close

[Album Review] The Cloves And The Tobacco – The Day With No Sun

tcatt
tcatt

What : The Day With No Sun

Label : WLRV Record

Genre : Celtic Punk, Folk

Watchful Shot : Shamrockville, My Favourite Whiskey, The Railways

[yasr_overall_rating size=”small”]

Kamu tau Flogging Molly? Ya, mereka memainkan irish punk di Amerika. Dan di Jogjakarta kami punya The Cloves And The Tobacco.

The Cloves And The Tobacco (TCATT) menjadi bukti bahwa Jogjakarta yang masyarakatnya terkenal multikultur, juga memiliki musik yang beragam. Lewat debut album The Day With No Sun, TCATT membuktikan bahwa mereka tidak main-main menggeluti sebuah musik khas Irlandia. Ya, Irish punk dijadikan jalan bermusik mereka.

Berbicara tentang arus utama Irish punk atau Celtic punk, maka dua nama besar seperti Flogging Molly dan Dropkick Murphy lah yang akan terngiang dikepala kita. Dan band yang digawangi oleh Adit(vocal), Abiyoga (gitar), Kahfi(bass), Fani Black(Tin Whistle), Kojack (banjo), Koro (drum), serta Pizzt (biola) sendiri cenderung berada di kiblat Flogging Molly.

Album dibuka lewat nomor “Shamrockville”. Harmonisasi peluit dan biola, ditambah dentuman drum dengan beat cepat, tersirat dengan lantang, ‘inilah musik yang kami mainkan’, Irish punk. Memainkan musik seperti ini, tak akan lengkap jika tidak berbicara tentang minuman keras. Dan benar, mayoritas lagu, tak luput disisipi kata ‘drink’ dan ‘whiskey’. Pun tersurat di beberapa judul lagu seperti “Raise Your Glass” dan “My Favourite Whiskey”.

Scene tempat mereka lahir, tertuang dilagu kedua lewat “Cornelist Street”. Dan nomor tersebut selalu dibawakan ketika mereka mengokupasi panggung. Di album rilisan WLRV record ini, juga terdapat satu lagu instrumental berjudul “Dance With The Nurse”. Sebuah nomor sempurna untuk mengiringi dansa mabuk di ruang terbuka.

Tak hanya bersenang-senang, terdapat dua lagu yang berbicara tentang struggle. Lewat “The Widow” TCATT bercerita tentang perjuangan seorang janda menjadi single parent. Suasana di nomor ini pun seketika menjadi gelap. Hal yang sama juga terasa di lagu “Boxing Gloves”, dimana tempo sangat diturunkan. Memang, adanya lagu dengan tempo pelan, menjadikan sebuah album dengan komposisi musik cepat, menjadi komplit. Namun berbicara tentang perjuangan akan lebih sempurna jika dimainkan dengan penuh semangat.

Di nomor ke-enam, “The Railway” sukses menjadi klimaks album ini. Dengan lirik sederhana, mereka menyuguhkan sound yang padat. Dominasi banjo juga menjadi nilai plus tersendiri yang juga menguatkan karakter musik TCATT. Di album yang minim hook ini, “The Railway” sukses menghadirkannya, selain lewat “My Favourite Whiskey” dimana terdapat hook yang sangat catchy. Sedikit berbicara tentang lirik, diksi yang dipakai sedikit kaku, namun Adit, sang vokalis mampu membawakan semua lirik terdengar menyenangkan.

Masuk ke bentuk fisik CD, semua syarat untuk dinyatakan sebagai Celtic punk sudah terpenuhi. Berlatar padang rumput hijau khas eropa, menampilkan daun shamrock, ditambah dominasi warna hijau semakin menyempurnakan konsep yang diusung. Dan inilah The Day With No Sun, dengan 10 track yang disajikan, tak berlebihan jika mengatakan, inilah Flogging Molly versi Jogjakarta. [Warn!ng/Tomi Wibisono]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response