close

Lintas Generasi Sarat Pesan

_MG_8197

Sabtu (31/8), Yogyakarta kedatangan musisi legenda Indonesia, Iwan Fals. Banyak pesan  dibawa pulang oleh ribuan penonton yang hadir di Kridosono. Mulai dari ajakan menjaga lingkungan dengan membersihkan sampah dan menanam pohon, hingga mengenang kematian Udin dan menolak korupsi.

Iwan Fals © Warningmagz
Iwan Fals © Warningmagz

Musisi bernama asli Virgiawan Listanto ini akhirnya mengokupasi panggung tepat pukul 20.50,  hampir dua jam dari waktu yang dijanjikan yakni pukul 19.00. Penampilan Jathilan setengah jam sebelumnya tidak cukup untuk meredam teriakan penonton memanggil-manggil nama Bang Iwan. Bahkan, sempat terlihat beberapa kali lemparan gelas plastik ke arah MC, diikuti teriakan memprotes molornya waktu serta panggilan terus menerus atas nama Iwan Fals.  Fanatisme inilah yang mungkin menjadi salah satu pertimbangan promotor untuk tidak memasang band pembuka malam itu.

Kericuhan kecil itu pun berakhir ketika Iwan Fals mengokupasi panggung dengan penampilannya yang bersahaja. Kaus hitam, celana abu-abu, serta sehelai kain batik terikat di kepalanya. Rambutnya yang sudah memutih bukan pertanda bahwa masanya sudah habis. “Untuk Yani” pun dilantunkan untuk membuka aksi  musisi kelahiran Jakarta yang akan berulang tahun esok Selasa (3/9) ini.

Piye kabare Jogjakarta?” sapa Iwan yang disambut teriakan Orang Indonesia, basis penggemar Iwan Fals. Keakraban ini juga digunakan Iwan untuk mengutarakan pemikiran-pemikirannya, baik melalui lagu, puisi, bahkan  ia juga menyampaikan sebuah mantra bertema korupsi. Selama pertunjukan berlangsung, tampak kerumunan massa mengangguk-angguk menikmati musik sambil mencerna kata-kata Iwan. Dalam kumpulan penonton yang semakin ramai tampak juga beberapa ibu yang menggendong anaknya, menyanyi berhadapan dengan anaknya seakan sedang mengajari sang anak dengan lirik lagu Iwan yang sarat pesan.

“Kalau bukan karena media massa, masalah korupsi tidak akan pernah selesai…” ucapnya membuka salah satu nomor andalannya “Tikus-tikus Kantor”.  Di sela lagu ini Iwan juga menyampaikan wacana akan berdirinya Sekolah Tinggi Koruptor. Dari sebuah tablet yang diletakkan di sebelah stand mic Iwan membacakan berbagai mata kuliah, mulai dari Dasar-dasar Korupsi hingga Analisa Teknik Korupsi. Iwan juga menjabarkan ‘tempat makan enak’ untuk para koruptor, mulai dari Departemen Keuangan, Departemen Agama, semua BUMN, hingga KPU. Beliau juga membacakan mantra sakti para tikus sebelum kembali bernyanyi bersama kerumunan penonton.

Iwan masih memiliki semangat dan teriakan yang sama, dalam nomor “Bongkar” ia tampak bergairah. Gairah itu juga dicurahkan pada gerakan menanam pohon yang ia lakukan bersama beberapa organisasi pemerhati lingkungan di Yogyakarta. Penanaman itu sendiri dilakukan sehari sebelumnya, Jumat (30/8), di sekitar Kridosono. Iwan Fals turut mengajak para penonton untuk memungut sampah yang ada di sekitar mereka dan membuangnya dalam trash bag yang sudah dibagikan oleh panitia. Kedua gerakan ini menghantarkan nomor “Pohon untuk Kehidupan” dan sebuah lagu dari album terbarunya “Raya” yang berjudul “Sampah”.

Dilihat dari lini massanya, @iwanfals tampak sedang memikirkan sebuah konsep acara raksasa belakangan ini. Ide tersebut disampaikan pula di Kridosono, di kota ke-12 dari keseluruhan 15 kota di Indonesia yang akan ia singgahi selama turnya. Setelah melihat euforia Metallica yang belum lama datang ke Jakarta, ia ingin memecahkan rekor dengan menghadirkan empat juta penonton dalam sebuah acara. Konsep ini ia bungkus dalam sebuah wacana “Nyanyian Raya” yang rencananya akan ia selenggarakan dua tahun lagi. Acara ini ia cita- citakan untuk membangun cinta dan kasih sayang, baik untuk pohon maupun kehidupan.

Setelah mengenang 17 tahun kematian Udin dalam “Lagu Buat Penyaksi”, Iwan Fals menutup penampilan gagahnya dengan nomor “Kesaksian”. Nyayian para penonton terdengar perlahan namun memenuhi seisi stadion. “Merinding mas, saya baru nonton sekali ini tapi emang beda dari konser biasanya,” ujar Vina salah seorang penonton seusai acara.

Ajakannya membuang sampah memang belum cukup berhasil, nyatanya hingga penonton bubar Kridosono tetap kotor. Namun, pesan-pesan dari Iwan akan tetap terngiang di telinga dan benak para penonton. Konser lintas generasi sarat pesan ini diakhiri dengan salam dua jari lambang kedamaian dari Iwan Fals beserta sujud syukur bersama personil band yang mendampinginya. (Warn!ng/Bahar Rabbani)

Gigs documentation here ! -> Iwan Fals Concert at Yogyakarta

 

Event by : Top Coffee

Date: 31 Agustus 2013

Venue : Stadion Kridosono, Yogyakarta

Man of The Match: Konser penuh propaganda menyelamatkan Indonesia.

Warn!ng Level: ••••

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response