close

Gitaris Black Sabbath Minta Jokowi Ampuni Terpidana Mati

99640304_Riff_241726c
Tony Iommi
Tony Iommi

Dukungan pada pembatalan eksekusi mati atas Myuran Sukumaran dan Andrew Chan kembali terlontar dari kalangan musisi cadas internasional. Kali ini giliran gitaris Black Sabbath, Tony Iommi yang berupaya membujuk Presiden Jokowi untuk mengampuni dua terpidana kasus narkoba asal Australia tersebut.

Permohonan itu dikemukakan Iommi melalui sepucuk surat yang telah diterjemahkan dan diantar pejabat pemerintah Australia ke kantor Presiden Jokowi di Jakarta, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald pada Rabu (4/3) kemarin.

Dalam surat itu, Iommi menyanjung langkah kebijakan orang nomor satu di Indonesia tersebut dalam upaya memberantas penyalahgunaan narkoba, namun ia melihat bahwasanya sistem jeruji besi yang diterapkan faktanya sudah cukup memberikan dampak positif pada Myuran dan Andrew.

“Saya memohon kepada Anda, sebagai seseorang yang pemaaf, untuk memperhatikan perubahan dalam diri mereka. Mereka sekarang adalah pria yang berbeda, yang turut membawa perubahan positif bagi kehidupan rekan-rekan mereka di penjara,” tulisnya.“Perubahan yang telah mereka alami adalah kredit yang nyata bagi pemerintah lndonesia.”

Iommi meneruskan,“Perkenankan mereka untuk menjalani hukuman seumur hidup, tempat mereka dapat berkontribusi pada kesejahteraan lndonesia dan memperbaiki kesalahan yang pernah mereka buat sebelumnya. Saya harap Anda akan mempertimbangkan permohonan pribadi ini.”

 Tergabung dalam komplotan penyelundup narkotika Bali Nine, Myuran dan Andrew mencoba menyelundupkan 8,2 kilo heroin pada 2005 silam.

 Sejak Rabu (4/3) waktu subuh, keduanya sudah tiba di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, usai dikirim dari Lembaga Pemasyarakatan Krobokan, Bali, untuk dieksekusi regu tembak.

Awal tahun ini, vokalis Napalm Death, Mark ‘Barney’ Greenway lebih dahulu menunjukan dukungannya melalui sebuah pesan terbuka yang diantaranya berbunyi,“Dear, Bapak Widodo. Saya memohon langsung kepada Anda untuk mengampuni nyawa dari Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dua warga Australia yang saat ini sedang menanti eksekusi mati di Indonesia karena menyelundupkan narkoba.”

“ Saya paham jika heroin dapat merusak dalam banyak tingkatan, tapi saya percaya hal ini adalah masalah yang jauh lebih dalam yang tidak dapat diubah hanya dengan mencabut nyawa seseorang,” lanjutnya. [WARN!NG/Soni Triantoro]

 

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response