close

Hammersonic 2016: Hari Raya Metalhead Segala Penjuru

ian suffocation (32)
Asking Alexandria // Alfian Febriansyah
Asking Alexandria // Alfian Febriansyah

Menggempur telinga metalhead dengan agenda bernas dan agresi padat selama dua hari, Hammersonic masih mempertahankan gelarnya sebagai festival musik keras terbesar di Asia Tenggara.

Hammersonic telah berumur setengah dekade, di tahun kelimanya bergerilya, Revision Live selaku promotor tampak semakin percaya diri memberikan sajian berkualitas untuk para metalhead yang datang dari berbagai kota di indonesia. Tahun ini Hammersonic Festival digelar semakin lengkap dan mumpuni dalam memenuhi ekspektasi khalayak ramai akan festival musik keras kebanggaan bumi pertiwi tersebut.

Digelar pada 16-17 April 2016, Hammersonic Festival tahun ini disusun secara apik serta dilengkapi berbagai fitur menarik dan edukatif untuk para pengunjungnya. Selain dipastikan akan diisi oleh performa dari para raja gedor nomor wahid tanah air dan dunia, hal yang semakin menarik dan berbeda dengan edisi-edisi Hammersonic sebelumnya adalah disematkannya agenda khusus seperti Hammersonic Award, Meet the Label dan Meet the Agency. Ajang-ajang ini menjadi bukti konkret Revision Live untuk menjadikan momen ini sebagai hari raya tahunan para metalhead di tanah air.

Arena Ecovention dan Ecopark yang berada di area wisata Ancol Jakarta Utara ditunjuk menjadi korban hentakan publik Hammersonic yang siap berjibaku di kerumunan. Akses gratis masuk arena pada hari pertama menjadi kebijakan yang sangat diapresiasi oleh para metalhead yang terlihat sudah mulai memadati pelataran pintu masuk Ecovention sejak siang hari.

Edane
Edane
Man Jasad
Man Jasad

Selain Extreme Moshpit TV Stage yang sudah mulai digeber oleh berbagai band mulai dari Petaka, Blind To See hingga Turtles JR. Soul of Steel Stage juga sudah bergemuruh sejak awal dengan performa Noxa, Dead Vertical, Divine, Jasad dan ditutup oleh Revenge The Fate. Akan tetapi yang menjadi sorotan pada pagelaran hari pertama adalah rangkaian Meet the Agency dan Meet the Label yang dipandu oleh Eben (Burgerkill) dan Gebeg (Taring) dari Extreme Moshpit TV. Meet the Agency dihadiri Ravel Junardy selaku pimpinan promotor Revision Live serta Stephan Mellul yang dikenal sebagai orang yang sejak lama berkecimpung di bidang booking agency berskala internasional. Selain Meet the Agency, acara berikutnya adalah Meet the Label yang juga tak kalah edukatif dan informatif. Stephanus Adjie dari Demajors dan Roman Alexander seorang penaung sebuah label bernama District 19 yang bermarkas di Eropa, ajang ini berkonten pengalaman dan tips bermanfaat bagi para metalhead yang merasa seperjuangan dalam mengarungi persaingan di kancah musik keras.

Hammersonic Awards menjadi agenda yang sangat dinanti, sebab menjadi yang pertama dan satu-satunya ajang penghargaan kepada para tokoh atau band yang memiliki dedikasi serta pantas menjadi panutan bagi para metalhead tanah air. Para pemenang dalam setiap kategori Hammersonic Award 2016:

Most Dangerous New Band Award: Poison Nova

Breakthrough Award: Revenge The Fate

Best Live Performance Award: Taring

Local Heroes Soul of Steel Award: Rezume

Album of the Year Award: Hellcrust

Inspiration Award: Seringai

Most Dedication Person: alm. Ucok Tampubolon (Divine)

Metal Icon Award: Man (Jasad)

Lifetime Achievement Award: Edane

Hammersonic Award: Burgerkill

Di hari kedua, teriknya matahari sang ibukota bagian utara sangat terasa di ubun-ubun. Antusiasme terhadap Hammersonic tahun ini tetap memuncak tatkala mengetahui empat stage akan digaungkan di waktu yang bersamaan, meski fokus utama tetap pada dua panggung akbar yang menjadi ikon Hammersonic selama ini. Tepat jam 12, gempuran black metal dari Bandoso yang terlihat sudah bersumpah serapah di atas Hammer Stage. Tak mau kalah dengan megahnya Hammer dan Sonic Stage, di Extreme Moshpit Stage juga mulai terdengar genderang dari Black Teeth. Band yang digawangi oleh wajah-wajah familiar macam Eno dan Choky dari NTRL, tetap enerjik melakukan umpatan tanpa sensor pada “Shit”, “Belom Cebok” dan nomor baru “Pengecut”.

