close

Koperasi Berbasis Karya Seni

OpatuaBand&HasbibersamSoba_fasilitasirekaman
JRYouthCoop
JRYouthCoop

Konsep koperasi memang sudah tidak asing lagi bagi banyak orang. Nilai-nilai kebersamaan dan ekonomi kerakyatan tentunya sering direlasikan dengan konsep koperasi. Jika mendengar kata itu, mungkin akan terbayang komoditas seperti panganan dan kebutuhan sehari-hari yang dijual dengan harga murah. Tapi, ternyata koperasi bisa menawarkan lebih banyak hal dan mengambil berbagai macam bentuk.

Contohnya seperti Jalan Remaja Youth Cooperation (JRYouthCoop) di Yogyakarta. Organisai ini membuat koperasi yang berbasis karya seni dan kreativitas, seperti musik. Ide ini sendiri berawal dari keinginan untuk membangun usaha sekaligus menyalurkan kreativitas dalam bidang seni. JRYouthCoop juga memberikan fasilitas kepada anggotanya untuk mengembangkan keahlian dan menyalurkan hasil karyanya ke jaringan yang lebih luas. Dengan konsep koperasi yang diusung, bidang kesenian bisa diberdayakan sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif dengan potensi yang besar.

Laboratorium Bunyi (laBunyi) merupakan salah satu program hasil kerja sama JRYouthCoop dengan Kampung Halaman. LaBunyi sendiri adalah sarana pertemuan antara para musisi muda dan mereka yang terlebih dulu berkecimpung di dunia musik. Harapannya, akan ada proses diskusi sekaligus kolaborasi di antaranya.

Program ini dijadwalkan dari bulan Juli kemarin dan akan berlangsung hingga bulan Desember tahun ini. Momo (Captain Jack) dan Farid Stevy (FSTVLST) menjadi dua nama senior yang turut menggodok program laBunyi. Mereka berdua menjadi mentor bagi Hasbiandi dan Opatua Band, dua pemusik berbasis di Yogyakarta yang mengikuti program laBunyi. Hingga kini, keduanya semakin intens dalam mendiskusikan banyak hal mengenai produksi musik dengan Momo dan Farid Stevy. Hasil karyanya sendiri ditargetkan siap rilis pada Desember 2015.

Farid Stevy menilai program ini sudah jarang bisa ditemukan di era digital dewasa ini. Dengan kemudahan yang ditawarkan dari internet, interaksi antar musisi minim ditemui dalam proses produksi dan distribusi. Yusuf Safari selaku Ketua Koperasi menilai program ini berjalan lancar karena adanya kepedulian akan regenerasi musisi di Indonesia untuk melestarikan kualitas karya. “Dalam aktivitas ini, yang juga disadari bersama adalah semangat saling belajar,” tambahnya. Bersamaan dengan itu, Yusuf juga mengundang banyak pihak untuk bersama-sama memberi fasilitas dalam segala bentuk bagi musisi-musisi muda lainnya. [WARN!NG/Kevin Muhammad]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response