close

Lelagu #17 : Ajang Singgah Dari Penatnya Sebuah Perjalanan

SONY DSC

“Tajuk leren tersebut tampaknya cukup tepat, sebab alih-alih menjadi pentas hingar-bingar untuk unjuk kehebatan, Lelagu dijadikan sebagai ajang bersenandung santai sambil saling mengakrab intim.”

Lelagu yang merupakan micro gig yang menjadi kegiatan rutin yang digelar oleh Kedai Kebun Forum telah memasuki edisi yang ke-17. Kali ini Lelagu digelar pada senin 2 November lalu dengan mengusung tema Leren, yang dalam bahasa indonesia berarti Istirahat. Lelagu yang merupakan panggung perdana di Jogja untuk Silampukau menjadi momentum dalam membayar rasa penasaran banyak orang akan aksi live mereka, terlebih lagi bagi yang telah mendengarkan deretan nomor dalam album Dosa, Kota, & Kenangan.

johan kancut  © warningmagz
johan kancut © warningmagz
chick and soup  © warningmagz
chick and soup © warningmagz

Pentas dimulai tepat pukul 20.00 WIB, ketika Chick and Soup menyapa penonton dengan hangat. Respon positif yang diberikan oleh penonton langsung disambut oleh single perdana yang mengantarkan trio folk-pop Gusti Arirang (vocal/gitar), Margareta Dana (pianika) dan Nikolas Nino (gitar) dikenal publik seperti saat ini, yaitu “Favorite Afternoon”. Hingga diteruskan oleh nomor-nomor jawara lainnya dari debut album album Singgah yang rilis pada September silam, seperti “Jadi Siapa Hari ini” dan “Chicken With The Bubble Gun” yang penampilannya dibawakan seperti konsep pada Lelagu #10 yang lalu dengan ditemani gelembung-gelembung sabun yang terasa semakin tematik dari penampilan Chick and Soup. Suguhan manis secara audio dan visual yang didukung oleh visual siluet oleh Johan Kancut, dan terbukti sukses menghibur penonton hingga nomor terakhir “Next Time Around” yang merupakan nomor cover dari Little Joy.

Penampil berikutnya adalah Sungai, unit eksperimental-pop asal Jogja yang dalam waktu dekat akan merilis album yang bertajuk Arus tampak percaya diri pada kesempatan kedua kalinya tampil di hadapan publik Lelagu. Sungai yang beranggotakan Anggito Rahman (vokal/gitar), Mawar Rengga (vocal), Irene Winta (vocal), dan Dimas Budi (perkusi) malam itu membawakan nomor-nomor seperti “Gagak”, “Serat Mantra”, dan “Merah Muda” yang merupakan single terbaru dari Sungai. Sungai menampilkan sebuah pertunjukan optimal dengan suara vokal berpenghayatan tinggi serta alunan melodi yang mampu menghipnotis para penonton yang terus memadati Kedai Kebun Forum.

sungai  © warningmagz
sungai © warningmagz
fatoni  © warningmagz
fatoni © warningmagz

Selanjutnya penampilan ditunggu-tunggu pun hadir sebagai pelengkap malam itu, giliran Silampukau Mengokupasi panggung dihadapan sekitar 250 penonton yang hadir. Lelagu menjadi singgah perdana mereka yang sedang mengawali tur Yogyakarta dan Jawa Tengah, Silampukau yang tampil sederhana hadir ke stage ditemani oleh Fathoni sebagai illustrator visual. Dengan suara yang prima Silampukau terus mendapat sorakan riang dari penonton yang terlihat sumringah terhibur dari nada-nada dan lirik yang kental akan ciri khas kota asal mereka, Surabaya. Mereka membawakan seluruh nomor-nomor dari album Dosa, Kota & Kenangan seperti “Lagu Rantau (Sambat Omah)”, “Si Pelanggan” dan “Sang Juragan”.

Hal menarik dari performa duo asal Surabaya Eki Tresnowening dan Kharis Junandharu ialah rasa kebanggaan atas identitas diri mereka sangat terasa dengan tidak melakukan hal-hal klise yang biasa dilakukan kelompok musik yang sedang melakukan tur semacam mengganti kata “Surabaya” dengan “Jogjakarta” di lagunya, khususnya ketika “Malam Jatuh di Surabaya”. Penampilan optimal diperlihatkan oleh duo Surabaya Eki Tresnowening dan Kharis Junandharu yang malam itu tampil cukup atraktif dengan penonton. Puncaknya kelakar dari Kharis yang mengatakan “Diakhiri dengan doa ya, biar nggak kafir-kafir amat”, kelakar tersebut menyulut tawa yang semakin menambah antusis publik Lelagu malam itu, hingga nomor “Doa 1” yang sesungguhnya didaulat sebagai nomor pamungkas berakhir pun tak pelak para penonton menyerukan “lagi, lagi, lagi” sedangkan Eki dan Kharis sudah langsung duduk untuk istirahat setelah tampil tanpa jeda. Aksi kerumunan tersebut menyulut reaksi Silampukau untuk mendengungkan encore “Sampai Jumpa” yang merupakan bagian dari EP Sementara Ini yang dirilis 2014 silam.

Secara keseluruhan pagelaran yang disajikan oleh Lelagu edisi ke 17 sungguh memikat dari tata lampu, sound hingga pengisi acara yang disajikan dapat dikatakan cukup lengkap, meski digelar pada hari senin dan kali ini harus membayar uang masuk sebayar 20 ribu rupiah penonton tetap berbondong-bondong memadati Kedai Kebun Forum. Stage yang sangat dekat dengan para penonton semakin menimbulkan rasa kekeluargaan dengan para pendukung acara Lelagu kali ini. Patut ditunggu kemeriahan seperti apa lagi yang akan disajikan oleh Lelagu pada edisi-edisi selanjutnya. [WARN!NG/Dadan Ramadhan]

silampukau  © warningmagz
silampukau © warningmagz
silampukau  © warningmagz
silampukau © warningmagz

Photo by: Dwiki Aprinaldi

Event by : Lelagu, Kedai Kebun Forum

Venue : Kedai Kebun Forum, Jogja

Date : Senin, 2 November 2015

Man Of The Match : Dengan sangat antusias para penonton ikut sing a long sepanjang nomor “Doa 1” dikumandangkan Silampukau, hingga terasa merinding bagi yang dapat merasakannya.

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.