close

[Album Review] Gagak Rimang Stoned – Adrenalin

gagak-rimang-stoned-457×360
Adrenalin
Adrenalin

Gagak Rimang Stoned – Adrenalin

Wise Wish Records

Watchful Shot : “Muda dan Binal”, “Mutilasi Paradigma”

[yasr_overall_rating size=”small”]

Jika ingin memacu laju, gunakan bensin beroktan tinggi! Pun ketika ingin membakar pesta, gunakan lagu berhentak gemuruh! Gagak Rimang Stoned berusaha mengabulkan ekspektasi tinggi para penikmat stoner rock. Lewat EP keluaran 2013 mereka bertajuk Adrenalin, lima lagu dengan selipan bonus track tampaknya tak begitu berat untuk didengar. Terlebih dengan lirik yang terkesan ‘anak muda’, cukup ringan untuk dicerna dibanding remah-remah biskuit yang mungkin membuat tersedak.

Dari suguhan enam lagu yang tersaji, riff gitar melodius pada tiap lagu maupun hentakan drum cukup memberikan tarikan untuk ber-headbang ria. Dikomandoi vokal Anindito A. P. yang berat, totalitas stoner rock semakin menjadi-jadi. Sayang sayatan-sayatan mereka tak terlalu kaya, masih terlalu Komunal.

Pemicu adrenalin dimulai dengan nomor “A Start to Stoned” dalam satu setengah menit. Liuk-liuk gitar dan drum yang patuh pada ketukan tanpa iringan vokal membuat Anda semakin yakin akan mempercepat laju kendaraan. “Dansa Neraka” dan “Pembangkan Mineral” menjadi menu berikutnya. Lirik pesta pora tanpa batas menjadi ciri khas nomor-nomor itu. Tak terlalu berat memang, namun cukup untuk menjadi pelengkap acara ‘minum-minum’ sambil menghisap lisong. Dengar saja lirik yang begitu ‘anak muda’ ini: “Pegang kendali/ adrenalin memuncak/ hingar bingar// Ayo hantam!” pada “Dansa Neraka” atau “Bentuk barisan/ putar giliran// Mari membakar batang penawar//” pada “Pembangkang Mineral” cukup mendefinisikan komentar orang-orang tua akan kelakuan anak muda.

Nomor “Muda dan Binal” bisa dikatakan sebagai definisi anak muda yang pintar—cerdas dalam perlawanan dan meninggalkan cara konservatif. Riff gitar pada awal lagu tak layak untuk dilewatkan begitu saja. Akan tetapi, jika mendengar liriknya akan sedikit kontradiktif. Pada bait pertama Anda akan diajak menikmati masa muda tanpa berpikir panjang. Sama ketika kita menjalani keseriusan dalam hal konyol laiknya Jackass. Rasa fluktuatif muncul pada bait berikutnya. Perubahan drastis lirik yang terlihat bodoh menuju cerdas ditampilkan. Liriknya begitu tegas sambil diiringi sayatan gitar melodius: “Tinggalkan cara tuamu untuk menghakimi aku// Buang saja persepsimu karena kau tak mengerti//”. Ditambah pula dengan solo gitar yang menarik hati pada bagian akhir membuat nomor ini pantas dijadikan andalan.

Track nomor lima bisa dikatakan titik terendah pada album ini. Meski didaulat pula menjadi nama album, “Adrenalin” tak begitu menarik didengar. Hentakan drum pada awal lagu tak terlalu rapi, ditambah dengan nuansa lirik yang dangkal. Pun ketika masing-masing personel saling meneriakkan bagian reff, terdengar saling bersahutan. Seperti mengedepankan spontanitas. Namun begitu, jika lagu ini digunakan untuk ber-headbang atau moshing, tetap sama enaknya.

Bonus track bertajuk “Mutilasi Paradigma” menjadi penutup EP unit stoner rock asal Semarang ini. Sangat disayangkan jika nomor ini malah didaulat untuk menjadi penghias belaka. Atau supaya album ini terlihat keren, sehingga menyisipkan sebuah lagu sebagai bonus? Komposisi musik yang begitu menarik dan lebih bergizi dari lainnya, tak pantas jika nomor ini dijadikan sebagai ragil.

Dengan musikalitas yang tak begitu mencolok dan fluktuatif, rasanya album ini tak dapat memicu adrenalin secara maksimal atau bahkan kendaraan tak bakal terpacu pada 100km/h. EP dari grup bentukan tahun 2009 oleh Anandito A.P (vokalis), Torry Satriawan (bass), Yanuar Gembz Kuriniawan (gitar) dan Aswin Yanuardi (drum) belum boleh kebut-kebutan. [WARN!NG/Yesa Utomo]

Tags : gagak rimang stonedreview album
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response