close

Kepulan Debu Outsiders

C360_2014-09-06-20-42-22-060

 

Apa jadinya jika salah satu band bernafaskan punk dengan basis penggemar—mungkin terbesar dalam genrenya, mengokupasi panggung yang digratiskan? Tentu bayangan kerumunan orang ber­-moshing ria akan melintas di kepala. Itulah yang terjadi ketika Superman Is Dead menyambangi Jogja entah untuk keberapa kalinya.

Sabtu (6/9), hampir seluruh C360_2014-09-06-20-42-22-060Alun-Alun Utara Jogja telah dikuasai oleh Outsider dan Lady Rose, sebutan penggemar band asal Kuta ini. Panggung cukup megah yang didirikan di sisi tenggara Alun-Alun ini terasa begitu kecil jika dibandingkan dengan kerumunan penggemar yang datang dari berbagai penjuru tanah Jawa. Pukul 19.30 atau setengah jam sebelum SID dijadwalkan menggeber panggung, gate telah disesaki dengan antrian yang mengular besar dan tak rapi. Panitia dibuat kualahan hingga akhirnya SOP konser yang seharusnya menjalankan pemerikasaan terhadap setiap penonton terpaksa dilakukan sekenanya. Beberapa penonton pun terlihat melompat pagar yang tingginya tak mencapai 2 meter.

Tepat pukul 20.07, lagu “Sunset di Tanah Anarki“ berkumandang, dan saat itulah seperti biasa JRX atau Jerink (Drumer) akan masuk dengan sepeda Low Rider-nya. Eka (Bass) dan Boby (gitar/vokal) bergantian masuk dan mulai melantunkan nomor ini. Belum sempat usai sambutan dari penggemar, segera riff gita Boby mengawali nomor kedua “Bulan dan Ksatria”.Outsiders yang berada di luar pagar sudah nampak begitu gusar dengan antrian yang tak kunjung habis. Alhasil pagar di sisi barat dijebol. Polisi dengan pentungan bambu panjang mencoba menanggulangi kekacauan dengan beberapa kali melancarkan serangan. Upaya ini cukup berhasil, dengan berdirinya kembali pagar yang sempat roboh.

Nomor “Kita Adalah Belati” menjadi nomor ketiga malam itu. Di nomor ini, debu yang memang sudah mulai mengepul sejak awal konser nampak semakin tebal, hingga menyaingi efek asap panggung. Usai di lagu itu, Boby mencoba mengatasi situasi dengan meminta air disemprotkan. Upaya ini sedikit membantu, namun jelas tak mungkin mampu menjangkau hampir separuh alun-alun yang memang telah menjadi moshpit.

Selanjutnya, secara berurutan band yang tengah getol menyuarakan “Bali Tolak Reklamasi” ini memainkan nomor “Kuta Rock City”, “Saint of My Life”, dan “Kita Luka Hari iniMereka Luka Selamanya”. Saat melagukan “Kuta Rock City”, Boby sempat melepas gitanya—hal ini membuatnya nampak kikuk. 

Debu kian mengepul liar di udara menyaingi penampilan mereka di atas panggung. Beberapa kali pula Boby mencoba menenangkan penonton dengan menyebut debu bukan suatu masalah berarti. Mungkin ucapannya kali ini benar-benar didengarkan oleh Outsiders yang hadir, hingga puluhan pemuda tanggung dengan kaos beruliskan “OSD Karank Anyar” di punggung melakukan circle pit di depan gate.

Hingga salah satu nomor andalan SID, “Jadilah Legenda” dimainkan, debu yang mengepul dan moshing para Outsiders tetap bergulir. Kemudian di nomor Lady Rose”,dimana seperti biasa JRX akan maju menenteng gitar dan menggantikan posisi Boby untuk bernyanyi. Seperti sebuah dramaturgi pula, Outsiders akan menyalakan korek apinya, kehikmatan sedikit terasa menggantikan suasana liar di pit.

Hingga SID memainkan nomor penutup, semangat Outsiders untuk terus ber-moshing ria dan bernyanyi bersama tak juga redup. Satu panggung yang sepertinya sangat mengobati kerinduan Outsiders dengan idolanya dengan tanpa dipungut biaya. (WARN!NG/ Umaru Wicaksono)

Event by              : G Ground

Date                      : 06 September 2014

Venue                  : Alun-Alun Utara Jogja

Man Of The Match  : Keliaran Outsiders dan suasana kepulan debu selama konser berlangsung

Rating   : !!!.

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response