close

[Album Review] Future Collective – Ensemble Instrumental de Contemporaine

future collective
future collective

Future Collective – Ensemble Instrumental de Contemporaine

Label: Wahana Record & Orange Cliff Record (2014)

Watchful Shot : “Distant Beach”, “Students of Empiric”, “Switch On”

[yasr_overall_rating size=”small”]

Membuat karya yang orisinil merupakan perkara gampang-gampang susah. Tidak semua bisa menerapkan konsep alam seperti itu, terlebih bagi seorang musisi. Di tengah kondisi dunia musik yang sedang riweuhnya menghadapi serbuan modernitas, karya orisinil adalah sebuah pencapaian tertinggi. Dan untuk pijakan masa depan, Future Collective melakukannya lewat album debut mereka.

Ensemble Instrumental de Contemporaine adalah tajuk yang dibawakan Sawi Lieu dan Tilda Wison, duo-futuristis ibu kota dalam payung Future Collective. Album ini berbicara tentang banyak hal; retro futurism 60’ dengan balutan spaceage-pop yang bersumbu sentuhan synth jazz sensual. Maka tidak berlebihan jika saya menyebut Future Collective adalah orisinalitas tanpa tendeng aling.

Mendengar karya mereka mengingatkan akan Belbury Poly dengan wajah elektlik klasiknya; sebuah ruang masa lampau minimalis yang bertemu fanatisme. Atau semangat Atlas Sound dalam menemukan daya imajinernya di tengah sekat-sekat bebunyian folktronika The High Llamas. Semua dikemas begitu rapi, terstruktur, dan konseptual.

“Students of Empiric” adalah sebuah kepercayaan diri dalam hentakan mesin drum yang konstan. Irama khas lounge yang ditimbulkan Sawi menimpali porsi ritmis perangkat Tida. Kombinasi terbaik memang tak pernah ingkar janji. Di “Switch On” improvisasi permainan tune keyboard mereka terdengar melodius. Seolah tak ingin berhenti dan terus bermain menyebar nada-nada tendensius laiknya Joe Hisaishi pada a-BET-CITY di tahun 1985. Ada bagian yang menolak nuntuk dilupakan, seperti halnya “Forgotten Love”. Mereka menciptakan komposisi pragmatis namun memperhatikan presisi dengan rinci. Terutama pada bagian inti yang menonjolkan pergantian nada secara sistematis. Aroma Belbury Poly cukup terasa pada konstruksi “Studio Fragments (With Godard)”. Dengan tune yang ramai dan variatif mengingatkan saya pada gebrakan “Scarlet Ceremony” milik Jim Jupp pada albumnya di tahun 2006, The Owl’s Map. Di “Delusion of the Dream”, duo ini membuat celah-celah sendu yang sepertinya ingin mereka nikmati bersama sepercik improvisasi. Mari kita sebut saja “Delusion of the Dream” sebagai abstraksi pengharapan. Karena ketukan perkusi elektrik yang diatur pada level low serta etalase bebunyian fuzz gitar mirip Bradford Cox pantang untuk dilewatkan. Instrumental favorit saya tetap jatuh pada track “Distant Beach”, balada yang terinspirasi coretan graffiti di Paris pada 1968. “Distant Beach” adalah jarak yang dibentuk dengan berbagai konstelasi sound-art. Jarak yang mempertemukan harmonisasi bass a la Talahomi Way dengan Prelude A Summer garapan Andrew Pekler. Dan jarak yang memberi kecanduan audio-visual bagi tiap sudut instalasi.

Future Collective sekali lagi membuktikan bahwa mereka berkarya dengan tingkat kecerdasan orisinil. Retro-futurism yang dijadikan fondasi bermusik memantapkan langkah ke mana setelah ini mereka akan berlabuh. Apakah tetap berada pada jalur yang sudah mereka buat atau mungkin kembali menciptakan dimensi sesuai katarsis individual, itu problema ego mereka. Tapi satu hal pasti, Future Collective akan jadi bentangan konkret sensibilitas momentum di masa lampau dan masa depan. [WARN!NG/ Muhammad Faisal]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response