close

[Album Review] Tegan And Sara : Heartthrob

Tegan-and-Sara-Heartthrob-2013-1200×1200
Tegan-and-Sara-Heartthrob-2013-1200x1200

What : Heartthrob

Label: Warner Bros Records

Genre: indie folk, synth pop

Rilis : 2013

[yasr_overall_rating size=”small”]

Heartthrob merupakan album ke-7 dari dua saudara kembar identik asal Kanada, Tegan Rain Quin dan Sara Keirsten Quin. Album ini menyuguhkan perpaduan antara instrumen musik dengan beat-beat elektonik yang merupakan terobosan baru dari Tegan and Sara. Heartthrob sarat dengan sound 80an yang halus dengan tune dance yang membuat badan bergerak-gerak. Dari segi lirik, album ini seperti hasil pemikiran dewasa mereka akan cinta dan kehidupan.

Pengerjaan album ini melibatkan beberapa produser seperti Greg Kurstin (Pink, Sia, Kelly Clarkson), Mike Elizondo (Fiona Apple, Pink), Justin Meldal-Johnsen (Beck, Paramore) dan Rob Cavallo (Green Day, Alanis Morissette). Album yang dirilis 29 Januari 2013 ini menurut Sara merupakan album paling komersil yang pernah Quin bersaudara ini buat. Pergeseran musik mereka ini merupakan peran produser Greg Kurstin, yang menyatakan perubahan ini untuk yang terbaik.

“Closer” diplot seperti menjadi pintu pergeseran musik mereka dari indie-rock menjadi synth-pop. “Closer” terdengar sangat berbeda dari lagu-lagu Tegan and Sara di 6 album sebelumnya dengan lirik sing-along-able dan catchy tune. Bisa dipastikan lagu ini akan jadi favorit.

Di lagu “Closer” dan “Drove Me Wild”, kita akan diundang untuk merasakan hati yang berbunga-bunga ketika mendengarkannya. Sedangkan di lagu “I Was a Fool” dan “Love They Say”, akan mengajak pendengar untuk sing along karena liriknya yang mudah diingat ditambah lagi irama lagu yang pelan. Tone suara unik mereka di album ini mengingatkan pada Cyndi Lauper versi lebih lembut

Pada lagu “Goodbye, Goodbye” mereka menyajikan sentuhan nyaman folk-pop gitar dengan gemerlap gelombang synths. Lagu yang memotivasi orang agar bangkit ini dipercaya akan menjadi salah satu lagu kebangsaan bagi para penggemar Tegan and Sara. Sementara ” How Come You Don’t Want Me”sangat berbeda dari gaya 80-an. Berbeda dengan lagu Now I’m All Messed Up Single ke-2 ini super-catchy jika didengar dari segi lirik, padahal lagu ini sangat gelap dan merupakan lagu terpanjang dalam album Heartthrob, tapi sekali kita bernyanyi bersama Tegan and Sara dalam lagu ini, kita tak akan bisa berhenti.

Materinya ringan tapi tidak remeh, diwarnai dengan baseline yang menghentak. Album in dipenuhi dengan sound digital tapi terdengar jadul. Walau “Heartthrob” mungkin terdengar megah, tetapi masih berdarah Tegan dan Sara di setiap sudutnya. Kalau Anda masih berpikir musiknya terdengar begitu-begitu saja, dengarkan baik-baik liriknya. Mendalam tanpa jadi terlalu puitis. Kesepuluh lagu di album Heartthrob bisa menjadi pilihan tepat buat kamu yang lagi mencari album penerus Some Nights-nya Fun. Heartthrob dipastikan akan menjadi salah satu album paling direkomendasikan tahun ini. [Warning/Edwina Primananda]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response