close

Heru Shaggydog dan Jerinx Rilis Lagu untuk Lingkungan

Heruwa & Jerinx pict istimewa
jrx - heruwa
jrx – heruwa

Problematika lingkungan dan kerusakan alam kian menjadi perhatian banyak musisi tanah air. Kali ini vokalis Shaggydog, Heruwa dan Jerinx selaku penggebuk drum Superman Is Dead kembali berkontribusi dengan merilis sebuah single kolaborasi bertajuk “Samiya”.

Menurut rilis resmi yang diterima WARN!NG, judul “Samiya” berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya keseimbangan. Musik yang ditawarkan pun adalah komposisi instrumental dari harmonisasi antara musik modern yang diwakili bebunyian elektronik dan musik tradisional yang tersuguh oleh lantunan gamelan.

Proses penggarapan “Samiya” sendiri dilaksanakan di kedua kota domisili masing-masing dari Heruwa dan Jerinx, yang juga diabadikan dalam sebuah film dokumenter besutan Lana Pranaya. Proses rekaman berlangsung di Seminyak Pro Studio, Bali oleh Agus Bim dan Cipta Gunawan. Sementara tahap mixing dan mastering dieksekusi di Yogyakarta oleh Egha dan Donney di Wai – Wai Studio dan Rockstar Studio.

“Samiya” resmi akan diluncurkan lebih dahulu dalam format digital melalui iTunes. Babak rilisan berikutnya adalah rilisan paket berupa kaset atau cakram padat dengan bonus kaos. Paket ini dikemas dalam sebuah wadah kaleng dari bahan alumunium daur ulang dan hanya dirilis terbatas sebanyak 50 buah.

Digarap oleh Sono “Cap Bagong Tattoo”, artwork yang menyertai “Samiya” diharapkan sanggup menangkap energi kegelisahan dari lagu tersebut. Misalnya visual enam buah tangan yang memegang sejumlah elemen modern dan alam.

Terdapat pula adaptasi karakter kultur Jawa dan Bali di dalamnya, yakni karakter Brahala yang diambil dari Jawa serta penghadiran karakter Buta Siu dan Barong Bali dari Bali. Sementara tulisan samiya sendiri ditulis dengan desain tipografi ambigram yang memungkinkan bisa dibaca secara bolak balik.

Baik Bali dan Yogyakarta memang akrab dengan isu kelestarian lingkungan yang kian terancam, terutama terkait oleh reputasinya sebagai destinasi wisata turis asing maupun domestik. Jerinx misalnya, masih terus konsisten mengiringi gerakan Bali Tolak Reklamasi berjibaku dengan proyek reklamasi Teluk Benoa.

Sementara kota Yogyakarta juga bergelut dengan beragam kasus lingkungan hidup. Sebut saja gerakan Jogja Ora Di Dol yang melayangkan aksi protes pada banyaknya lahan yang diubah menjadi area perhotelan sehingga mengganggu area resapan air di lingkungan sekitar [WARN!NG/ Soni Triantoro]

samiya
samiya
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response