close

Hubungan Intim Endah Soekamti di Kridosono

20130520-164843.jpg

ini lagu promosi, karena kita band indie, jarang masuk tv“ celetuk Endah N Rhesa sebelum membawakan lagu terkahir

Havinhel l© Warning
Havinhell © Warning

Minggu (19/05) malam tadi, sebuah kemeriahan tercipta di stadion Kridosono. Menampilkan 28 performer dengan 3 panggung besar, sebuah pentas musik bertajuk Psikopad #8 digelar. Adalah siswa-siswi SMA 3 Yogyakarta yang bertangung jawab menciptakan kehebohan tersebut.

Acara dimulai sejak pukul 09:30 pagi, berbagai band-band pelajar, menunjukan kreativitasnya dalam bermusik, sayang baru sedikit penonton yang datang. Baru selepas break kedua, venue mulai dikunjungi penonton. Rentetan band-band pop-jazz yang sedang rutin konser, yakni Javablanca, Koala, Batiga perform berurutan. Kemudian Discomojoyo mencoba memeriahkan Susana dengan musik yang disco yang fun.

Hari semakin gelap dan rintikan hujan pun mulai mendera venue. Namun hal ini tak membuat Last Day Adventist berhenti berteriak. Unit screamo Jogjakarta ini terus melakukan scream di tengah rintkan hujan. Tempo diturunkan, kini giliran Jay & Gatrawardaya memainakan puisi musikal. Rentetan lagu “Syukur Itu Memberi”, “Membuatku Cinta” , “Sederhana Itu Cinta Kita” dan “Belajar Bijaksana” dibawakan dengan atraktif. Setelah nuansa romantis, kini panggung bergeser ke nuansa ceria. Adapun Van De Skamaffia, oknum yang mengajak penonton untuk mulai berdansa dengan irama musik ska.

Masih dengan musik ska, kini giliran Sri Plecit menjadi konduktor dansa. Dibuka lewat “Hal Terbaik Di Dunia”, ajakan untuk berdansa semakin tersirat ketika “Ska For Me And You” didendangkan. Puncaknya saat lagu terakhir “Datanglah Kemari” dibawakan yang disambut skanking dan singalong dari penonton. Kemudian panggung bergeser kepada Attack The Headline, dengan gubahan lagu “Call Me Maybe” sebagai klimaks perform.

Kini panggung diambil alih Havin Hell. Trio melodic punk ini bermain seperti Endank Soekamti namun dalam versi yang cantik. Dimulai lewat rentetan lagu “I Don’t Care”, “Super Fighter”, “Go Fighting”. Ajeng dan Ika mulai menyapa penggemar dengan menyebutkan domisili masing-masing fans. “Lagu ini buat satpam-satpam yang ada disini” yang diikuti dengan dimainkanya lagu “Pak Satpam”. Havinhell menutup perform lewat hits mereka “Rise Together” yang diikuti aksi-aksi atraktif oleh Ika dan Ajeng.

Acara masih menyisakan dua penampil lagi, sebelum menuju band utama. Penonton mulai ramai, kini giliran Braves Boy menjadi pemandu pesta malam tadi. Nomor-nomor andalan seperti “Sweet Mushroom”, “Kamu Seperti Jogja” , dan “Rockaway” dibawakan dengan energik. Dan “Jogging” dijadikan lagu penutup band rock steady ini. Aksi mereka dilanjutkan ERWE, band ska rock ini sukses menghibur penonton lewat nomor-nomor “Lets Join lets sing and dance”, “Ring Of Fire”, “Bukan CInta” dan “Gadis Malam”

Endah N Rhesa  © Warning
Endah N Rhesa © Warning

Kiblat berubah ke panggung utama, penonton mulai merapat kedepan. Terlihat dua fans performer utama, Kamtis dan Earfriends membaur didepan stage. Terjadi sedikit perkelahian, “Wah itu yang kelahi mesti jomblo, ayo damai, damai” ungkap Endah setelah membawakan lagu pertama. perkelahian kecil tadi tak mengganggu kekhidmatan performa Endah N Rhesa, pun begitu dengan mayoritas penonton yang terlihat hanyut dalam lagu-lagu atraktif Endah n Rhesa. Tribute untuk band-band indie diutarakan lewat “Liburan Indie” yang disambut singalong penonton.

“kita akan membawakan sebuah lagu, agar kita ingat bahwa masih ada saudara-saudara kita ditimur sana” tak pelak, sebuah lagu daerah “Yamko Rambe Yamko” dikover dengan sound khas Endah N Rhesa. Duo ini juga membawakan “Asu Tenanan”milik Endank Soekamti yang disambut histeris para Kamtis. Romantisisme Endah N Rhesa tak hanya tercitra lewat lagu “Wish You Were Here” dan “When You Love Someone” yang dibawakan. Namun juga lewat aksi mesra mereka, baik berupa kontak mata, dialog maupun gerakan sintaksis kedua alat musik mereka.

Kembang api mulai menyala, menandakan Endank Soekamti mulai mengokupasi panggung. Hal ini disambut meriah oleh Kamtis, terlihat Kamtis-kamtis wanita berada pada barisan paling depan. “Rock Radio” yang dijadikan intro, tanpa basa-basi langsung disambut penonton dengan ikut berteriak dan berdansa di depan stage. Nomor-nomor di album Angka 8 menjadi mayoritas setlist performa mereka kali ini. Sebuah pemandangan unik terlihat ketika nomor “Angka 8” dibawakan, para kamtis terlihat membuat lingkaran-lingkaran kecil bak circle pit namun dengan speed yang pelan. Sebagai penutup hits “Longlive My Family” dan “Selamat Tahun Baru” didaulat menjadi encore. Sebelum membawakan encore,Erick sang vokalis menyapa fans, dengan menyebut wilayah kamtis yang tertera di bendera-bendera yang mereka usung.

Berakhirnya lagu “Selamat Tahun Baru” menjadi penutup panjangnya sebuah pentas yang dikelola anak-anak SMA ini. Membuktikan sebuah iklim positif dalam ranah organizer di Jogjakarta, dimana siapa saja berpeluang untuk bisa mengorganisir sebuah event besar, seperti yang dilakukan siswa-siswa SMA 3 Yogyakarta ini. “Parmeter sekolah pintar itu ya ngadain pensi, trus ngundang Endank Soekamti” ujar Erick Sokamti. Yang dilanjutkan “Banyak sekolah yang sering kesurupan, itu pasti gak pernah ngadain pensi,” ungkap Dori Soekamti. “Puas mas, gak bosen nonton Endank Soekamti,” tutup Rizal, pelajar SMP yang mengenakan kaos Kamtis Family. [Warning/Tommy Wibisono]

Event by SMA 3 Yogyakarta
Venue : Stadion Kridosono
Date : 19 Mei 2013
Man Of The Match : 28 band, 3 stage, dioraginisir siswa-siswi SMA
Rating : ●●●1/2

Kamtis Family  © Warning
Kamtis Family © Warning

Foto-foto konser ini bisa dilihat disini – > Psikopad #8 – Eucalypt Night

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.