close

Ghaust Siap Lepas Rilisan Terakhir

ghaust

 

ghaust - burning all the gold
ghaust – burning all the gold

Bagi sebuah band, melepas karya adalah wujud tanggung jawab moril yang sepenuhnya musti dilaksanakan. Hal tersebut dipahami betul oleh Ghaust—kolektif instrumental hardcore/post asal ibukota. Selepas kepergian sang drummer, M. Edward Pedrico atau biasa disapa Edo pada Mei 2016 lalu karena insiden kecelakaan motor, Ghaust yang tinggal diwakili Uri A. Putra resmi membubarkan diri.

Dalam laman resminya, Uri mengatakan bahwa kepergian Edo menjadi kehilangan telak secara personil juga karir band yang dibentuk sebelas tahun silam ini. Meski demikian pengalaman selama sebelas tahun eksistensi di dunia hardcore memberikan kesan yang mendalam bagi Ghaust secara keseluruhan.

Sebagai bentuk dedikasi dan penghormatan terhadap sosok Edo juga kepada para pihak yang mendukung keberlangsungan karir Ghaust, pada bulan Agustus mendatang akan dilepas sebuah rilisan terakhir dari mereka bertajuk Burning All The Gold. Materi ini tersusun atas kompilasi beberapa track Ghaust yang diambil dari format CD serta split vinyl. Memuat 4 (empat) buah track dan satu komposisi gubahan Morgue Vanguard (eks-Homicide), dengan total durasi selama 33 menit.

Burning All The Gold menggambarkan corak musik yang berat dan bernas. Mengkombinasikan beragam genre dari metal, heavy rock, hardcore punk sampai post rock. Keseluruhan lagu di rilisan tersebut menegaskan karakter bermusik Ghaust; dibentuk dengan kesempurnaan harmoni dan melodi yang kompleks. [WARN!NG/Muhammad Faisal]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.