya,  resah dan gelisah justru lebih banyak datang dari dalam batin yang tidak bisa memastikan diri untuk membenci atau bersimpati kepada Michele. Elle adalah potret seadanya tentang orang dengan keinginan sederhana. Ia ingin menjadi dirinya sendiri, terlepas dari segala label dan menjalani hidupnya dengan normal. Bagaimanapun caranya.

 

 

4. The Witch

Director: Robert Eggers

Cast: Anya Taylor-Joy, Kate Dickie, Ralph Ineson, Harvey Scrimshaw

Selain horror oktan tinggi dengan film produksi Blumhouse sebagai ujung tombaknya, rupanya film horror yang banyak dimotori oleh karakter seperti The Witch juga banyak menemui kesuksesan. Dari aspek ini, apresiasi khusus harus diberikan kepada Anya Taylor-Joy dan Harvey Scrimshaw. Melalui karakter yang mereka mainkan, film ini dapat dilihat sebagai perjalanan menegangkan menuju pendewasaan yang harus ditempa melalui serangkaian penderitaan.

Pertama kali melihat latar tandus dan dingin The Witch, langsung terasa atmosfir yang serupa dengan The Innocents dan The Haunting, bergumul sedikit dengan aroma okultisme Haxan. Rupanya, tidak butuh waktu lama bagi debut penyutradaraan Robert Eggers ini untuk mendapatkan penghormatan setara dengan tiga judul klasik tersebut.

 

 

3. The Nice Guys

Director: Shane Black

Cast: Russell Crowe, Ryan Gosling, Angourie Rice, Margaret Qualley, Kim Basinger

Petualangan Healy dan March di Hollywood tahun 70-an yang serba funky menjadi sumber tawa paling segar tahun ini. Interaksi antara Russell Crowe dan Ryan Gosling terasa natural sehingga setiap kelakar tersampaikan dengan efektif. Kedua karakter ini sering melontarkan punchline masing-masing, namun komedi sesungguhnya dapat terasa cukup dengan melihat March melamun kosong dengan kumis konyolnya. Begitu pula saat Healy justru meladeni kekonyolan March hingga merusak citra garangnya.

Duet dinamik serba ganjil ini tidak akan lengkap tanpa kehadiran Angourie Rice sebagai Holly yang terseret dalam investigasi gila bapaknya. Kendati memiliki plot berliku sekaliber noir klasik, The Nice Guys tidak berusaha menjadi film yang tidak seharusnya. Kejujuran dan kesadaran diri sendiri ini yang senjata utama film Shane Black.

 

 

2. Arrival

Director: Denis Villeneuve

Cast : Amy Adams, Jeremy Renner, Forest Whitaker, Michael Stuhlbarg

Hal yang paling memikat dari Arrival adalah kelihaiannya membawa cerita yang begitu menyentuh dan personal, dan di saat bersamaan tetap asyik untuk dibedah secara cerebral. Bayangkan versi lain 2001: A Space Odyssey, Solaris, atau Upstream Color yang lebih mudah dicerna awam. Setiap komponen dalam film saling membangun secara organik, meski poros utamanya tetap berada di akting berkelas Amy Adams.

Berbeda dengan Sicario, Arrival tidak akan terus mencengkeram penonton dalam ketegangan. Bukan gaya Arrival pula untuk mengandalkan trik sulap dan plot twist murahan atau menguras emosi secara berlebihan agar mencuri perhatian. Hanya ada perasaan dan pemahaman utuh yang menunggu di akhir pengalaman naratif transendental.

Empat tahun. Enemy, Prisoners, Sicario, dan tahun ini Arrival. Rekam jejak yang cukup impresif untuk memberi optimisme untuk Blade Runner 2049 tahun depan. Denis Villeneuve adalah sejenis sutradara langka yang mampu mempertahankan produktivitas tanpa mengorbankan kualitas karyanya.

 

 

1. La La Land

Director: Damien Chazelle

Cast: Emma Stone, Ryan Gosling, John Legend, J. K. Simmons, Sonoya Mizuno

La La Land bisa membawa penonton berdansa gila mengikuti irama “Another Day of Sun” atau terenyuh lewat olah vokal Emma Stone di nomor “The Fools Who Dream”. Damien Chazelle sukses menghanyutkan kita dalam dunia spektakuler yang terbangun dari mimpi glamor Hollywood dan kenyataan pahit yang harus dihadapi saat mengejarnya.

Emma Stone memberikan performa terbaik sepanjang karirnya, sementara Ryan Gosling meneruskan catatan baiknya setelah tampil gemilang dalam The Nice Guys. Chemistry yang telah teruji di Crazy, Stupid, Love dan Gangster Squad jelas berkontribusi besar untuk mengisi jiwa film ini.

Kecerdasan Damien Chazelle dalam menyusun naskah menjaga La La Land agar tidak terjerumus dalam jurang klise. Sementara Justin Hurwitz, sebagai kolaborator setia Chazelle, tidak kesulitan mengadaptasi komposisi jazz brilian Whiplash untuk turut menekankan faktor spektakuler film ini.

Meski banyak terinspirasi musikal classic Hollywood, La La land bukanlah sekedar daur ulang, terlebih lagi jiplakan. Dengan penggarapan teknis tak bercela, nomor musikal energetik, dan karakter yang mudah mengundang simpati, akan sulit untuk mengusir euforia yang ditularkan. La La Land akan mengembalikan kepercayaan anda pada sinema setelah tahun yang mengecewakan.

 

 

 

warningmagz

The author warningmagz

1 Comment

Leave a Reply to Tonald Drump Cancel reply