close

Iblis Pemecah Gendang Telinga!

flyer

flyer

maximum volume yields maximum result – Southern Lord Recs

Baru berselang dua hari sejak Impact Studio kedapatan menjadi spot pesta akbar punk dengan band-band dari Jakarta, Malaysia, USA, dan Swedia. Kali ini, pada tanggal 22 Desember, di hari Minggu malam yang dingin dengan sedikit rintik hujan, Yogyakarta kedatangan iblis dari Singapura, Satan!. Sebelumnya mereka juga bertandang ke Jakarta dan Bandung sebelum berhenti di Yogyakarta dengan supporting act dari Vrosk (Bandung). Seharusnya Kelelawar Malam juga turut serta menjadi pendamping tur Indonesia Satan!. Namun, entah karena sebab apa mereka tidak bisa menemani Satan! ‘berjalan-jalan’ ke Bandung dan Yogyakarta. Event ini bertajuk XTC#8 dan dimotori oleh AREAXYZ.COM.

Menjadi band pembuka adalah trio blackened hardcore/grind/sludge asal Yogya yang baru saja terbentuk bulan lalu, Warmouth. Band ini merupakan proyek eks gitaris Deadly Weapon bersama drummer Energy Nuclear. Setelah itu, aksi diteruskan oleh duo eletronic/dub/experimental Chika X Pistol Air. Melihat performa mereka sungguh menghibur karena mereka sangat paham bagaimana menjadi seorang entertainer. Lirik-lirik yang bisa membuat perut tergelitik dan aksi mereka yang enerjik menjadi nilai lebih untuk mereka. Lirik seperti “kamu jahat sama aku, sama dedek” maupun “say no to ‘meat’ today” bisa membuat terngiang-ngiang di kepala karena vocal pattern yang sangat ear catchy. Usai penampilan Chika X Pistol Air yang memukau, Patas segera bersiap-siap. Seperti namanya, Patas memberikan aroma musik fastcore/grind seperti kencangnya laju bus patas! Penonton pun masih belum bergeming. Dan dilanjut dengan Rottorhead yang membawakan beberapa nomor dari, yang jelas sekali tertebak, Motorhead. Realino Resort yang baru dua hari lalu mengisi acara di venue yang sama lalu meneruskan usainya perform Rottorhead.

Setelah Realino Resort, Vrosk mulai mengambil alih stage dan mulai mempersiapkan diri. Dalam perform mereka kali ini, Vrosk tidak berformasi lengkap, bahkan hanya seorang diri. Rambo, sang gitaris, mewakili anggota Vrosk lain yang tidak bisa datang ke Yogya dengan membawakan Vrosk pada medan musik drone. Meskipun bermain sendirian, Vrosk tetap mampu membuat bising dan membuat beberapa penonton ‘muak’ dan ‘capek’ mendengarkan musik drone yang dibawakan. Salah satunya adalah gitaris Wicked Suffer, Yudha, yang tidak betah karena kebisingan musik Vrosk. “Terlalu bising, aku jadi pusing dan mual.” ujarnya. Nyaris 25 menit venue penuh dengan berisiknya nada gitar yang dipetik dan kadang dimainkan dengan ebow yang dipenuhi dengan distorsi, delay dan reverb.

Satan! menjadi penghujung acara yang dinanti. Langsung dibuka dengan nomor yang sekaligus juga menjadi pembuka album mereka, All Hope Lies In Doom. Usai lagu tersebut, tanpa bicara sepatah katapun, mereka langsung menggebrak dengan track ke 2 di album, Apprehended/Stain dan berturut-turut Selene dan The Once Future Kang. Dibawakan dengan volume maksimal yang sangat membisingkan dan penuh penghayatan. Musik yang mereka bawakan lumayan menarik karena adanya beberapa unsur stoner, sludge bahkan sampai heavy metal dan psychedelic ditengah-tengah musik doom yang menjadi benang merah mereka. Di tengah aksi mereka, mereka juga mendapat sedikit kendala khusunya pada bagian drum karena bass drum yang dipakai terus maju. Kendala lain yang terjadi juga adalah melemahnya sinyal bass secara tiba-tiba sehingga menyebabkan volume menjadi lebih pelan. Di akhir perform Satan!, para member pun berterimakasih kepada penonton yang hadir. Dan sesungguhnya, para penonton pun berterimakasih kembali karena kuping budeg yang telah mereka hasilkan usai acara.

Ternyata, setelah usai perform mereka dan diselidiki, sekering pada head amp bass putus akibat terlalu kencangnya volume yang dimainkan! Nampaknya mereka berprinsip pada satu ayat yang dikeluarkan record label Southern Lord : ‘Maximum volume yields maximum result’. Karena rusaknya head amp bass, Sangkakala tidak dapat meneruskan acara ini. Acara pun ditutup dengan sesi foto bersama dan Satan! mengeluarkan beberapa ‘dagangan’ mereka yang dimana malah menjadi kontroversi. Kontroversi yang terjadi adalah adanya subsidi silang yang mereka terapkan pada merch mereka. Mereka menjual vinyl 180gram dan kaos mereka lebih murah di Yogya daripada di dua kota sebelumnya, namun tidak untuk kaset mereka, Harga yang melambung sangat tinggi pun menjadi pertimbangan beberapa calon pembeli kaset tape mereka yang berebutan saat mereka belum mengetahui harganya karena hanya tersisa 3 biji. Akan tetapi, tetap bagi para penggila rilisan, mereka tahu mana rilisan band yang worth to buy dan tidak tanpa mempedulikan harganya. [Contributor/I.M. Dharma]

Event by : AREAXYZ.COM

Venue : “The Unholy” Impact Studio

Date : 22 December 2013

Man Of The Match : Persembahan tumbal berupa rusaknya head amp bass untuk mencapai tone yang maksimal oleh Satan!

Warn!ng Level : ••••

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.