close

Max Havelaar Rilis Album dengan Sembilan Rupa Kover

MaxHavelaar-photoband
MaxHavelaar
MaxHavelaar

Pasca merilis single “Tumaritis” pada Januari 2016 lalu, kali ini Max Havelaar dengan percaya diri mengabarkan peluncuran album penuh yang berisikan sembilan lagu dan berdurasi sekitar 51 menit dalam format fisik dan digital. Dalam album Self Tittle yang didistribusikan oleh Demajors ini, Max Havelaar mengajak sembilan illustrator Indonesia yang terdiri dari Ale Husein, Monica Hapsari, Spencer Jeremiah, Rere, Ayu Dilamar, Lala Bohang, Dmaz Brodjonegoro, Indro Moektiono dan Dedi. Kaloborasi antara para Sembilan illustrator tersebut menghasilkan sembilan macam sampul yang ditujukan demi mewakili masing-masing warna di setiap nomor dalam full album Max Havelaar.

Keputusan mengenai sembilan warna yang mewakili setiap nomor pada album ini didasarkan atas kesulitan untuk menjawab pertanyaan mengenai secara spesifik genre apa yang tepat menggembarkan secara umum untuk album ini. Dengan tidak membatasi dan melabeli diri mereka terhadap salah satu karakter tertentu, hal itu bisa tergambar di semua nomor dalam abum Max Havelaar. Sangat terasa distorsi menghentak di nomor “Tumaritis” dan “Suara Kita Suara Tuhan”, tapi nuansa megah orkestra berdiri tegap di “Manusia Pemberani”, trip hop di nomor “Mimpi” dan warna pop juga terdengar pada nomor “Jas Merah”, “Batas Langit Kita” dan “Terisish Tak Risih”.

MaxHavelaar
MaxHavelaar

Ciri khas dari departemen lirik di album Max Havelaar adalah sebuah lirik dengan tema besar dan banyak bermain dengan metafora nan lugas. Dijabarkannya bahwa tema-tema tersebut seperti politik lugas menancap di “Suara Kita Suara Tuhan”, keresahan hidup berdampingan di “Tumaritis”, transformasi ke manusia yang lebih baik di “Manusia Pemberani”, konsep it takes two to tango di “Rumah”. Dan setengah bagian selanjutnya adalah tema mengenai cencorship membabi buta terhadap seni dan budaya di “Batas Langit Kita yang Punya”, petuah untuk tidak melupakan sejarah di “Jas Merah”, penghormatan kepada pahlawan yang tersingkirkan di “Terisish Tak Risih”, fase menghapus tragedi di “Tetap Beridiri Tegak” dan menguntungkan sederetan harapan di “Mimpi”.

Menurut rilsi resmi yang diterima WARN!NG, sederet nama-nama berkualitas juga ikut andil dalam album milik Max Havelaar ini, seperti Akbar dari Efek Rumah Kaca yang mengisi di tiga lagu, lalu Ria dari Are You Alone yang mengisi suara mistis langgam di nomor “Tumaritis”, Dika dari Panda Besi yang mengisi bagian suara teromper di nomor “Suara Kita Suara Tuhan”, Ario dari The Adams yang lancar melengkapi proses mixing dan terakhir Indra Q yang memberi polesan magis di proses mastering. [WARN!NG/Dadan Ramadhan]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.