close

Mahasiswa UGM Anggap Rektor Berbohong

IMG_1174
Rektor UGM
Rektor UGM

Massa mahasiswa yang tergabung dalam aksi damai “Pesta Rakyat Gadjah Mada” di halaman rektorat UGM, Senin (2/5), menganggap rektor telah berbohong terkait aksi yang dilakukan. Pasalnya di malam sebelum dilakukannya aksi, rektor melalui wawancara di radio Swaragama FM, menyebut secara sepihak bahwa aksi yang akan dilakukan besok tak lebih dari simulasi. “Mereka kami latih, ini salah satu contoh terobosan proses pendidikan nasional kita. Agar ke depan mereka akan menjadi pemimpin bangsa, pemimpin DPR, pemimpin MPR, presiden, atau menteri, jadi harus kita latih sejak awal. Nah, cara latihannya seperti ini,” ujar Rektor Dwikorita Karnawati ketika ditemui wartawan. Dwikorita menambahkan bahwa UGM sedang melatih mahasiswanya bagaimana berpolitik praktis untuk memilih isu yang sangat tepat untuk diangkat.

Mendengar pernyataan rektor, massa aksi damai yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UGM, tenaga kependidikan (tendik), dan pedagang Kantin Bonbin merasa tujuan aksi mereka telah dipelintir. Umar Abdul Azis—juru bicara Aliansi Mahasiswa UGM, menyatakan bahwa aksi ini murni aspirasi dari mahasiswa tenaga pendidik, dan juga para pedagang Kantin Bonbin. “Sama sekali tidak ada sponsor atau direkayasa oleh pihak rektorat. Kami lebih lanjut juga menyayangkan adanya acara-acara yang dilebih-lebihkan diadakan pada 2 Mei dan ini mendadak,” ia menambahkan. Perlu diketahui sebelumnya, bahwa pihak rektorat mengadakan upacara bersama mahasiswa berprestasi beserta orang tua di halaman rektorat.

Dalam aksi ini beberapa kali diorasikan dan dinyanyikan yel-yel bahwa aksi yang mereka lakukan bukanlah simulasi. Ketika rektor disinggung mengenai mekanisme simulasi, ia menambahkan bahwa simulasi diinisiasi mahasiswa yang sejatinya akan dimasukkan dalam mata kuliah elective mulai besok September yang berbobot 4-8 SKS (Satuan Kredit Semester).

Suasana di luar gedung rektorat
Suasana di luar gedung rektorat

Ketika dialog kedua yang dilakukan setelah rektor kembali turun dari aksi walk out, massa aksi meminta ia untuk membahas satu persatu tuntutan. Salah satunya adalah mengenai tuntutan pencabutan pernyataan rektor yang menyebut aksi sebagai sebuah simulasi. Tuntutan ini dengan segera ditanggapi oleh rektor dengan walk out untuk kedua kalinya.

Massa yang tidak terima segera berupaya menjemput rektor untuk menyelesaikan pernyataan tersebut. Dalam ‘kejar-kejaran’ ini gesekan massa tidak bisa dihindarkan. Dwikorita Karnawati yang segera menuju mobil dihadang massa dan dinuntut kejelasan pernyataan. Dalam sebuah dialog yang digelar tanpa rencana itu, massa aksi terlihat tidak menemukan sebuah fakta yang diungkapkan. Setelah itu, rektor diamankan oleh satuan pengamanan UGM (SKKK) menuju ruang rektor.

Sementara itu ditemui terpisah oleh massa, Iwan Dwiprahasto selaku Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan menyatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh mahasiswa UGM adalah murni aksi. “Jika saya mengatakan ini adalah aksi apa salahnya?” tutupnya. [WARNING/ Yesa Utomo]

Photo: Tomi Wibisono & Dwiki Aprinaldi

berita terkait: Ribuan Massa Hadiri “Pesta Rakyat Gadjah Mada”

IMG_9252

IMG_9356

IMG_9336

IMG_1155
bentangan spanduk-spanduk yang memenuhi rektorat UGM

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.