close

Gugat Pembangunan Pabrik, Kartini Kendeng Pasung Kaki di Semen

12974327_210808839294350_4647356411166073446_n

 

Di bawah terik matahari Jakarta Selasa siang (12/4), sembilan perempuan Pegunungan Kendeng duduk berjajar dengan caping di atas kepalanya. Kaki mereka diletakkan dalam kotak kayu, siap dibenamkan oleh adukan semen. Bukan kali pertama para Kartini Kendeng menyambangi Istana Presiden. Jika tepat setahun lalu mereka membunyikan lesung tanda bahaya, kini mereka merelakan dua kakinya terpasung padatnya adonan keabuan.

Aksi ini merupakan simbol masa depan rakyat Pegunungan Kendeng yang kelak terbelenggu oleh kokohnya pabrik Semen Indonesia. Sejak dimulai dua tahun silam, aksi petani Pegunungan Kendeng menolak pendirian pabrik belum menemui titik terang. Sebelum aksi hari ini, mereka sudah bertahan selama 665 hari di tenda di Rembang terhitung sejak 1 Juni 2014. Masyarakat Kendeng juga telah melakukan berbagai aksi lain, konflik ini bahkan telat diangkat dalam film dokumenter oleh Dhandy Laksono, berjudul Samin vs Semen. Ibu-ibu dari Kendeng ini akan terus menunggu di depan Istana Negara sampai Presiden Jokowi bersedia menemui mereka. Ini adalah aksi lanjutan setelah dijanjikan Sekretariat Negara untuk diselesaikannya masalah pendirian pabrik semen tanpa pernah secara langsung tatap muka dengan presiden.

Hampir 100 personil kepolisian diturunkan guna mengawal ketat aksi ibu-ibu Kendeng yang tengah menanam kakinya di semen. Pemandangan yang cukup ironis dimana kuatnya penjagaan ini tidak diiringi dengan pengawalan hak-hak rakyat Kendeng yang dilindungi UUD 1945 pasal 33 oleh aparatur negara. Buktinya, proyek pembangunan pabrik yang bakal membahayakan lingkungan dan memutus mata pencaharian petani tidak juga dihentikan. Padahal upaya pendirian pabrik semen ini jelas mengabaikan nilai dan prinsip-prinsip keberlanjutan alam bagi kesejahteraan rakyat di sepanjang Pegunungan Kendeng di Rembang, Pati, dan Grobogan, Jawa Tengah.

Selain hendak mengingatkan presiden soal niatan Nawacita untuk memberdayakan daerah terpinggir (desa), aksi berani Kartini Kendeng ini juga diharapkan mampu membukakan mata masyarakat. Potret nasib rakyat Kendeng yang berada di tangan pabrik semen bukan satu-satunya yang terjadi di bumi pertiwi ini. Masih banyak petani kehilangan tanah, rakyat kehilangan tempat huni, hingga sumber air mampat hanya demi kepentingan korporat. [WARN!NG/Adya Nisita]

rilis resmi mengenai aksi ini bisa diakses di: Membongkar Belenggu Semen

photo: FB Wong Kendheng

aksi Membongkar Belenggu Semen
aksi Membongkar Belenggu Semen
aksi Membongkar Belenggu Semen
aksi Membongkar Belenggu Semen
aksi Membongkar Belenggu Semen
aksi Membongkar Belenggu Semen
poster aksi Membongkar Belenggu Semen
poster aksi Membongkar Belenggu Semen
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response