close

Kampanye Anti LGBT Berlangsung ‘Khidmat’, Solidaritas LGBT Tertahan Aparat

IMG_9696

 IMG_9576

 Ratusan massa yang tergabung dalam Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah (AM-FUI) DIY menggelar aksi penolakan terhadap LGBT. Aksi itu berlangsung di Tugu Jogjakarta. Lengkap dengan spanduk dan seragam, massa aksi berjejal memenuhi tugu, sembari melakukan orasi. Kelompok ini datang secara berkala sejak sekitar 14:00, mayoritas menggunakan sepeda motor tanpa pengaman kepala.

IMG_9624

Sebelumnya, beredar poster sayembara untuk membuat spanduk kontra LGBT. Salah satu spanduknya berbunyi “LGBT adalah gangguan jiwa menular, segera berobat dan bertobat atau kami sikat”. Spanduk-spanduk berisi hatespeech lainnya beredar di banyak titik kota Jogja. Sebelumnya beredar undangan, bahwa aksi ini berlangsung di Titik 0 Km.

IMG_9693

Merespons aksi intoleran penolakan LGBT, massa yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Demokrasi berencana membuat aksi tandingan. “masyarakat jogja perlu tahu, bahwa ada kelompok pro-demokrasi yang bersuara untuk mendukung hak-hak LGBT. Jangan takut dengan kelompok rasis berbasis SARA, yang justru lebih menakutkan adalah kehilangan demokrasi” bunyi manifesto SPD dalam selebaran.

Aksi yang dijadwalkan berlangsung di Tugu tertahan di kedai makanan Mc Donald Sudirman. Ratusan polisi hadir menjaga segilintir massa yang tidak genap seratus orang. Aparat menghalangi pergerakan SPD ke Tugu, dikarenakan aksi ini belum mendapat izin. Seperti dikutip Kedaulatan Rakyat, Kombes Pol Prohartono mengatakan, aparat tak memberikan ijin pada massa Solidaritas Perjuangan Demokrasi (SPD) untuk menuju ke titik lokasi aksi di Tugu Yogyakarta. Langkah tersebut ditempuh agar tak terjadi gesekan antar kelompok masyarakat yang pro maupun kontra terhadap permasalahan Lesbian, Gay, Biseksual dan transgender (LGBT).

Di tengah negosiasi, beberapa kali terjadi dorongan dan pemukulan antara massa SPD dan aparat yang berjaga. Massa SPD, yang tidak sedikit merupakan perempuan, tak membuat gesekan terhindarkan. “Bapak punya istri dan anak kan, jangan main pukul pak, coba bayangkan ini istri dan anak bapak” pungkas demonstran seorang demonstran merespons gesekan yang terjadi.

“kenapa kami yang dijaga, coba lihat saya, apa saya berpotensi membuat ricuh” ungkap salah seorang demonstran perempuan kepada polisi yang menjaga. Hingga massa AM-FUI membubarkan diri sekitar pukul 17:30, massa SPD tetap tertahan di Mcdonald Sudirman.   [WARN!NG/Tomi Wibisono]

IMG_9676
IMG_9761
IMG_9762
IMG_9790
Massa

 photos: Tomi Wibisono

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response