close

Film Wiji Thukul Tembus Locarno International Film Festival 2016

Wiji Thukul the movie
Wiji Thukul the movie

Disutradarai sineas asal Yogyakarta, Yosep Anggi Noen, Istirahatlah Kata-Kata bercerita soal masa pelarian penyair Wiji Thukul selepas kerusuhan 27 Juni 1996. Wiji Thukul adalah aktivis buruh rangkap penyair yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Sebelum menghilang pada tahun 1998, Wiji Thukul sempat tinggal di beberapa kota untuk bersembunyi dan lari dari aparat. Wiji Thukul telah meninggalkan rumah sejak Agustus 1996,  dan satu kali bertemu anak beserta istrinya pada 25 Desember 1997. Selebihnya, Wiji hanya pernah sekali melakukan kontak via telepon pada Februari 1998 untuk mengabarkan dirinya sedang di Jakarta. Siapa sangka, itu adalah kabar terakhir yang datang dari pria bernama asli Wiji Widodo tersebut.

Kegentingan masa pelarian di atas lantas diputuskan bakal menjadi inti cerita film oleh para penggarapnya. Produser Yulia Evina Bhara bertutur pada Rolling Stone bahwa sosok lengkap Wiji Thukul sebagai seorang pejuang sekaligus manusia biasa yang teguh keyakinan atas kekuatan lisan dapat ditemui pada tahun-tahun kritis pengungsiannya.

Film berdurasi 97 menit ini adalah debut kedua Yosep Anggi Noen sebagai sutradara di Locarno International Film Festival setelah sebelumnya berhasil memutar perdana Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya pada 2012 silam. Istirahatlah Kata-Kata masuk ke dalam seksi Concorso Cineasti del presente yang ditujukan untuk film dari sutradara potensial di seluruh dunia baik film dokumenter maupun fiksi. Dengan judul mancanegara Solo, Solitude, film ini siap bersanding dengan 14 film lainnya berkompetisi mendapatkan Pardo d’oro Cineasti del presente Premio Nescens.

Sosok Wiji Thukul dalam film ini sendiri dihidupkan kembali oleh pegiat Teater Garasi, Gunawan Maryanto. Tak jauh dari karakter Wiji, Gunawan juga akrab dengan penulisan puisi dan pembacaan prosa dramatis. Sederet nama aktor dan seniman teater seperti Arswendi Nasution, Marissa Anita, Melanie Subono, Eduwart Boang dan Davi Yunan juga mengisi posisi pemain.

Selain diputar perdana di Locarno, Swiss, Istirahatlah Kata-Kata rencananya akan pula ditampilkan di Indonesia, dengan sasaran audiens khususnya generasi muda. [WARN!NG/ Adya Nisita]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response