close

Gardika Gigih Rilis “Kereta Senja” Untuk Awali Album Penuh

Gardika Gigih saat rekaman album Nyala 25 dan 26 juni 2016 lalu. Foto Mufqi Hutomo (highres)

Jelang rilis album perdananya Nyala dalam waktu dekat, komponis asal Yogyakarta Gardika Gigih merilis single pertama bertajuk “Kereta Senja”. Lagu ini dirilis sebagai representasi format bermusik Gigih yang akan ia usung di album debutnya nanti.  Nyala akan dirilis dalam bentuk digital dan cakram padat oleh Sorge Records, sebuah label rekaman berbasis koperasi dari Bandung.

Lagu yang berdurasi lebih dari sembilan menit ini mempunyai banyak perubahan nuansa. Dari segi instrumentasi pun lagu ini termasuk yang paling kaya dan lengkap. Gardika Gigih juga mengakui bahwa tempo lagu ini naik turun, “kereta Senja dipilih jadi lagu yang pertama kali dirilis karena paling merepresentasikan isi album,” ujarnya Senin, 13 Februari 2017 via rilis pers yang diterima WARN!NG.

“Kereta Senja” dan beberapa lagu lain di album Nyala direkam langsung (live) di ruang seminar Koendjono, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta pada 25-26 Juni 2016 lalu oleh tim rekambergerak. Hasil rekaman diramu dan difinalisasi oleh Gatot Danar S. dan Bayu Prasetyo. Di album ini, Gigih juga melibatkan banyak musisi lain. Adapun para musisi yang turut berkontribusi dalam pembuatan Kereta Senja adalah Suta Suma Pangekshi (biola), Dwi Ari Ramlan (viola), Alfian Aditya (cello), Wasis Tanata (drum), Febriann Mohammad (gitar), Desti Indrawati (mezzo sopran), Nurhana Azizia Latief (sopran), dan Ananda Badudu (vokal).

kereta senja artwork @gatagitu

“Kami tertarik menggarap album Gardika Gigih karena menurut kami musik dia bagus. Pada dasarnya dia adalah komponis, lalu keluar jalur jadi nge-band, secara konsep menarik. Kami juga belum pernah menggarap dan memasarkan album yang sebagian besar musiknya instrumental, itu jadi sebuah tantangan bagi kami,” kata pendiri Sorge Records Eky Alkautsar.

Gigih adalah komponis dan pianis lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Ia belajar keyboard sejak SD dan mulai memainkan piano sejak SMA. Di kampus ISI selama empat tahun sejak 2007 ia belajar membuat komposisi. Kendati punya latar belakang musik akademik, dalam bermain dan berkarya Gigih lebih suka mengandalkan emosi dan perasaan. Dalam pembuatan album Nyala, ia malah menjauhi buku not dan partitur. [WARN!NG/Titah AW]

 

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response