close

Lagu Indonesia Terbaik 2016

lagu indo

10. Shaggydog feat Sujiwo Tejo – Pion

Lagu Shaggydog yang paling politis sekaligus apolitis. “Pion” adalah luapan apati dan mobilisasi untuk memilih bergoyang menghadapi kejemuan kondisi sosial politik. Ada ekspresi kebobrokan zaman pada isian saksofon bernada Minang dan lantunan suluk berupa tembang macapat Asmaradhana serta Maskumambang dari Sujiwo Tejo. Dalam koor “na na na na” yang semarak itu, ribuan kaki rakyat ska menggetarkan daratan.

 

9.Banda Neira – Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

Tak ada angin, tak ada hujan, mereka memutuskan bubar dengan seenaknya. Banyak yang terkejut, banyak yang mengumpat, dan tentunya banyak yang menyesalkan. Tak ada yang lebih menyebalkan melihat di masa mendatang tak ada lagi untaian manis Rara Sekar ataupun petikan kopong Badudu yang elok itu. Namun, jauh sebelum perpisahan tiba, pesan tersirat nyatanya sudah kadung diucapkan. Sampai akhirnya saya harus mengamini bahwa “Yang terus berulang suatu saat henti / Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi” mungkin benar dalilnya. Rasa-rasanya 2016 memang pantas dikutuk lantang.

 

8.Young Lex feat Gamaliel – Slow

Komentar terbanyak untuk lagu ini adalah “Yang bikin bagus itu Gamaliel-nya”, dan “Bakal lebih bagus kalau nggak ada Young Lex”. Entah siapa menguntungkan siapa, tapi “Slow” punya level berbeda di antara lagu rap asal-asalan keluaran jejaring Youtubers kelas menengah yang berlomba-lomba panjat sosial. Bukan hanya signifikan untuk musik rap lokal, pamor lagu ini di radio menunjukan ada potensi kemunculan corong baru di strategi bisnis industri musik kita. Lagipula, mengingat reputasi Young Lex, mana mungkin lagu ini tidak spesial jika melihat jumlah like-nya di Youtube bisa berlipat kali lebih besar dari dislike-nya.

 

7.Efek Rumah Kaca – Merdeka

Dibalik sikap kritis terhadap jalannya roda pemerintahan, kuartet Efek Rumah Kaca masih memendam bara optimisme terhadap kemajuan bangsa. Lagu ini menjadi saksi mata bagaimana mereka menyambut gempita kemerdekaan dengan secuil doa bersahaja. Vokal Adrian mendominasi sepanjang lagu, kocokan gitar Cholil masih terasa catchy, dan terlebih musikalitas yang dibawa tak sekompleks Sinestesia. Jarang-jarang mereka menyadur komposisi yang tumbuh dalam genggaman. Tapi jangan sepelekan pesan yang hendak dibawa: “Kami adalah orang yang merdeka / Kami hidup dalam kebebasannya / Damai lahir batinnya”.

 

6.Bars of Death – Tak Ada Garuda di Dadaku

Rekaman seremonial ala militer membuka percakapan kata yang bakal menajamkan indera. Suar protes melaju kencang, degap provokasi menghentak keras, dan teriak-teriak peraduan meluncur cepat tak terkendali. Bukan, ini bukan Homicide, tapi sebuah wujud baru yang menamakan dirinya sebagai Bars of Death. “Tak Ada Garuda di Dadaku” merupakan ajaran frontal bagaimana nasionalisme yang kerap diagungkan justru tak berarti apa-apa dibanding degradasi bangsa yang kian waktu kian membabi buta. Ketidakadilan berubah santapan sehari-hari sedangkan toleransi makin susah diketemui. Menggabungkan sedikit sample dari Immortal Technique serta Public Enemy membuat ramuan verbal di dalamnya lebih menyeramkan. Jika tak percaya, putar keras-keras sembari mengutuk situasi yang tak peduli hati nurani.

 

Read More:

Lagu Indonesia Terbaik 2016 (5-1)

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response