close

JAFF 14 ‘Revival’ Resmi Digelar

Pembukaan Jogja-NETPAC Asian Film Festival 14 ‘Revival’, Selasa (19/11)

JAFF 14 ‘Revival’ resmi dibuka pada tanggal Selasa (19/11) di Empire XXI Yogyakarta. Film Abracadabra (2019) yang disutradarai oleh Faozan Rizal menjadi film pembuka pada JAFF 14 ‘Revival’. Acara dimulai pada pukul 18:00 WIB dengan rombongan 18 bregada yang menggiring para tamu dari Hotel Horison ke Empire XXI Yogyakarta.
1.454 pengunjung hadir dalam upacara pembukaan festival. Pembukaan dimulai dengan sambutan dari perwakilan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Disbud) Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si. Ia menyampaikan bahwa Disbud DIY sudah melakukan kerja sama dengan JAFF sejak 2014. “Melalui tumbuh kembang film dan lahirnya sekolah-sekolah perfilman di Yogyakarta, besar harapan kami agar semakin banyak melakukan kerja sama untuk menumbuhkan objek-objek seni khusus nya film,” tuturnya.

Sejalan dengan Disbud DIY, Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri (DJIDP Kemenlu) turut menyampaikan dukungan terhadap festival film yang sudah berjalan 14 tahun ini. “Kemenlu turut hadir mendukung JAFF dalam bentuk Focus Group Discussion dan scriptwriting workshop untuk menciptakan produk film Indonesia yang lebih berkualitas. Ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan potensi ekonomi dan industri film agar lebih besar,” jelas Johar Gultom selaku wakil DJIDP Kemenlu.

Budi Irawanto selaku Festival President mengucapkan terimakasih untuk semua yang berkontribusi dalam festival ini dan turut memeriahkan serta menjalin keberlangsungan kerja sama di setiap tahunnya dari berbagai negara di Asia Pasifik. “Terima kasih kepada tamu undangan yang sudah datang jauh-jauh dari berbagai negara di Asia, para filmmaker dan penonton yang hadir pada pembukaan JAFF ke-14 ‘Revival’ kali ini. Festival ini tidak mungkin berjalan tanpa para staf, koordinator, dan volunteer yang sudah bekerja keras untuk membantu menyukseskan acara ini,” tutup Budi dalam kata sambutannya.

Setelah pidato dari Budi Irawanto berakhir, Ifa Isfansyah, Festival Director JAFF pun menjelaskan perbedaan JAFF tahun ini dengan tahun sebelumnya. “Untuk pertama kalinya JAFF memiliki venue yang terpusat, bila di tahun-tahun sebelumnya ada tiga hingga empat venue tersebar. Walau begitu, kita berharap pada poin terpenting dari festival ini agar tercapai, yaitu menjadi pusat pertemuan orang-orang dan menjadi intim dalam merayakan,” ungkapnya.
Menutup kata sambutan darinya, Ifa pun berterima kasih kepada seluruh juri dan tamu undangan yang hadir dari berbagai negara. Selain itu ia juga memperkenalkan Christine Hakim sebagai Board Advisor JAFF. Ifa memanggil segenap koordinator dari setiap divisi untuk turut naik ke atas panggung sebelum memukul gong penanda awal dimulainya Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-14.

Pada perhelataan festival ini, turut hadir pula para pemeran dalam film Abracadabra, seperti Ence Bagus, Egi Fedly, Landung Simatupang, Veronica & Valerie, Mbok Tum, hingga Yati Pesek. “Saya mewakili dari film Abracadabra mengucapkan semoga perfilman nasional dan internasional dapat berkembang lebih baik lagi,” ucap Egi Fedly.

Perhelatan JAFF 14 ‘Revival’ resmi dimulai dengan penayangan film Abracadabra (2019) yang ditayangkan serentak di lima studio Empire XXI Yogyakarta. Film yang menempuh empat tahun masa produksi tersebut menceritakan tentang seorang pesulap yang mencari arti dari keajaiban. Abracadabra (2019) ditayangkan secara perdana pada upacara pembukaan JAFF 14 ‘Revival’. Sebelum film dimulai, diputar kata sambutan dari Faozan Rizal, sutradara, dan Reza Rahadian, pemeran utama film Abracadabra (2019). Mereka berdua sama-sama meminta maaf tidak dapat menghadiri penayangan perdana Abracadabra (2019) dan memberikan selamat atas pembukaan salah satu festival film terbesar di Indonesia ini.

Terhitung sejak 20 November 2019, penonton sudah dapat menyaksikan sajian film-film pilihan yang akan ditayangkan di Empire XXI Yogyakarta. Film-film tersebut terbagi atas program-program yang menawarkan perspektif dengan tema festival tahun ini, revival atau kebangkitan. Total sebanyak 111 film dari 28 negara seluruh Asia Pasifik akan ditayangkan dalam serangkaian program kompetisi dan non-kompetisi. Beberapa program film JAFF 14 ‘Revival’ mengusung film-film yang telah melanglang buana ke festival internasional lain, seperti, The Science of Fictions (2019), Tak Ada yang Gila di Kota ini (2019), dan Bura (2019).

Selain program film, tahun ini JAFF juga menawarkan program-program yang fokus pada edukasi seputar pembuatan dan perkembangan film. Program ini terbagi atas program lokakarya JAFF Education, program kuliah umum Public Lecture, dan program presentasi serta seminar Forum Komunitas.

Perayaan kebangkitan sinema Asia Pasifik JAFF 14 ‘Revival’ akan diselenggarakan selama lima hari dan akan memusatkan kegiatan pemutaran di Empire XXI Yogyakarta dan kegiatan non-pemutaran di LPP Yogyakarta dan Hotel Horison Yogyakarta. Pembelian tiket menonton film dapat dilayani dengan membeli Sahabat Hanoman (tiket terusan) dan secara on the spot (OTS) di Empire XXI Yogyakarta setiap hari dimulai pada pukul 09:00 WIB. (2019)

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response