close

Littlelute Angkat Isu Sosial Lewat ‘Taman Musim Semi’

1452342898119
taman musim semi
taman musim semi

Unit folk asal Bandung, Littlelute kembali menyapa pendengar dengan materi barunya, “Taman Musim Semi”. Single yang dirilis pada 9 September 2016 ini menceritakan tentang taman bunga atau hutan sebagai tempat bermain anak-anak, yang dewasa ini semakin tergusur oleh pembangunan modern.

Track berdurasi 4:19 ini terinspirasi dari sebuah taman luas—dipenuhi bunga-bunga, rumput liar, pohon besar yang kokoh—yang biasa menjadi tempat bermain anak-anak. Namun keindahan dan rindang taman seperti itu, khususnya di kota-kota besar, semakin jarang dijumpai. Penggambaran mengenai ruang hijau yang kian sempit ini tertera manis namun ironis dalam lirik lagunya, “mawar itu telah layu…”

littlelute
littlelute

Selain dari segi lirik, adalah komponen musik “Taman Musim Semi” pula yang dikemas dengan begitu menarik. Diisi oleh beragam alat musik yang “tak biasa”—ukulele, mandolin, mandola, perkusi—dan vokal yang merdu dan jernih, single ini seakan membawa kita kembali ke ruang kanak-kanak. Tak sampai di situ, pada beberapa bagian lagu, terdengar alunan nada dan vokal musik dunia, seperti misalnya lengking khas opera, atau nada-nada yang biasa dijumpai dalam cerita romansa Eropa. Bukan hal yang mengherankan sebenarnya, mengingat Littlelute memang berkonsep musik folk yang ceria dari beberapa negara di dunia.

Littlelute yang beranggotakan Dhea (vokal), Atse (ukulele sopran), Farid (mandolin), Boiq (mandola), Bob (perkusi), Rengga (ukulele Bass), dan Endang (ukulele tenor) ini sudah mengeluarkan satu album bertajuk “Traces of Dollface & Plots”. “Taman Musim Semi”, yang dirilis Littlelute di bawah naungan Helat Tubruk, sudah bisa dinikmati melalui channel resmi label maupun kanal-kanal digital yang tersedia seperti iTunes, Spotify, dan Deezer. [kontributor/ Christina Tjandrawira]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.