close

Kronologi Pembubaran Diskusi dan Pemutaran Film Senyap di UGM

10846076_10203313930358800_217223543155742226_n

10846076_10203313930358800_217223543155742226_n

Diskusi dan Pemutaran Senyap di Kampus UGM dibubarkan oleh sekelompok massa

LPPM SIntesa dan Warning Magz sepakat untuk menggelar diskusi dan pemutaran film senyap. Pemutaran ini pun bertujuan untuk membangun kultur diskusi yang mulai hilang bagi mahasiswa sendiri.

Lokasi diskusi ditetapkan di selasar FISIPOL UGM, dengan alasan untuk menciptakan ruang diskusi yang informal dan untuk mewadahi penonton sebanyak-banyaknya.

17 Desember | 14:00

Teman-teman Sintesa mendapat kabar lewat SKKK (Satuan Keamanan dan Keselamatan Kampus) bahwa ada surat yang masuk, untuk melarang pemutaran film ini.

Kami mencoba bernegosiasi dengan pihak dekan, dan mendapat solusi untuk memindah pemutaran di ruang kelas BG 101. Walau ini tidak sesuai harapan kami, karena kami yakin tempat itu hanya cukup menampung 100 orang. Cukup kecewa, tapi kami sekapat untuk kompromi.

17:00

Kami dapat broadcast terbuka, tentang ancaman pembubaran pemutaran Film Senyap. Terdengar kabar bahwa pemutaran di kampus ISI telah dibubarkan, beberapa panita mulai khawatir, tetapi kami yakin pemutaran ini dilakukan di kampus, ruang dimana diskusi ilmiah bisa terlaksana tanpa gangguan apapun.

18:00

Penonton memadati ruang BG 101. Setelah selesai solat maghrib film diputar. pintu terpaksa ditutup karena hanya mampu menampung 100 orang yang penuh sesak menonton Senyap. Sementara 100 orang lainnya menunggu diluar dengan sangat kecewa. Namun mereka tak beranjak pulang seolah ingin mencari celah untuk masuk.

Terlihat beberapa pihak kepolisian berada di tempat pemutaran. Yang diikuti banyak calon penonton yang terus hadir. Merespon antusiasme ini, kami menjanjikan akan membuat dua sesi pemutaran.

Seorang polisi bertanya tentang isi film, kami jawab dengan “ayo nonton bareng aja pak, biar jelas”. Lebih lanjut ia menjelaskan kehadirannya untuk mengamankan pemutaran ini, dan berjanji akan tetap hadir sampai acara selesai. Mendengar hal tersebut, kami merasa cukup tenang, karena ada pihak kepolisian yang sedang menjalankan tugasnya, memberikan rasa aman pada masyarakat.

20:00

Pihak kepolisian dan Dekanat memberi instruksi untuk menyudahi acara ini karena mendapat kabar ada gerakan massa yang coba masuk kesini. Cukup heran, walau seharusnya gerakan massa itu bisa dihalau untuk masuk, tapi lagi-lagi kami pilih untuk kompromi untuk kepentingan keamanan penonton yang hadir. Acara dibubarkan

Tak lama setelah acara dibubarkan, gerakan massa yang tidak terima ada pemutaran ini, hadir di kampus, berteriak dan memaksa acara untuk segera dibubarkan. Mereka tidak tahu, acara sebenarnya sudah bubar. “Saya juga alumni UGM, tidak terima ada pemutaran ini” ungkap salah seorang massa. Nanang Pamuji, Wakil Dekan Fisipol UGM mangatakan “Saya sudah bilang, kok, ke mahasiswa untuk bubar dan pulang saja”. Setelah puas berorasi dan mendapat jawaban yang menyenangkan bagi mereka, massa yang mengenakan Kafiyeh ini membubarkan diri, didampingi pihak kampus dan penonton. Pihak kepolisian sendiri, berada di lokasi selama ancaman dari pihak luar ini berada di kampus.

Dengan sangat menyesal kami bersama LPPM Sintesa, selaku panitia meminta maaf pada para peserta yang sudah jauh-jauh hadir, karena acara tidak bisa berjalan dengan lancer. Atas pengertiannya. Kami ucapkan terima kasih.

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response