close

Kolaborasi Karya Seniman Indonesia – Prancis di Printemps Français 2016

Printemps Français

Printemps Français

Printemps Français edisi 12 segera dibuka di Yogyakarta minggu ini. Festival seni gelaran IFI dan Kedubes Prancis di Indonesia ini diramaikan oleh kolaborasi seniman dua negara dan bakal dihelat sampai 11 Juni di 10 kota besar di Indonesia.

Grup teater kontemporer kenamaan Prancis Les Rémouleurs dengan instalasi wayang layang jadi penanda dimulainya pesta. L’Oiseau, layang-layang bentuk burung yang merangkap kanvas visual dengan ukuran 8 x 8 meter akan dihidupkan oleh 4 dalang sembari diiringi komposisi musik dari Senyawa. Figur burung yang megah akan menghiasi angkasa dengan bantuan balon-balon helium. Dijadwalkan mengudara hari Kamis mendatang (28/4) pukul 18.30 WIB di pelataran Jogja National Museum, pertunjukan ini patut dinanti. Karya ini menjanjikan harmoni antara permainan visual yang dipancar ke layang-layang, aksi dalang memberi nyawa pada figur L’Oiseau, dan latar musik yang selaras.

Anne Bitran, salah satu dalang sekaligus penggagas ide mengungkapkan bahwa figur burung dipilih untuk menggambarkan kebebasan. Pertunjukan terdiri dari 4 babak, masing-masing merupakan alegori terkait proses belajar, berbagi, mengekspresikan diri, serta imajinasi dalam proses kreatif. Keempatnya bisa terwujud jika seorang individu punya kebebasan—layaknya seekor burung yang mengangkasa.

Figur burung raksasa dibuat di Yogyakarta bersama dengan proses residensi kreatif selama 3 minggu bagi para seniman yang terlibat pertunjukan L’Oiseau. Bagi Anne Bitran karya ini adalah hasil persaudaraan antara seniman Prancis dan Indonesia. Di rentang waktu tersebut pula lah, band eksperimental Senyawa secara spesial menyusun komposisi musik nir-lirik untuk L’Oiseau. “Sengaja dibuat tanpa lirik agar tidak mendistraksi keselarasan,” ujar Wukir Suryadi. Setelah Yogyakarta, L’Oiseau lanjut terbang ke Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Bali.

Selain Les Rémouleurs, Printemps Français di Yogyakarta diwarnai beragam performa seni mulai yang tradisional seperti persembahan musik etnik dari Doulce Mémoire & Maestro Musik Sunda, koreografi hiphop oleh Compagnie par Terre, hingga dentuman rock dan elektronik yang enerjik dari Thylacine & Kokomo.

Tidak hanya Yogyakarta, Printemps Français tersebar di 10 titik di tanah air dengan deretan penampil yang tidak kalah menarik. Di Jakarta, grup M83 siap naik panggung Gelora Bung Karno. Musisi asal Prancis yang kini berdomisili di Amerika Serikat tersebut berkesempatan menyapa penggemar musik elektro pop Indonesia. Ada pula penampilan Grace Sahertian untuk para penggemar musik jazz di Bandung. Perhelatan Printemps Français sekaligus sebagai momentum bagi penyanyi yang mulai berkarir sejak 16 tahun silam ini meluncurkan album perdananya.

Printemps Français turut menyuguhkan karya para seniman dari ranah fotografi, seni rupa, arsitektur, juga sastra. Selain kota-kota yang disebutkan di atas, festival seni ini akan pula menjamah Medan, Balikpapan, Semarang, Malang, dan Makassar. Informasi agenda acara selengkapnya bisa dicek melalui laman daring Printemps Français. [WARN!NG/Adya Nisita]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response