close

Melanjutkan Kiprah Bleki Lewat “Pesta di Neraka”

BLACKTEETH
Dok. demajors

 

Setelah sukses dengan single “Anjing Kantor”, BLACKTEETH kembali merilis single dari album Bleki yang berjudul “Pesta di Neraka.” Di lagu ini, BLACKTEETH membalut unsur rock and roll yang kental. “Gue penggemar berat musik rock and roll, dari album pertama pun banyak banget unsur rock and roll yang gue adaptasi ke musiknya BLACKTEETH. Untuk lagu “Pesta di Neraka,” gue coba mengadaptasi lagu “Neraka Jahanam” Duo Kribo dan “Highway to Hell”-nya AC/DC. Harapannya supaya orang bisa benar-benar merasakan serunya pesta di neraka,” tutur Satriyo sang penulis lagu dengan nada bercanda.

Ada yang berbeda dari BLACKTEETH kali ini. Christopher Bollemeyer dan Eno Gitara tidak lagi melanjutkan karir musik mereka bersama band ugal-ugalan tersebut. Band yang pada akhir tahun 2016 merilis album kedua berjudul Bleki ini menyisakan Said Satriyo sang founder dan Jerremia L. Gaol (bassist). Alasan hengkangnya Christopher Bollemeyer dan Eno Gitara dikarenakan BLACKTEETH semakin menjadi band yang professional. Coki menjelaskan, “BLACKTEETH itu emang proyeknya Satriyo dari awal. Dia yang bikin konsep, dia yang nulis lagu, dia yang ngasih nama. Anaknya ulet dan punya visi yang jelas buat band ini. Dari awal gue diajak sama Eno untuk gabung di BLACKTEETH dan gue engga heran kalo band ini bisa jalan ke arah yang lebih profesional. Dulu gue pernah bilang ke Satriyo kalo BLACKTEETH udah sampe di fase ini lo jalanin aja band ini sama Jerry karena gue sih yakin walaupun gue dan Eno ga ada BLACKTEETH masih akan tetep jalan.”

“Gue orang pertama yang tertarik dan yakin sama materi yang di-upload sama Satriyo di SoundCloud. Makanya gue nawarin diri untuk main drum di BLACKTEETH. Terbukti band ini bisa jadi band yang produktif dan setiap gue pergi ke daerah-daerah sama NTRL, banyak banget orang yang langsung bilang ke gue suka sama BLACKTEETH. Jujur, gue sih ga heran karena level band ini emang udah sampe di situ. Jadi gue sih yakin tanpa gue dan Coki pun BLACKTEETH tetep akan bisa jalan,” ungkap Eno.

Jerry ikut menjelaskan situasi BLACKTEETH saat ini. “Satriyo itu founder sekaligus otak dari BLACKTEETH. Sedangkan gue, Eno dan Coki ga ada kesulitan untuk blend in dengan ide dan konsep yang Satriyo bawa karena referensi dan ketertarikan musik kita berempat sama. Sampai sekarang pun ga ada yang berubah dengan kondisi BLACKTEETH, tapi akan jadi stagnan kalau bertahan dengan format awal, karena kenyataannya BLACKTEETH udah di kondisi untuk lebih profesional dan bertanggung jawab dengan karya yang udah ada. Akhirnya keputusan ini yang harus diambil, gitu aja sih.”

Lagu “Pesta di Neraka” terdapat di album kedua BLACKTEETH yang dapat dinikmati dalam bentuk CD dan berbagai portal digital antara lain iTunes, Spotify, Deezer, Joox, dan layanan music streaming lainnya. [WARN!NG]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.