close

Menelisik Intimasi Suara Danilla

danilla

Setelah merilis albumnya yang berjudul Telisik, dara cantik kelahiran Bandung, 12 Februari 1990 ini berkeliling Semarang, Solo, dan mengakhiri rangkaian tur Telisik Jawa Tengah-nya di Jogja (14/09) kemarin. Sore yang hangat dan ramai tak membuat gadis berparas anggun nan lucu ini segan menyapa penggemar yang hadir. Dibalut dengan sebuah pertunjukkan yang intim, Danilla berhasil bernyanyi bersama pengunjung tanpa ragu. Beruntung, saya berhasil menculik gadis pecinta binatang ini untuk bercerita mengenai album dan turnya.

Danilla
Danilla

Halo Danila, apa kabarnya?

Baik. Baik banget.

Sebelum bercerita tentang tur kali ini, mari kita bahas album Telisik yang baru saja rilis. Bisa diceritakan prosesnya?

Proses album ini sendiri dimulai di tahun 2011 akhir. Saya ketemu dengan Bapak Richard Muntario dari Orion Record, dimana Bapak Richard ini pengen banget membuatkan saya album. Dimulai dari perbincangan ringan dan brainstorming yang hampir setiap malam minggu di studio jam 8 malam sampai jam 8 pagi, maka jadilah album Telisik ini.

Sepertinya Lafa Pratomo berkontribusi besar dalam pembuatan album ini, bisa diceritakan bagaimana keterlibatan Lafa dalam album ini?

Kontribusi Lafa dalam album ini sangat besar; hampir seluruh lirik dan musik semua Lafa yang menciptakan. Lafa adalah seorang arranger di Orion Records dan saya diperkenalkan oleh Bapak Richard selaku pemilik untuk berkolaborasi dengan Lafa.

Tidak mencoba untuk menulis dan aransemen sendiri?

Sebenarnya kalau nulis di album ini ada dua lagu yaitu “Oh No!” sama “Junko Furuta”. Cuma kalau saya yang aransemen sendiri lagunya kurang ngena di kuping sendiri dan orang-orang hahaha. Maka dari itu, bantuan Lafa sangat dibutuhkan dalam pembuatan album ini. Dan di samping itu memang karena kita cocok dan referensi musiknya sama membuat kami lebih mudah dalam membuat lagu.

Soal tur Telisik. Kenapa Jawa Tengah yang dipilih untuk menjadi tur perdana seorang Danilla?

Hal yang tidak disangka dari teman-teman dan respon dari media sosial bahwa ternyata di Jawa Tengah peminatnya banyak dan memang terjangkau. Hal ini membuat saya tidak sabar untuk segera ke Jawa Tengah dan melakukan tur ini.

Bisa diceritakan prosesnya?

Ya, pada awalnya ini ide dari manajer yang kemudian diamini oleh Demajors untuk mempromosikan album Telisik dan juga single kedua dari album ini; “Ada di Sana”. Lalu kemudian tim manajer melihat kota-kota yang memungkinkan untuk tur ini, maka dipilihlah Semarang, Solo, dan Jogja. Awalnya kita akan mengajak Puti Citara dalam rangkaian tur, tetapi yang bersangkutan berhalangan untuk ikut. Maka dari itu, kita tetap gas pol berlima untuk tetap melaksanakan tur melalui jalan darat menggunakan mobil.

Lalu bagaimana sambutan dari kota-kota yang dikunjungi?

Percaya nggak percaya responnya akan seindah ini. Waktu pertama kali di Solo misalnya, alhamdulillah ternyata ada yang hafal lagunya. Apalagi waktu di Jogja, membuat saya terkejut dan bahagia dan tidak menyesal dengan adanya tur ini.

Memangnya apa yang disukai dari Jogja?

Paling suka sama auranya sih, ada kesan mistisnya. Cuma mistis yang positif dan saya sendiri ada keturunan Jogja, jadi pasti sangat menyukai kota ini.

Oke, pertanyaan terakhir, setelah tur ini apa rencana kedepan?

Kita sedang mencari cara untuk bisa tur ke Jawa Timur, kemudian ada rencana untuk berkolaborasi dengan beberapa musisi, dan mengenalkan single kedua dari album secara lebih luas.

Ada pesan terakhir buat yang baca interview ini? 

Sayangilah binatang, jangan siksa binatang, dan buatkanlah mereka lagu sebanyak-banyaknya.

 

Wawancara dikirim oleh kontributor Bisma Hakim.

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response