close

Happy Talk With Frau

aNKN_2001

Setelah merilis album Happy Coda, yang diikuti launching dua hari dengan  tiket yang habis dalam sekejap, kini Lani meninggalkan Oscar ke luar negeri. Kepergiannya dalam rangka melanjutkan studi S2 Antropologi di Queen’s University Belfast di Irlandia Utara. Dengan launching album yang merupakan konser terakhirnya di tahun 2013, praktis rasa rindu penggemar akan berkecamuk.

Di tengah-tengah kesibukannya, Warn!ng sengaja mengganggu aktivitas studinya dengan memberikan sebuah interview sebagai penawar rindu pendengar. Dan mengingat semua orang sudah mengenal frau, tanpa perlu introduksi panjang lebar lagi, simak  wawancara ini

Oleh : Titah Ismaning & Tomi Wibisono

 © Yesnowave.com
© Yesnowave.com

Halo Lani, Sehat? Oscar apakabar ? Apakah ikut menemani studi disana?

Halo, Warning Magz! Ya, saya sehat kok. Oskar di Jogja saja kok. 🙂

Tentang Happy Coda, mana bagian yang paling happy  dalam Happy Coda?  baik proses maupun launching?

Jawaban ini pasti akan menyebalkan: bagian proses dan launching sama menyenangkannya!

Yak, memang menyebalkan (tertawa). Oke, kita bahas album ya, di Lagu “Tarian Sari” menceritakan seorang wanita tua. Boleh diceritakan siapa sebenarnya sosok tersebut? atau cerita dibalik lagu tarian sari

Sosok tersebut sebenarnya tidak didasarkan secara spesifik pada satu tokoh tertentu. Tarian Sari merupakan lagu saya yang paling banyak mengalami revisi. Satu orang penting yang banyak berpengaruh dalam perevisian lagu tersebut adalah mas Dwi Cipta. Kala saya merasa kecewa dengan lirik sementara lagu Tarian Sari, saya datang padanya, memohon kritik dan masukan mereka. Saya sangat ingat, saya hampir menyerah sepenuhnya dan meminta mas Dwi Cipta untuk menulis ulang seluruh lirik untuk melodi Tarian Sari. Mas Dwi Cipta menolak permintaan saya itu dengan sopan, namun memberi masukan yang sangat berharga, berkaitan dengan tema lagu tersebut. Menurutnya, menarik jika Nenek Sari dihadapkan pada sosok cucunya sebagai cerminan masa muda yang tidak akan dialaminya lagi, namun pada saat bersamaan, secercah harapan di masa depan pun terpancar dari mata si cucu. Mendengar masukan ini bagi saya rasanya seperti mendapat pencerahan yang teramat penting, sebab tema ini langsung memberikan dimensi yang sangat dalam bagi lagu Tarian Sari. Tabik untuk mas Dwi Cipta!

Wah hampir menyerah ya, ohya dulu sempat dengar kalau Frau sempat mengalami kebuntuan dalam berkarya, semacam writer’s block kah ? Lalu bagaimana cara mengatasinya ?

Sampai sekarang pun saya masih belum sepenuhnya mengatasinya (tertawa)

Dan peluncuran album kemarin, sesuai ekspektasi kah?

Tentu! Walaupun hal ini bisa jadi sekadar karena ekspektasi saya tidak pernah terlalu besar, namun saya yakinkan: bekerja bersama Papermoon Puppet Theatre adalah kesempatan yang sebaiknya tidak Anda lewatkan!

Soal larangan penonton untuk memotret. Apakah kurang  menyukai kegiatan ‘foto-foto’  pas konser ? kenapa ?

Mengutip perkataan mbak Ria Papermoon di launching album Happy Coda, “… karena memori kita adalah alat perekam momen terbaik.”

Di konser peluncuran album itu Lani pernah mengatakan kalau project Frau ini hanya hobi. Berarti akan ada fase mendapat hobi baru, kemudian meninggalkan hobi lama?

Memangnya hobi itu sesuatu yang temporer ya?

Semoga tidak temporer ya (tertawa), Lalu sampai sekarang pernah mendapat respon negatif terhadap Frau ?

Saya pernah membaca beberapa posting blog yang menunjukkan bagaimana lagu-lagu Frau tidak mencoba mengangkat isu-isu aktual. Kritik ini memang tepat, karena selama ini lagu-lagu saya sekadar berkisah ataupun berefleksi dari isu-isu personal.

bagaimana kamu menilai kondisi permusikan di Jogja dewasa ini? Plus, siapa musisi lokal favoritmu?

Dunia permusikan Jogja kini tampaknya sedang cukup kaya, tak hanya dari segi musik kontemporernya, namun juga tradisi. Yes No Wave Music mengadakan Yes No Klub yang menyajikan line up band cutting edge. Kolaborasi-kolaborasi musisi—perupa Lelagu diselenggarakan tiap bulan dengan tema-tema menarik. Pentas seni beberapa SMA makin tahun makin kreatif dalam pengkonsepan serta penyajiannya. Sementara itu, Taman Budaya Yogyakarta pun tak luput menjadi tuan rumah berbagai pementasan konser ataupun kompetisi gamelan. Musisi lokal favoritku untuk beberapa bulan akhir ini adalah Pak Pardiman Djoyonegoro, yang merupakan orang di balik Acapella Mataraman.

Lalu, ditengah-tengah masa studi, Frau akan menyempatkan waktu untuk pulang sejenak dan berbagi keceriaan dengan hobi bermusik ?

Karena studi saya hanya akan berdurasi satu tahun, sepertinya saya nggak akan pulang sampai masa studi habis.

Yesnowave merupakan salah satu harta yang berharga buat Jogjakarta, sebagai artist yang telah dua kali dirilis oleh yesnowave, bagaimana pendapatmu tentang netlabel satu ini?

Yes No Wave adalah salah satu hal terbaik yang saya alami selama bermusik sebagai Frau. Sistem kerja yang ditawarkan sebagai label sangatlah mulia, dan disamping itu, mas Wok the Rock banyak sekali menyumbang bantuan pada tim Frau baik sebagai co-produser maupun direktur artistik.

Pertanyaan terakhir, Lagu apa yang biasa didengarkan di pagi hari untuk #sarapanmusik ?

Ben Folds Five – Underground

Frau © Warningmagz
Frau © Warningmagz
Frau © Warningmagz
Frau © Warningmagz
Frau © Warningmagz
Frau © Warningmagz

——————————

frau-happy-coda

Album “Happy Coda” bisa diunduh di Yes No Wave

Review album Happy Coda -> Happy Coda – Frau 

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response