close

Kebisingan di Kota Bising!

noise arcade

Di tengah suara riuh-rendah knalpot kendaraan yang berlalu lalang, sebuah bebunyi yang tak kalah ributnya berusaha mendobrak dominasi yang telah ada.

Jogja Noise Bombing Fest kembali lagi Selasa, (7/10), kini dengan tajuk beberapa episode. Bertempat di Bentara Budaya yang biasanya menggelar event kesenian dengan basis massa banyak, Jogja Noise Bombing Session #1 tetap kukuh berdiri. Menambah kebisingan Jogja, menambah pula nuansa dunia ‘perklenikan’ musik kota ini.

Delapan penampil dari lima negara sangat mumpuni membuat pendengar yang tak biasa dengan musik noise dan experimental menjadi eargasm. Bunyi “ngang-nging-ngung” saat menjelang tidur atau yang paling parah muntah—entah dari mulut atau telinga, adalah efek samping yang diterima. Tapi bagaimana pun, Jogja Noise Bombing Fest kali ini tetap merayakan kemerdekaannya dalam bermusik.

Pun ketika rantai-rantai efek gitar yang telah dimodifikasi dan mendapat sentuhan demikian rupa dari para noise maker ini. Ditambah berbagai macam alat musik yang dibuat sendiri, dicolokkan pada amplifier dengan volume maksimal, hasilnya nikmat kebisingan menghajar telinga para pengunjung.

Anxiety dan Palasick yang berkolaborasi dengan Radioactive Morbid sebagai tuan rumah membuka acara, saling berganti memberi pemanasan pada telinga pengunjung. Dominasi spoken word yang diiringi sesahutan efek gitar dari Palasick dan Radioactive Morbid membuat telinga panas sebelum waktunya. Juga ada S*I*N asal Singapura yang juga berkolaborasi dengan Nzsdlx tampil tak kalah serunya. “Kotak musik” yang dihiasi lampu warna-warni menambah daya gaung ­sci-fi­ menjadi lebih tak beraturan, semakin tak enak didengar. Lalu ada Rantau Ranjau asal Purwokerto yang sengaja membawa ‘anaknya’—sebuah boneka, untuk ikut tampil bersama. Setelah menyetel setiap peralatan dan mulai membunyikannya, sang anak dengan gembira ikut beraksi. Sebuah boneka kecil handmade dihubungkan pada daya listrik sehingga mampu berjoget kesana-kemari sambil ikut pula mendendangkan suara-suara ‘merdu’.

Kemudian ada Sulfur yang menaati jatah tampil. Dihiasi dengan visualisasi real-time camera, suara yang entah kerik jangkrik atau siksa alam kubur mendominasi pertunjukkan. Hasil suara yang dihasilkan dari kipasan seng mampu membuat angin menyerbu hati. Tak peduli ia sedang gundah tak beraturan atau tidak. Setelahnya, Circuitrip yang datang dari Singapura juga mulai meriakkan suara tak beraturan. Riff drone yang diciptakan sambil menambah sayatan-sayatan sci-fi dari ‘ulekan’ efek tak pelak membuat beberapa orang ber-headbang di pit.

Jerk Kerouac yang sedari tadi tidak sabar tampil akhirnya mendapatkan jatah waktunya. Dengan membuang sedikit waktu, ia mulai tampil keedanan. Lilitan kabel mic pada tangan kanan yang telah dimodifikasi menambah sangar teknik vokalnya. Pun dengan efek feedback yang dihasilkan oleh amplifier membuat ia sendiri termakan orgasme panggung. Sambil sedikit berlari-lari di sekitar alat musik, ia kesetanan.

Kini ada Noise Arcade asal USA yang mengokupasi panggung. Kolaborasi bebunyian yang dihasilkan dari rantai colok-mencolok efek dan musik digital membuat unit musik ini paling bisa ‘didengar’. Serupa musik EDM yang dibaurkan oleh bunyi-bunyi bising. Nomor yang dimainkan Noise Arcade bisa dibilang paling rapi, pun juga dengan komposisi fade-out pada akhir lagu.

Sama seperti pergelaran di tahun-tahun sebelumnya, tujuan Jogja Noise Bombing Fest tahun ini tetap untuk memperluas wacana tentang eksperimen terhadap bunyi-bunyian, memproduksi suara dan kebisingan serta mengenalkan kepada publik terhadap eksistensi noise maker antar negara dan yang ada dan aktif di Jogja. Tanpa adanya permainan musik yang terlatih atau tidak, setiap noise maker adalah bintang. Untuk gelaran kali ini, permohonan maaf pantas dilayangkan bagi mereka yang salah hari karena ingin menonton Jazz Mben Senen. Ini harinya noise! [WARN!NG/ Yesa Utomo]

 

Rantau Ranjau
Rantau Ranjau
Sulfur
Sulfur
Jerk Kerouac
Jerk Kerouac
Noise Arcade
Noise Arcade

Event by                      : Jogja Noise Bombing

Venue                          : Bentara Budaya Jogja

Date                            : Selasa, 7 Oktober 2014

Man Of The Match    : Aksi orgasme Jerk Kerouac yang membuat orang ikut orgasme.

Rating                         : ***

Tags : Jogja Noise Bombing
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.