close

Macanista Meraung Menyambut Heavymetalithikum

_MG_8579

“Dimana bumi diinjak, di situ langit dijunjung. Dimana Sangkakala diajak, di situ Macanista meraung” –  Baron Capulet Araruna

Sangkakala © Warningmagz
Sangkakala © Warningmagz

Kamis malam (19/12), Amphitheatre TBY bergetar oleh raungan macanista yang menyambut full album perdana Sangkakala, Heavymetalithikum. Walaupun molor hampir 2 jam, Sangkakala tetap berhasil mengajak macanista meraung kegirangan di sepanjang penampilan mereka. Ditanyai setelah konser, Rudy Atjeh sang bassist berkomentar “Puas sih, puas-puasin deh walaupun tadi agak ambyar”. Ambyar ? sepertinya tidak ada yang peduli.

Konser Heavymetalithikum malam itu terasa intim karena Baron sang vokalis sering sekali melakukan gimmick panjang diantara lagu-lagunya. Selain aksi panggung pecicilan, dandanan glamrock dan aksi kembang api Rudy Atjeh yang sudah jadi ciri khas mereka, venue juga dihias beberapa bendera macanista dan sebuah kepala macan yang matanya menyala merah dipasang sebagai latar. Seolah mengawasi macanista dan sang pawang yang sedang berpesta. 9 nomor yang ada di album Heavymetalithikum memang tidak semua lagu baru, tapi sambutan macanista tetap luar biasa.

Dibuka dengan pemutaran video singkat tentang Sangkakala, Rudy Atjeh, Ikbal Lubys dan Tatsoy muncul memainkan “Into the Row” sebelum akhirnya Baron bergabung dan nomor “Rock Live at Roller Coaster” disuarakan. Ritual moshing sudah mulai dilakukan macanista di lagu kedua “Gang Bang Glam Rock”.  4 personil Sangkakala yang malam itu memakai celana ketat bermotif macan terlihat sumringah. “Hotel Berhala” kemudian dilagukan. Gaung cadas dan moshing semakin menggila. Rasanya yang menjadi spesial dari setiap penampilan live Sangkakala memang bukan hanya musik heavy metal mereka yang bertenaga, tapi juga obrolan-obrolan alakadarnya dari para personil Sangkakala. Sebelum nomor yang juga menjadi judul album “Heavymetalithikum” dimainkan, Baron bahkan sempat bercerita panjang tentang albumnya, tentang Sangkakala yang merupakan rezim, tentang ‘serdadu soy’, dan bahkan sempat membagi-bagikan snack ke penonton. Seolah tidak ada kasta idola dan fans disitu. Sangkakala bukan idola macanista, mereka adalah teman baik.

Setelah break dan video testimoni diputar, pesta berlanjut di nomor “Kawan Lawan”. Kemudian klimaks konser malam itu dimulai ketika lagu nasional koloni macanista dimainkan, “Sangkakala”.  Energi yang begitu besar terasa saat salam tiga jari diangkat, raungan cadas dihias sing along dan moshing yang liar, kembang api yang menyembur hampir di sepanjang lagu dan bendera macanista yang dikibar-kibarkan di udara. “Kansas” kemudian menyuara dan dilanjutkan dengan lagu terakhir “Tong Setan”. Macanista yang sudah merembet naik ke panggung untuk moshing kemudian meminta “Tong Setan” dimainkan sekali lagi. Demi hujan yang turun dan macanista yang rajin meraung, Sangkakala menuruti permintaan tersebut. Belum cukup, tembang klasik milik Kaisar “Kerangka Langit” juga dipersembahkan sebagai encore yang epik. Gemuruh tepuk tangan panjang menutup penampilan mereka malam itu. (Warn!ng/Titah Asmaning)

Sangkakala © Warningmagz
Sangkakala © Warningmagz

Gig Documentation Here > Rilis Album Sangkakala: Heavy Metalithikum

Event by: Rock Siang Bolong

Venue: Amphitheatre Taman Budaya Yogyakarta

Date: 19 Desember 2013

Man of the match: Penampilan total dan gimmick gimmick panjang yang menghibur

Warn!ng Level: ••••

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.