Tak canggung berada di antara nama-nama termahsyur di jagat musik keras, Serigala Malam yang menjadi satu-satunya wakil dari Yogyakarta tetap trengginas menghentak keras Soul of Steel Stage. Aksi Komeng menyambangi para pendukungnya untuk ikut bersautan pada nomor “Mundur Bukan Pilihan” dan “You Just Don’t Know” menjadi aksi yang mampu memanaskan arena indoor tersebut. Wakil luar kota lainnya, Extreme Decay yang berdomisili di Malang dengan cekatan mengambil alih panggung dengan serangan grindcore bertubi-tubi tanpa ampun.

Internal Bleeding // Umar Wicaksono
Internal Bleeding // Umar Wicaksono
Onslaught // Umar Wicaksono
Onslaught // Umar Wicaksono

Beralih ke area Hammer dan Sonic Stage, sebagian orang sudah mulai memadati arena yang sangat luas tersebut. Tak lama lagi jajaran muka-muka mancanegara akan mulai mengokupasi panggung megah Hammersonic Festival 2016. Internal Bleeding didaulat menggempur telinga para metalhead yang semakin haus akan hingar bingar. Joe Marchese (vocal) yang tampak tersulut akan riuhnya penonton yang berjibaku menanggapinya dengan berjingkrak di kerumunan yang merapat ke barikade, bahkan ketika seorang penonton melemparkan sebuah jersey bertuliskan IDDM (Indonesian Death Metal) tak pelak langsung digunakannya dengan bangga. Disusul dengunan nada-nada tinggi yang menjadi ciri khasnya, Onslaught menyusul di Sonic Stage. Band yang terbentuk sejak 1983 di Britania Raya tersebut, sukses menyulut para penonton untuk mulai memperagakan circle pit.

Utusan Eropa lainnya Obscura yang kembali menginjakkan kakinya di Indonesia, tetap menjadi salah satu pujaan yang ditunggu-tunggu. Masih dalam rangka promosi album teranyar bertajuk Akroasis yang rilis pada November 2015 lalu, Obscura tampak mulus mengotak atik nada di nomor “Akroasis” dan “Ode to the Sun”. Darkest Hour yang bisa dikatakan perawan dalam lawatannya ke Jakarta tampaknya kurang berkesan pada kesempatan kali ini. Mike Schleibaum dan kolega mesti menerima kenyataan di tengah pertunjukkannya harus diguyur hujan yang ujuk-ujuk datang ke tengah arena. Tak pelak kerumunan yang sedang asik headbang ria mesti meminggir tak tentu arah. Akan tetapi hal tersebut, tak mengurungkan niat sebagian para pendengar setianya yang tak terpengaruh oleh hal tersebut, hingga John Henry (vocal) mesti mengakuinya, “Thank you, You’re real brother!”.

Turunnya hujan tampaknya berkah bagi para punggawa pribumi yang sudah bersiap di Soul of Steel Stage, tak kalah garang dengan punggawa asing. Susunan akhir dari arena indoor ini jelas menyajikan sebuah kualitas yang siap diadu oleh performa mancanegara. Taring, Hellcrust dan Burgerkill mesti diakui tak pernah surut peminat diperhelatan apapun. Taring beringas menutup penampilannya dengan nomor “Konfrontasi Tanpa Solusi”. Kegaharan Hellcrust mampu menyita perhatian para metalhead yang mesti terus berteduh sambil menunggu kepastian dari Hammer dan Sonic Stage, “Agresi Semua” dan “Bingkai Bangkai” menggerinda bising dari mesin gebug Andyan Gorust. Selanjutnya sang maha kuasa, Burgerkill yang sarat pengalaman didaulat menjadi penutup Soul of Steel Stage. Naiknya Vicky Mono dan kolega disambut gemuruh para begundal yang telah memadati arena pertempuran. “Under the Scars” menjadi pelecut terjadinya pertempuran yang dipandu oleh gerombolan Ujung Berung tersebut. Tak heran setiap agresi atraktif yang dibawakan Burgerkill ditanggapi positif, hingga wall of death massif pada nomor “Atur Aku” mampu menggetarkan Soul of Steel Stage yang telah mencapai klimaksnya.

Walls Of Jericho
Walls Of Jericho

Mundurnya jadwal hingga dua jam dari jadwal ditanggapi cemas oleh para penonton, Walls of Jericho yang dijadwalkan akan menggempur Hammer Stage pada jam 6 terpaksa harus naik panggung pada jam 8. Akan tetapi, hal tersebut tidak serta merta menurunkan tensi didih yang diciptakan oleh Candace Kucsulain (Vocal) yang terlihat terus berjingkrak mengusai setiap sisi panggung. Publik Hammersonic yang basah kuyup pun, tak risau untuk moshing membara di atas lumpur medan pertempuran. Aksi perempuan memukau lainnya juga dimiliki Leaves Eyes pada diri Elina Siirala, agresi symphonic metal dengan mulus dilancarkan termasuk di nomor “My Destiny”.

