close

Kelelawar Malam Gelar “Ritus Mencekam Tujuh Inci”

flyer Kelelawar Malam di Jogjakarta
kelawar malam
kelawar malam

Unit punk metal asal Jakarta, Kelelawar Malam, kini hadir kembali. Band yang identik dengan ikon horor lokal Indonesia ini melepas EP berwujud piringan hitam 7” yang bertajuk Horror Metal Punk. Kelelawar Malam akan menggelar tur untuk mempromosikan EP ini dengan tajuk “Ritus Mencekam Tujuh Inci”. Dua kota telah terpilih sebagai destinasi tur ini, yaitu Kediri pada 21 Mei 2016 dan disusul Yogyakarta pada 22 Mei 2016. Kelelawar Malam pun datang kembali dengan formasi terbaru. Kini Deta Beringas berpindah posisi menjadi gitaris tiga, Uri “Tanduk” Putra pada bass, dan Buto pada drum.

YK Booking sebagai kolektif yang sering mengorganisir mini gig untuk tur band telah ditunjuk oleh Kelelawar Malam sebagai penanggung jawab kelancaran acara di Yogyakarta.  Tebaran teror kubur dari Kelelawar Malam akan bertempat di Nol Km Café, sebuah kedai di tepi Selokan Mataram, Gejayan. Ritual ini juga akan dilakukan bersama tiga band asal Kota Gudeg. Tiga band terpilih tersebut adalah MDAE, band post-punk yang dulunya dikenal dengan My Dear Are Enemy yang kembali bergaung dengan formasi baru tiga gitaris setelah sempat vakum kelar merilis album. Kemudian ada Der Jaeger dengan semangat rock n’ roll klasik. Terakhir, ada Bimasakti Spaceship yang terdiri dari beberapa personel band asal Yogyakarta lainnya seperti Maur, Eerie, Asangata, Energy Nuclear ditambah dengan alunan dari sang master synthesizer, Lintang “KenaliRangkaiPakai”.

Piringan hitam Horror Metal Punk dirilis oleh label rekaman Stockroom Recordings. Masa pemesanan plat Horror Metal Punk sudah mulai dibuka sejak tanggal 24 Maret 2016 lalu. Piringan hitam tersebut dibanderol seharga 140 ribu Rupiah selama masa pre-order dan 170 ribu Rupiah untuk harga normal. Sebelumnya, Kelelawar Malam sudah pernah merilis dua album berformat piringan hitam, yaitu album penuh Kelelawar Malam (2010) dan album split Ghaust / Kelelawar Malam (2011).

Kelelawar Malam berisi Sayiba Von Mencekam (vokal & gitar), Fahri Al Maut (gitar & vokal) Uri “Tanduk” Putra (bass), Deta Beringas(gitar & vokal), dan Buto (drums) yang terbentuk sejak tahun 2008. Mahir menulis lirik bertemakan horor, mereka juga cukup serius dalam aksi panggungnya dengan menghadirkan pocong, kuntilanak atau berbagai gimmick hantu lokal lainnya. Album yang telah mereka telurkan adalah demo Bangkit Dari Kubur/Jalan Gelap (2008), EP Desmodus Rotundus (2009), album live dari edisi tur mereka di Malaysia, Malam Terkutuk (2010), album penuh Kelelawar Malam (2010), serta album spilt Ghaust / Kelelawar Malam (2011) [contributor/ Oktaria Asmarani].

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response