close

Jumpa Ceria, Biar Lantas Berkawan

adada
jumpa ceria
jumpa ceria

Sabtu malam (23/5) gelaran pertama acara bertajuk Jumpa Ceria akhirnya dapat dilangsungkan dengan latar sebuah cafe di kompleks Taman Wisata Kuliner Pringwulung tepatnya di Suave Cafe & Bar. Acara tersebut mengusung ide kolaborasi sebagai gagasan awal dan grup musik atau band dari genre dan aliran apapun sebagai objek kolaborasi. Gie, Afapika dan Kopibasi adalah 3 band dengan genre yang berbeda. Mereka dipilih untuk membawakan musik dan lagu mereka sendiri dengan beberapa lagu yang diulik bersama-sama dan dibawakan bersama. Jumpa Ceria memberikan ruang lebih terhadap mereka Gie, Afapika dan Kopibasi untuk saling mengasah kemampuan dan berlatih bareng.

Malam begitu tenang, jangkerik belum ngerik dan bulan pun masih ngringkik mau bangkit, trio pembawa acara Huhum, Danu dan Ravie menyibak tirai panggung membuka acara Jumpa Ceria dengan salam, senyum, sapa. Puluhan penonton yang baru saja hadir bersorak sorai menyambut gelaran pertama Jumpa Ceria pertanda resmi dibuka.

Perjumpaan dibuka oleh Kopibasi. “lima percik mawar/ tujuh sayap merpati…” begitu lah penggalan Mantera karya Sutardji Calzoum Bachri yang dibacakan Mathorian Enka salah seorang punggawa Kopibasi. Penonton yang hadir semakin banyak, sebagian merapat mencoba mencermati puisi-puisi yang dibawakan oleh Kopibasi. Belum habis sampai di situ, Mathorian Enka berontak, “Ayun Kapak Bapak” puisi karya Rabu Pagisyahbana dibacakan diiringi alunan folk syahdu Kopibasi. Kemudian, lagu andalan seperti “Doa ketika Bepergian” ciptaan Rabu Pagisyahbana, “Cukuplah Pagi yang Telanjang”, “Kosakatarsis”, “Baiknya Tidur” dan covering lagu dari Nosstress berjudul “Tanam Saja” serta kolaborasi tiga vokalis, Lukman dari Afapika, Wimar dari Gie dan Galih Fajar dari Kopibasi, mereka menyanyikan sebuah musikalisasi puisi “Surat Kopi” karya Joko Pinurbo. Penonton merasa terhibur dengan penampilan Kopibasi, lirik-lirik puitis di setiap lagu-lagu mereka malam itu jadi nilai menarik. Pembacaan puisi berjudul “Sajak bulan Mei 1998” karya W.S Rendra oleh Riska SN di sela-sela penampilan Kopibasi menunjukan bahwa grup musik yang beranggotakan Galih Fajar (Vocal), Mathorian Enka (Percussion, Vocal), Alfan Arifanto (Gitar, Vocal) dan Pradesta Burhan (Gitar, Vocal) menaruh perhatian lebih terhadap dunia kesusastraan.

Waktu menunjukan jam delapan malam, saatnya Gie menghempas panggung Jumpa Ceria dengan lagu-lagu mereka. Sekilas penampilan, Gie adalah grup band beraliran blues, lagu-lagu yang mereka ciptakan banyak terdapat komposisi blues di dalamnya. Lick-lick yang dimainkan Gatra sang gitaris menjadi penanda bahwa Gie memang lahir untuk melestarikan blues. Lima sampai enam penonton dengan antusias maju menuju halaman panggung bergoyang mengikuti hentakan nada-nada biru dari tembang-tembang milik Wimar dan kawan-kawan. Riuh suara penonton menggoda Gie supaya menyanyikan satu lagu hits-nya “Sendiri Menikmatimu, Gie pun tergoda, seketika saja Suave Cafe jadi haru biru. Di penghujung aksi Gie, sang vokalis mempersilahkan rekan senasibnya sesama pelantun lirik dari Kopibasi dan Afapika untuk bernyanyi bersama di panggung sambil menyeduh “Kopi Blues” kepunyaan Gie.

Menjelang puncak acara, satu pijakan akhir menuju ujung perjumpaan, Afapika boleh jadi ibarat pelukan hangat pengantar pulang Jumpa Ceria kali itu. Penonton yang hampir terbang dengan alunan biru dari Gie dibuat mantap untuk duduk kembali oleh suara renyah Lukman Afapika. Paduan distorsi pada gitar dan dendang ketipung yang asing di telinga jadi jamuan musik kontemporer yang sederhana namun apik. Ruang dan waktu dikesampingkan begitu saja, alunan musiknya dibikin rapih lewat nada-nada oriental, liriknya pun berbahasa Inggris entah british entah slang. Penonton sangat menikmati putaran awal “Govinda (Kula Shaker cover)”, lalu “One Day In Summer”, “Virginity Of Soul”, “No Void, dan akhirnya “Garuda” jadi nomor terakhir yang dinyanyikan bersama duo vokalis Kopibasi dan Gie.

Lengkap sudah perjumpaan nan ceria itu seusai trio pengendali mic alias pembawa acara memijak puncak dengan salam perpisahan dan tentunya janji untuk berjumpa kembali. Acara buah kerja sama UKM Musik UMY, Jogja Audio School, Monstaind Clothing, dan Bongpas Production melalui Jumpa Ceria memberikan satu lagi alternatif, bukan sekadar untuk berkarya dan menikmati musik, namun sekaligus upaya determinasi sekat ruang pembeda tentang aliran dan genre grup musik satu dengan yang lainnya. Membangun relasi antar penggemar grup musik juga merupakan satu langkah baik yang tidak disadari dalam acara Jumpa Ceria, hal tersebut dapat dirasakan di ruang meja dan kursi sesama pengunjung dan penonton yang mengumbar perkenalan satu sama lainnya. Sangat disayangkan ide kolaborasi antar penampil belum matang dan terkesan kurang persiapan, namun secara keseluruhan jalannya acara, Jumpa Ceria cukup menghibur puluhan penonton yang hadir.

Teks oleh: Galih Fajar

Date: 23 Mei 2015

Event by: Yogya Karya

Man Of The Match : Penampilan Afapika, cita rasa musik unik, sambutan meriah dari penonton

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response