close

[Album Review] Maliq N d’Essentials – Musik Pop

Album_Musik_Pop

 

Maliq N d'Essentials
Maliq N d’Essentials

Maliq N dEssentials Musik Pop

Organic Records

Watchful Shot : “Nirwana”, “Ananda”, “Himalaya”

[yasr_overall_rating size=”small”]

Ya, jika Anda sendiri mendengar kata-kata ‘pop’ sepertinya hal tersebut memiliki indikasi bahwa musik tersebut hanyalah untuk konsumsi budaya dominan, banal, sepele, kurang bagus kualitasnya, dan mudah hilang esensinya. Lalu, kembali lagi pada pemaknaan ‘pop’ yang lainnya yaitu sesuatu yang ada dalam keseharian, sangat relevan dengan diri kita, dan menujam hati.

Lalu, sebenarnya apa makna dari ‘pop’ yang dimaksud oleh Maliq N d’Essentials pada album Musik Pop ini? Ya, bagi Anda penikmat album Maliq sejak awal mereka berkarir, saya rasa ini adalah album termatang yang dimiliki oleh Maliq. Makna kedua juga dirasa secara internal oleh Maliq sendiri. Menurut mereka sendiri, kedekatan dan kesesuaian antar personel mencapai puncaknya setelah 12 tahun bersama. Karena itulah, dengan yakin mereka menyebut album ini album masterpiece mereka. Musik pop yang diangkat oleh Maliq bukan sebuah musik pop pada umumnya. Yeah, yang saya maksud di sini adalah musik pop macam milik Guruh Soekarno Putra, Keenan Nasution, Fariz RM, hingga Almarhum Chrisye. Ini adalah album pop Indonesia, albumnya pasar anak muda era 70-80’an.

Mendengar gaung di track pertama berjudul “Pintu membuat kita ingat beberapa lagu pop di era keemasannya. Maliq membuat lagu ini seperti sebuah pintu pembuka sebelum kita mendengarkan lebih lanjut lagu mereka. Lagu kedua dilanjut dengan judul Semesta yang digubah oleh Lale, sang gitaris. Lagu ini berbicara mengenai siklus hidup manusia. “Dilahirkan, ditemukan, dan dipisahkan” adalah salah satu lirik yang sangat menujam di hati. Ya, inilah ciri khas dari pop, misteri di balik lirik yang tajam. Di nomor tiga, Ananda menjadi salah satu lagu Maliq yang bermain epik dengan senior Indra Lesmana. Selain itu ada juga lagu Nirwanayang dibawakan bersama Indra Lesmana. “Ananda” menjadi single pertama yang diluncurkan oleh Maliq pada album ini. Bersama Indra Lesmana, Maliq menyelipkan beberapa unsur synthesizers dan vocoder.

Maliq mengeluarkan track penuh romansa pada lagu keempat dan lima yaitu “Imajinasi” dan “Ombak Utara”. Alhasil, Anda harus mencoba mendengarkan sendiri karena lagu ini membuat Anda ‘kelenyitan’ karena liriknya yang romantis. “Ombak Utara” seperti menjadi jawaban dari lagu sebelumnya, berbicara mengenai kenangan, beberapa kejadian di masa lalu yang mungkin tidak bisa kalian lupakan. Falsafah ombak yang terus bergulung, seperti kenangan yang memang tidak bisa kita lupakan dari masa ke masa.

Kemudian lagu yang sangat kontras diciptakan pada lagu yang berjudul “Taman”, bercerita mengenai kehidupan yang sebenarnya. Ketiga kata yang selalu diulang-ulang adalah taman, surga, dunia, mengimplementasikan bahwa kita memang tak selamanya bisa berlama-lama di taman, karena pada waktunya akan ada senja dan malam yang datang. Semacam seperti mengingatkan kita akan kegirangan hidup tak selamanya abadi. Track yang terakhir adalah “Himalaya”, ini adalah lagu yang membuat Anda melting, ini adalah andalan, pastikan Anda tidak tersenyum-senyum sendiri ketika mendengar lagu ini. Dengan alunan piano, “Himalaya” diduga akan menjadi track andalan Maliq ketika mereka live on stage.

Yang pasti, album ini menjadi album termatang, dan terbaik yang dimiliki oleh Maliq setelah 12 tahun berlalu-lalang di dunia musik Indonesia. Rasanya, 28 menit pada album ini terasa sangat cepat karena lirik, irama, dan nuansa brand new yang dibuat oleh mereka membuat kalian akan menghela nafas. Kenapa? Memang album ini tak akan selaris album sebelumnya, namun kejayaan musik pop di Indonesia setidaknya kembali bangkit dengan adanya album Musik Pop. [WARN!NG/Debby Utomo]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.