close
_MG_4039

Minggu (1/6), Jogja disambangi sekelompok time traveller. Mereka berjumlah enam orang dan semuanya bersepatu putih. White Shoes & The Couples Company namanya, sebuah band beraliran pop “masa lalu” (re : 80an) yang datang dari masa kini.

White Shoes & The Couple Company © Warning
White Shoes & The Couple Company © Warning

Tepat pukul 16.00 WIB, diadakan konser di Momento Café yang mendatangkan White Shoes and the Couples Company. Dengan persiapan satu minggu, acara yang digarap oleh Pintu Kecil Lab ini bisa dibilang sukses dalam pelaksanaannya. Hary, seorang penggemar White Shoes hari itu mengaku cukup kaget dengan adanya konser yang terbilang dadakan ini. “Saya langsung cari tiketnya kemarin (Sabtu) dan untungnya masih,” ungkapnya. Tiket yang dijual seharga 25 ribu rupiah pun habis terjual sejak dua hari sebelum acara.

Diiringi hujan deras, Summer in Vienna, sebuah band indie pop tuan rumah, membuka acara dengan manis. Memainkan enam lagu, salah satu dari dua band yang menemani perjalanan konser White Shoes sore itu membawa penonton larut dalam suasana pop nan syahdu.

Selanjutnya, Aurette and the Polska Seeking Carnival menggantikan Summer in Vienna untuk mengendalikan “area bermain” yang sederhana. Di atas panggung dengan dekorasi minimalis nan cantik, Aurette, band folk pop itu, memainkan lagu-lagu hits mereka seperti “Abimanyu”, “I Love You More Than Pizza”, hingga “Wonderland”  dan 4 lagu lainnya yang mampu menghadirkan suasana karnaval yang unik.

Bertepatan dengan break Maghrib, White Shoes dan crewnya mulai bersiap untuk memberikan sajian lawas khas mereka yang telah ditunggu-tunggu. Para penonton yang antusias pun terlihat menyesaki hampir seluruh bagian di Momento Café. Bangku-bangku terlihat tidak tersisa, bahkan ada pula penonton yang rela duduk lesehan di bagian depan.

Tak lama kemudian, rombongan time traveller itu mengokupasi panggung. Sebagai pemanasan, mereka membawakan “Super Reuni”. Dilanjutkan dengan “Masa Remaja” yang membuat suasana semakin semarak. “Senja Menggila” menjadi nomor mereka selanjutnya untuk semakin membawa penonton jauh ke masa kejayaan pop 80-an. Tak lupa, tembang-tembang andalan seperti “Selangkah Ke Seberang”, “Matahari”, dan “Vakansi” dilayangkan juga dengan manis.

Tujuan utama mengadakan konser isi sebenarnya untuk mengenalkan EP terbaru mereka bertajuk “Menyanyikan Lagu-lagu Daerah”. Mini album ini merupakan bukti cinta White Shoes & The Couples Company kepada Indonesia. Pada kesempatan sore itu pun, dengan ceria mereka membawakan semua nomor yang ada dalam EP terbaru mereka.

Lagu “Jangi Janger” asal pulau Bali pun menjadi intro dibukanya gerbang menuju ke suasana tradisional. Dilanjutkan menuju  Jawa Barat dengan menyenandungkan “Tjangkurileung”, mereka membuat penonton semakin takjub dengan gubahan lagu daerah ke arah pop retro. Melangkah jauh ke daerah Ambon, dua lagu daerah setempat yaitu “Te O Rendang O” dan “Lembe-Lembe”, semakin memanskan suasana dengan alunannya yang membuat ingin bergoyang.”Tam Tam Buku” lagu daerah asal Jakarta yang mana menjadi single terbaru White Shoes pun menjadi penutup penampilan mereka yang sederhana sekaligus luar biasa sore itu. (Warning/Bayu Pratama)

 

Event By : Pintu Kecil Lab

Date : 16 Juni 2013

Venue : Momento Cafe

Man Of The Match : Dekorasi minimalis yang justru mendukung performance jadi luar biasa.

Rating : •••1/2

 

Foto Gigs -> disini

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.