Hajaran cadas Norwegian black metal yang diperagakan oleh Gorgoroth menggugah para penonton beraksi kembali sebelum diteruskan oleh Drowning Pool yang menjadi satu-satunya utusan nu metal. Jason Moreno tampil prima melanjutkan liarnya acara dengan nomor-nomor jawara macam “I Don’t Care About Anyone” dan “Step Up”. Asking Alexandria siap menyambung dari belakang, tak disangka Asking Alexandria sukses menarik hasrat para penikmatnya yang telah lama menanti momen agresi mereka di Indonesia. Terselipnya beberapa perempuan di dalam kerumunan menjadi pembuktian musik Asking Alexandria yang dapat dicerna berbagai kalangan. Denis Stoff yang baru saja menggantikan posisi Danny Worsnop di posisi vokal, kian mengganas sejak dentuman pertama dengan membawakan nomor-nomor dalam album terbaru semacam “Let it Sleep”, “I Won’t Give In” dan tentu saja nada pamungkas yang telah melambungkan gaung Asking Alexandria hingga di titik saat ini “The Final Episode” yang disambut hentakan koor massal dan riuh bertenaga penonton.

Menjelang tengah malam, kondisi para pasukan jubah hitam yang telah digeber telinga dan fisiknya sepanjang hari tampaknya telah diprediksi oleh penyelenggara. Angra dengan nafas progessive metalnya mengokupasi Sonic Stage untuk menggerakkan massa yang tampak mulai kelelahan. Angra yang didatangkan dari Brazil tampaknya tidak mau menyianyiakan kesempatannya menghibur publik Hammesonic. Nomor-nomor andalan seperti “Nothing to Say”, “Final Light” dan “Nova Era” dibawakan menuruti permintaan para pendukungnya. Di panggung sebelah Suffocation yang telah bersiap tampaknya tak sabar menunggu usai performa dari Angra, tak pelak segelintir metalhead mulai menyerukan tampilnya Suffocation.

Gorgoroth // Umar Wicaksono
Gorgoroth // Umar Wicaksono
Suffocation // Umar Wicaksono
Suffocation // Umar Wicaksono

Merespons publik yang semakin tidak sabar menunggu, raungan terakhir dari Angra langsung digedor oleh nada cepat dari Suffocation yang membahana di medan perang. Acungan devil horn sign menandai masuknya Ricky Myers dan kolega untuk melancarkan hantaman padat selama satu jam. Membawakan hampir delapan lagu, para penonton seakan mendapat tenaga tambahan untuk kembali meladeni serbuan gaduh untuk membuat kekacauan badai manusia oleh dedengkot death metal dunia tersebut. Di kesempatan keduanya mengokupasi Hammersonic Festival, metalhead yang sudah semakin memadati arena Hammer Stage digerinda oleh terjangan “Thrones of Blood”, “Breeding the Spawn” hingga nomor pamungkas “Infecting the Crypts”. Meski seruan lantang penonton yang menyerukan “we want more! We want more!” dilancarkan, kondisi tersebut tak juga memanggil Suffocation untuk memainkan sekedar encore.

Secara keseluruhan, selain menyajikan deretan raja gedor telinga nomor wahid domestik dan mancanegara yang dibalut dengan kualitas sound yang mumpuni hingga pada akhirnya dipadati oleh puluhan ribu metalhead dari segala penjuru. Yang menjadi kendala pada perhelatan tahun ini hanyalah hujan deras yang terpaksa menyebabkan jadwal di Hammer dan Sonic Stage mesti mundur hingga dua jam. Semoga semakin liar dan beringas di perhelatan tahun-tahun berikutnya! [WARN!NG/Dadan Ramadhan]

Event by: Revision Live

Date: 16-17 April 2016

Venue: Ecovention dan Ecopark Ancol, Jakarta Utara

Man of the Match: Hempasan bertenaga dari kerumunan ketika “The Final Episode” milik Asking Alexandria yang terus diserukan kepada Ben Bruce dan Kolega diperagakan sebagai aksi puncak. Dentuman tersebut mampu menyulut bara agresi para metalhead, ketika dapat menyaksikan performa klimaks dari Asking Alexandria demi menebus hasrat penikmatnya dalam lawatan perdananya!

[yasr_overall_rating size=”small”]

Galeri Hammersonic Festival 2016:

Angra, Suffocation, Asking Alexandria Live at Hammersonic 2016

Leave Eyes, Gorgoroth, Drowning Pool Live at Hammersonic 2016

Darkest Hour, ROTNS, Walls Of Jericho Live at Hammersonic 2016

Internal Bleeding, Onslaught, Obscura live at Hammersonic 2016

Awarding Hammersonic 2016

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response