close

FortuNITEly : Sebuah Perjalanan Menyenangkan

_MG_2610

FortuNITEly, judul acara yang disinyalir diambil dari pelesetan kata “fortunately”, mengandung suatu harapan karunia keberuntungan bagi Sri Plecit dalam perjalanan album barunya. Diadakan di Purnabudaya UGM, Jumat (8 Maret 2013), FortuNITEly adalah sebuah syukuran atas kelahiran  full album perdana dari Sri Plecit yang bertajuk Boon Safari. Dengen konsep tematik Boon Safari yang mengumbar gairah kegembiraan pun, Wipti cs tentu ingin launchingnya jugaberjalan menyenangkan. Maka ada panggung dengan dekorasi rumah sirkus, empat band pembuka kemeriahan, dan  sekitar 2000 invite gratis sebagai tiket masuk acara. Sayangnya dengan promo yang sebenarnya cukup mantap,tak sedikit massa yang urung datang karena kekurangan info lokasi tersedianya invite tersebut .

Meski genrenya berlainan, namun terdapat sehelai benang merah yang mengikat karakter musik total ke lima performer malam itu. Tak lain tak bukan ialah peringai iramanya yang ampuh membuat tubuh audiens tak nyaman sekedar berdiam diri atau berpangku tangan tanpa minimal menggoyangkan kedua kakinya. Ajakan joget pertama berasal dari The Kandang, band turun temurun Teknik Sipil UGM yang memainkan lagu-lagu dangdut populer seperti “Suka-Suka”, “Bujangan”, serta mendangdutkan “Datanglah Kemari” dari Sri Plecit. Dataran dangdut berubah menjadi arena tempur setelah giliran tampil Reason To Die , termasuk ketika lagu “Reason To Die” mengundang lebih keliaran audiens sekaligus sempat menunda MC yang hendak on mic. Berikutnya lautan ska sesi pertama dari Apollo 10 yang menggila pada “JRSC” dan “Nostalgila”. Pesta berlanjut, dan armada folk n rock Gerap gurita berderap-derap memacu keriuhan, seperti dalam “Bersama Lagi” dan “Yogyakarta”.

Lampu dipadamkan dan diputarlah album trailerBoon Safari” dengan memaparkan beberapa kalimat pengantar dari kacamata personilnya. Seketika Sri Plecit on Stage, dan crowd kembali mengombak dalam lautan ska sesi ke dua menyambut duo frontman berkemeja corak pantai, Wipti dan Galih yang  mendendangkan “Dance With Me”. Terpancar dari lagu-lagunya yang party’s up, dan menggugah semangat , Sri Plecit adalah salah satu band ska Jogja yang selalu terlihat sarat gairah di atas panggung. Apalagi panggung malam itu jelas akan punya sejarah tersendiri bagi mereka.

Dapat terus bernafas dalam scene musik Jogja yang kokoh dan kooperatif adalah keuntungan tersendiri bagi Sri Plecit. Selain dapat mengundang crowd yang semarak, mereka juga berhasil menghadirkan featuring-featuring menarik malam itu. Diantaranya bersama Rolly Lovehatelove menampilkan “Red Hot Moon” dari Rancid, dan menggandeng Yanto Marapu dalam “One Love” karya Bob Marley. Meski speaker sempat beberapa kali menyemburkan suara pecah  namun lantai dansa terus bergetar hingga single unduhan gratis Boon Safari “Safari akhir Pekan”, serta lagu lama, “Marilah Kemari” menutup perjalanan malam itu. Seperti yang dikatakan oleh Galih di album trailernya bahwasanya Boon Safari dapat diartikan sebagai “perjalanan menyenangkan”, maka begitulah FortuNITEly.[Warning/Soni]

 

Event By :Sri Plecit

Venue : Purnabudaya UGM

Date : 8 Maret 2013

Man Of The Match : Consistently shocking crowd, and Sri Plecit’s desire to make em still shocking

Score : ●●● 1/2

 

© Warning/Tomi
© Warning/Tomi

Foto-foto Konser ini bisa dilihat di http://www.warningmagz.com/?p=379

Tags : apollo 10gerap guritaskasri plecit
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response