close

Atmosfer Tokyo Dome di GOR UNY

JKT 48 (2)

Euforia JKT48 memang luar biasa. Kemeriahan tersaji pada konser bertajuk Earth Day Fest 2013, Sabtu (20/4) di Gedung Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta. Kemeriahan itu sudah tampak sejak pukul 12.00 ketika para penonton mulai memadati GOR UNY, padahal pintu masuk baru dibuka pukul 15.00. Militansi para penggemar juga terlihat dari bagaimana mereka rela mengantri panjang dengan kondisi hujan. Pemandangan menarik pun tersaji di mana para penggemar saling berbagi jas hujan. Konser dengan bintang utama JKT48 ini, didukung oleh band-band pendukung seperti Saka, Rookie Boom, Catair, Medium dan The Finest Tree.

Panjangnya antrian akibat kecilnya pintu gerbang, memaksa acara dimulai dengan menyisakan banyak penonton pada antrian. Konser dimulai dengan performa Rookie Boom, Saka, dan Cat Air. Sejalan dengan tiga penampil tadi, akhirnya semua penonton berhasil menyesaki dome GOR UNY.

Setelah jeda Maghrib, giliran Medium menunjukan aksinya sebagai band tuan rumah. Unit pop dari UNY ini, membawakan tujuh lagu dengan tanpa henti mengajak penonton untuk tidak takut bermimpi. Selain membawakan lagu ciptaan sendiri, mereka juga meng-cover lagu Sheila On 7, “Terlalu Singkat” dan menutup performa dengan satu nomor dari Oasis “Champagne Supernova”.

Penonton tanpa henti berteriak “JKT fourty eight, JKT fourty eight!” Namun para penggemar harus sabar, karena masih ada The Finest Tree. Mendapat tekanan penonton, Duo yang digawangi oleh jebolan Idola Cilik ini, menunjukan kelasnya dalam penguasaan panggung. Chaka, sang Vokalis berhasil mengajak penonton untuk bernyanyi bersama saat membawakan dua nomor dari Sheila On 07. Penampilan mereka juga disaksikan langsung oleh personil Sheila On 07, Duta dan Erros. Duo ini juga sempat mengover satu hits dari The Script, “The Man Who Can’t Be Moved” yang disambut teriakan histeris penonton wanita.

Penantian Panjang penonton akhirnya terjawab pukul 20:30. Sang pujaan, JKT48 menaiki panggung dengan kostum yang khas. Gadis-gadis cantik ini sontak menciptakan sebuah gemuruh tiada henti dari para penggemar. Penonton menyambut lewat teriakan nama-nama personil seperti “Nabilah”, “Stella”, “Melody” dan para personil lainya.

Tanpa basa basi, JKT48 membuka konser lewat nomor “Heavy Rotation” yang langsung membakar atmosfer GOR UNY. Setelah menyuguhkan irama yang cepat di lagu pertama, JKT48 tak lelah menampilkan performa energik lewat nomor “Ponytail dan Shu-Shu” dan “Baby, Baby, Baby”. Dengan menyuguhkan koreografi yang atraktif, membuat penampilan JKT48 semakin sempurna malam itu. Terbukti, absennya Shania, tidak terlalu mempengaruhi performa apik JKT48, yang pada saat itu juga memasukan dua personil dari generasi dua.

Antusiasme penonton terhadap “idol group” ini sangat luar biasa, bahkan dorong-dorongan untuk maju kedepan berulang kali terjadi. Setelah membawakan tiga lagu, JKT48 berhenti sejenak, untuk menyapa penonton. Melody juga sempat menginstruksikan penonton untuk tetap tertib. Namun apa daya, atmoser luar biasa dari penonton, membuat sapaan para personil ini terdengar samar. Mereka melanjutkan aksi lewat nomor “Maafkan Summer”. Lagu ini disambut meriah penonton dengan cara menyanyikan chant-chant ala JKT48 . Performa mereka dilanjutkan dengan membawakan lagu “Jejak Awan Pesawat” yang diawali dengan seruan, “ini lagu terakhir kami”. Munculnya kembang api menjadi momen penutup lagu ini. Tanpa pamitan JKT48 langsung meninggalkan panggung.

Tak puas, seluruh gedung berteriak, “Encore” yang dilafalkan dengan logat Jepang, mereka meminta JKT48 memainkan lagu penutup. Teriakan semakin keras, hingga munculya para personil ke atas panggung lagi. Senyuman dan lambaian tangan gadis-gadis berparas cantik ini, kembali membuat histeris para penonton yang didominasi remaja pria. Akhirnya mereka menutup konser lewat nomor “Teriakan Diamond”.

Animo penonton sungguh luar biasa, penonton datang dari geografis dan sosiografis yang berbeda-beda. Selain dari Yogyakarta, penonton juga berasal dari Magelang, Klaten, Purwokerto, Jakarta, dan bahkan Kalimantan. “Baru nonton pertama kali, dari sedulunya mengidolakan, jadi di dua lagu pertama masih speechless, sempat ikut dorong-dorongan juga, akhirnya bisa maju kedepan waktu encore,” ungkap Hilman, vokalis band Loath. Hal senada juga diamini Yuvens, siswa SMK SMTI Jogja ini mengatakan puas bisa melihat Kinal, sang idola, meski harus berdorong-dorongan. Komentar berbeda datang dari Fakih, “Kurang puas, cuma enam lagu, kelamaan band pembukanya,” ungkap mahasiswa Hubungan Internasional UGM yang antri sejak jam satu ini. Beberapa Penonton juga menyebut konser ini layakaya sebuah mini Tokyo Dome.[Warning/Tomi]

Event by : Blaks Creative
Venue : GOR UNY
Date: 20 April 22, 2013
Man of the match : Atmosfir penonton girl band menyerupai konser band rock papan atas.
Rating : ●●● 1/2

JKT48 - © Warning/Tommy
JKT48 – © Warning/Tommy

Foto konser ini bisa diakses disini

 

Tags : Jkt48
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response