close

Melestarikan Budaya Menonton Layar Tancap JAFF 14 ‘Revival’

Open Air Cinema JAFF 14 ‘Revival’

Masyarakat Yogyakarta kembali menikmati sajian sinema layar tancap bersama JAFF 14 ‘Revival’. Setelah sukses diselenggarakan pada tanggal Sabtu (2/11) lalu di Daratan 3, Minggir, Sleman, perhelatan Open Air Cinema kembali digelar dalam rangka menyambut perayaan sinema Asia Pasifik. Open Air Cinema seri kedua diselenggarakan di Joglo Bebana, Gang Pangkur, Jogonalan Lor RT 4, Tirtonirmolo, Bantul pada Minggu (10/11) lalu dengan menayangkan dua film karya sineas muda Indonesia. Antusiasme penonton yang membludak mengiringi penayangan Ranam – Looking for Land (2019) karya David Richard dan Doremi & You (2019) karya BW Purbanegara. Antusiasme ini menjadi semangat JAFF 14 ‘Revival’ untuk melestarikan budaya menonton di kalangan masyarakat.

Penyelenggaraan Open Air Cinema diawali dengan sambutan oleh Christine Subiyanto selaku Koordinator Open Air Cinema JAFF 14 ‘Revival’ tepat pukul 19.20 WIB. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap masyarakat Yogyakarta yang hadir dan Joglo Bebana yang telah membantu dan menyediakan tempat untuk penyelenggaraan Open Air Cinema yang seri kedua ini. “Terima kasih kepada Bu Dukuh, Warga Jogonalan Lor, serta seluruh penonton yang tetap setia untuk hadir dan menyaksikan sinema di Open Air Cinema bersama-sama”, ujar Christine. Melalui konsep layar tancap, JAFF datang dan memutarkan film ke desa-desa untuk membangkitkan semangat warga pasca tragedi gempa Yogyakarta pada tahun 2006 silam. “Open Air Cinema yang awalnya menjadi sarana trauma healing kini menjadi kegiatan rutin JAFF untuk akhirnya ikut serta menumbuhkan budaya menonton di kalangan masyarakat,” tambahnya. Pembukaan Open Air Cinema kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala dukuh Jogonalan Lor yang menyambut antusias acara ini.” Terima kasih kepada JAFF yang sudah ikut melestarikan budaya misbar, mirsani bareng,” ujar Yayim Sugianti selaku kepala dukuh Jogonalan Lor menanggapi Open Air Cinema sambil bercanda.

Penonton disuguhkan dengan film Ranam – Looking for Land (2019) sebagai film pembuka Open Air Cinema. Selanjutnya, penayangan Doremi & You (2019) menutup Open Air Cinema dengan manis. Pemilihan kedua film tersebut sebagai sajian Open Air Cinema didasari oleh gagasan tentang perjuangan dan keberagaman. Kedua film tersebut memiliki semangat yang sama; mengenai anak-anak dan remaja yang bergelut dengan impiannya. Berbagai tantangan internal maupun eksternal dilalui demi menggapai apa yang dicitakan. Topik tersebut seringkali berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan sangat dekat dengan masyarakat. Melalui kedua film ini, JAFF 14 ‘Revival’ ingin menyuguhkan pemahaman mengenai keberhasilan yang pada akhirnya diperoleh atas perjuangan yang keras.

Pantulan cahaya penuh bulan menemani masyarakat menyaksikan harunya perjuangan para remaja dalam kedua film tersebut. Bercampur dengan riuh tawa penonton yang turut menghangatkan sepanjang jalan gang depan rumah kepala dukuh Jogonalan Lor. Seperti semangat para remaja meraih impiannya turut tercurah dalam antusias masyarakat yang memadati Joglo Bebana, Bantul. Total sekitar 450 orang bersinema bersama dalam Open Air Cinema seri kedua JAFF 14 ‘Revival’. Bila digabungkan dengan Open Air Cinema seri pertama yang berjumlah 350 orang, maka jumlah penonton Open Air Cinema pra-event JAFF 14 ‘Revival’ telah mencapai 800 orang.

Masyarakat dapat bersua kembali dengan sinema Asia dan menonton bersama saat perhelatan JAFF 14 ‘Revival’ yang akan dilangsungkan pada 19- 23 November 2019 di Empire XXI dan LPP Yogyakarta. Total 111 film dengan beragam perspektif, genre, dan gaya tutur dari seluruh penjuru Asia dipersembahkan dalam JAFF 14 ‘Revival’.

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response