close

Indonesian Song of The Year 2015

no thumb

Back : Indonesian Song of The Year (10-6)

 

5. Stars and Rabbit –The House

 

Petikan gitar mengendap-endap mengiringi vokal Elda yang molek bagai prolog dongeng. Kocokan gitar lalu ambil giliran dan verse dihuni lagi oleh manuver vokal Elda yang kali ini terdengar lebih khidmat dari biasanya. Menginjak menit 2.25, kita bisa membayangkannya menari-nari beratap bintang jatuh di padang rerumputan. Sebelum Constellation rilis, nomor-nomor seperti “Man Upon The Hills”, “Like It Here” dan “Rabbit Run” sudah menjadi favorit banyak mbak-mbak indie menggemaskan. Namun, “The House” dibangun dari material yang telah dipenuhi kesadaran atas potensi musik Stars And Rabbit.

4. Tigapagi – Sembojan

 

https://www.youtube.com/watch?v=U2CwB0nNLTw

 

Dirilis di tanggal yang ditabukan oleh negara, “Sembojan” justru dengan berani secara eksplisit mengisahkan adegan di sejarah G30S dalam lagu bernuansa noir yang sangat sinematik. Dengarkan lirik “Wajah yang hilang berkisar di angka lima ratus ribu jiwa/ perkaranya pun praduga/ gugurkan tujuh sekawan”. Dibuka dengan siul-siulan dan petikan gitar khas Tigapagi, telinga kita akan terikat selama sepuluh menit yang terbagi dalam tiga fragmen. Mereka masih memainkan formula instrumental dengan bumbu Pasundan yang sedap. Sejak kemunculannya di Roekmana’s Repertoire, Tigapagi memang sudah menunjukkan ‘merah’nya, tapi belum pernah mereka seberani sekarang. Salut.

3. Sore – Gesneriana

 

 

https://www.youtube.com/watch?v=eNfvBk5rYhY

 

 

Lantaran yang keluar adalah Mondo Gascaro, departemen lirik Sore adalah hal yang paling terakhir untuk dikuatirkan. Semua tetap permai di balik naungan Ade Paloh. Apalagi jika topiknya adalah putrinya sendiri (Gesneriana Nazra Paloh): “Dan aah, tak elak / ku pun tersedak / menyaksi wajah mungil yang…”. Sound gitar yang redam menumbuhkan cita rasa british ala The Smiths dengan vokal yang saking sengaunya seperti tak benar-benar terucap. Laksana dengung nina bobo dalam bunga tidur. “Gesneriana” mungkin satu-satunya lagu di Los Skut Leboys yang tak butuh perhatian lebih untuk dapat menikmatinya, namun juga tak lantas lekang.

2. Silampukau – Doa 1

 

 

Kerasnya industri musik yang seakan begitu akrab dengan Jakarta-Bandung-Yogyakarta faktanya justru paling akurat diceritakan kembali oleh orang Surabaya. Sudah berapa banyak musisi yang berakhir putus kuliah atau berparuh waktu sebagai penjaga distro? Semua telah terwakilkan dalam ‘tek-tok’ porsi vokal menggelitik antara kedua punggawa Silampukau pada “Doa 1”, dan kita hanya sanggup pasrah ikut mengamini. Album Dosa, Kota & Kenangan membacakan narasi-narasi menarik dari lingkungan Surabaya. Namun, lagu terbaik mereka ternyata justru lahir ketika bicara wacana yang lebih besar, tanpa referensi khusus tentang Surab…, oh tapi entah si Ahmad yang disebut-sebut itu siapa.

1. Efek Rumah Kaca – Merah

 

https://www.youtube.com/watch?v=OROHxze4Dvs

 

“Dan kita dorong mereka / badut jadi kepala / politik terlalu kaotis /dan kita teramat praktis / Lalu dukung mereka / cendikia jadi pertapa / politik terlalu iblis / dan kita teramat manis / Aku akan menjadi karang di lautan mereka / aku akan menjadi kanker dalam tubuh mereka”

“Sampai kapan kau biarkan dia tak berperan / ditelantarkan harapan, dia kesakitan / Terburai berantakan, tak karuan / marah di mana-mana / Sampai kapan kau ikhlaskan, dia dihancurkan / lumpuhkan alam pikiran, dan sekujur badan / terhampar masa depan, temaram / lara di mana –mana / Keajaiban dan khayalan taruh di awan / kenyataan dalam pelukan / kelembaman pada tekanan / raih elan kepalkan tangan”

“Fatalis, main yang aman-aman / Seolah apolitis, takut pada keadaan / Mukjizat, hanya di jaman nabi / tak bisa langsung sehat, dihadapi dikelahi / Ada-ada saja, sifat kawan kita / Dipelihara dan budidaya / Macam-macam saja, kelakuan kita / semoga masih bisa bahagia”

*Potongan lirik berlapis dan berjebah makna yang lebih berkena diulas dalam diskusi aktif atau ruang tukar pikiran intim warung kopi daripada sebuah artikel dengan abjad terbatas.

list song

 

Go Check :

Indonesian Album of The Year 2015
Album of The Year 2015
Song of The Year 2015
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response