close

Kampung Cempluk Festival Masuk Edisi Keenam

poster
Kampung Cempluk Festival
Kampung Cempluk Festival

Kampung Cempluk Festival akan kembali digelar pada akhir September ini. Jika kelima edisi sebelumnya hanya mengambil tempat di Dusun Sumberejo saja, KCF#6 akan melibatkan seluruh Desa Kalisongo. Tepatnya, KCF#6 akan mengambil sepanjang jalan Sumberejo-Kalisongo.

Acara secara resmi akan dibuka pada tanggal 27 September 2015 dengan pawai budaya warga Kalisongo. Selanjutnya selama seminggu penuh rangkaian acara akan terus digelar hingga tanggal 3 Oktober 2015. Acara-acara yang dihadirkan di KCF#6 melingkupi seni tari, musik, sastra, hingga pemutaran film. Acara-acara tersebut tidak hanya disuguhi oleh pelaku seni lokal, melainkan dari berbagai kota lain di Indonesia seperti Jogja dan Jakarta. Semua acara itu terbagi dalam tiga panggung yang disediakan. Tak ketinggalan sarasehan budaya, bazaar kuliner dan permainan tradisional juga akan meramaikan KCF#6.

Sesuai namanya, selama acara berlangsung, listrik di Desa Kalisongo akan dipadamkan. Hal ini bukan sekedar demi nilai keunikan atau estetika belaka. Pemadaman listrik mengingatkan kembali pada masa dimana listrik belum mengalir di Kalisongo. Kendati lokasinya yang sebenarnya tidak jauh dari pusat kota Malang, instalasi listrik baru lazim di Desa Kalisongo pada tahun 1992.

KCF#6 diadakan dengam maksud sebagai sarana hiburan alternatif sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan bagi warga kampung. Dalam KCF#6, desa juga ditempatkan sebagai ruang berbudaya dan berkesenian yang harus sama-sama dijaga. Pagelaran KCF keenam sendiri mengambil tajuk “Harmoni Kampung Untuk Indonesia”. Artinya nilai-nilai seperti gotong-royong dan hamoni komunitas kecil menjadi akar dalam sederetan acara KCF#6. Tidak hanya bagi warga desa Kalisongo, KCF#6 juga tentunya diharapkan dapat menjadi sarana hiburan alternative bagi warga Malang, juga kota-kota lainnya. “KCF#6 akan menghadirkan hiburan baru, yakni wahana aneka permainan tradisional jaman dulu lengkap dengan panduan. Pengunjung bebas memainkannya,” jelas Hanafi, ketua festival tahun ini. [WARN!NG/ Kevin M.]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response